Posted in Family, Fun, Work

Pulau Ternate – Tidore

Alhamdulillah setelah 4 jam penerbangan dari Jakarta, akhirnya pesawat yang saya tumpangi berhasil mendarat dengan selamat di bandara Sultan Babullah, Ternate. Take off jam 10 pagi dan saya mendarat pukul 4 sore (ada perbedaan 2 jam antara Jakarta dan ternate)

Teman2 dari perwakilan ambon menjemput saya. Dan kami lantas langsung ke lokasi selepas check in hotel. Niat saya mau langsung istirahat di hotel bubar sudah. Karena ada hal2 mendesak di site. Bahkan selepas solat maghrib kami langsung rapat bersama beberapa orang penting dikarenakan dibutuhkan nota kesepahaman bersama antara kami dan beberapa pihak super penting dan sibuk tersebut.

Setelah makan malam dengan gulai kambing, saya sampai hotel kembali pukul 9 malam dan baru berhasil memejamkan mata pukul 11.30 malam. Itupun setelah teleponan sama suami dan ngadu klo gak bisa tidur. Mungkin saya masih jetlag.

Karena saking excitingnya, besoknya saya ikutan jogging ke daerah alun2 ternyata banyak yang jogging lho. Masjid Al Munawwar hanya berjarak 1 km dari tempat hotel saya menginap.

WhatsApp Image 2017-11-13 at 18.15.48 (1)
Masjid Agung Al Munawwar
WhatsApp Image 2017-11-13 at 18.15.48 (2)
Mall Muara Ternate
WhatsApp Image 2017-11-13 at 18.15.48
Fort Oranje
WhatsApp Image 2017-11-12 at 07.07.27
MUI Maluku Utara
WhatsApp Image 2017-11-12 at 07.07.28
Parkiran speedboat
WhatsApp Image 2017-11-12 at 07.07.31 (1)
Para Pejogging
WhatsApp Image 2017-11-12 at 07.07.31
Tampak Samping Masjid Agung Al Munawwar
WhatsApp Image 2017-11-12 at 07.07.32
Matahari terbit dari Ternate

Continue reading “Pulau Ternate – Tidore”

Posted in Family

Ujian hidup

Aku baru selesai tabata 4 set, dan mungkin karena hari baru selesai hujan, ini keringetan ngucur deras bangetttt….

anyway, I just lost my baby… 4 days ago. Kalo kata kakakku ini, mendapatkan momongan adalah ujian hidupku saat ini. Ya setelah ujian hidup mencari pasangan hidup sudah terlewati. Begitulah hidup ya. Aku cuma berharap bahwa aku lulus melewati ujian demi ujian ini. Walaupun aku gak tau kriteria kelulusannya apa. Rasa bersyukur dan sabar? Mungkin?

Sekilas saja, Baby A gak bertahan di rahim ibunya ini. Detak jantungnya lemah. Saat pertama kali mendengar detak jantungnya aku bener2 nangis bahagia, tapi dokter bilang detak jantungnya lemah. Ah kalo diingat itu adalah 2 minggu paling aneh dalam hidupku. Moodku aneh. Aku masih ngantor. Tilawah dan dzikir masih aku jaga terus. Lalu hari itu saat jadwal kontrol, FHR of my baby already gone. Panik. Langsung putar arah ke RSCM, ke dokter fetomaternal. Aku hanya berdoa “Ya Allah, jika anak saya masih bisa diselamatkan, maka bantulah kami untuk berusaha semaksimal mungkin, namun jika memang belum rejeki kami, maka mohon lapangkan hati saya dan hati suami saya untuk menerima semua ketentuanMu.

Then, Hasilnya sama. He/She couldnt make it. Allah sayang baby A. Diambilnya kembali. Karena Baby A memang milik Allah SWT.  Allah adalah sebaik2nya pelindung dan penjaga.

Suami saya yang kelelahan saat itu, setelah menyetir dari depok-duren 3-kelapa gading-menteng- duren 3, ilang fokus. Saat itu beliau super kelelahan. Hatinya, energinya, dsb. I know. He was miserable. He wants this kid much more than me.

Tapi aku gak mau bermalam di mobil, aku mau tidur, di kamar. Maka setir aku ambil alih dari pasar minggu ke depok. Aku menangis dalam diam. Ya nangislah ya, namanya juga kehilangan. Kata suamiku, Rasul aja kehilangan anak nangis, apalagi kita yang masih banyak dosa? Well said, beib.

Continue reading “Ujian hidup”

Posted in daily days

Apalah gunanya dunia kalau semuanya kan hilang?

Semalam tadi aku tiba2 berpikir banyak tentang kematian. Tentang pemutus segala kenikmatan dunia. Aku tiba2 sesak.

Dalam bayangku aku berada dalam liang lahat, kegelapan dan ketakutan. Astaghfirullah. Sungguh aku merasakan ketakutan. Ingin aku teriak manggil2 nama suamiku, buat selamatin aku, namun tidak ada yang mampu mendengar, tidak juga suamiku.

Dalam setahun ini banyak musibah kematian terjadi. Di komplekku ada beberapa orang, bahkan ada yang usianya hanya 1 tahun di atasku. Dilanjut Pamanku, Nenekku dan terakhir adalah uwaku (meninggal tepat malam takbiran)

Aku? Aku kapan???? Yakin aku sanggup menghadapi sakaratul maut yang rasanya seperti ada kawat berduri yang berusaha ditarik dari tenggorokan??? Apa aku bisa selamat dari pertanyaan malaikat munkar nankir??? Apakah aku bisa melewati jembatan sidratul muntaha??? :(((((((((((((((((((((( Ya Rabbi…….. kenapa aku merasa takut sekali.

Aku merasa takut sekali. Takut sekali. Aku paling takut air, karena aku tidak bisa berenenang. Mungkin rasanya seperti itu ya, seperti ingin tenggelam. dan tidak bisa bernafas.

Beberapa waktu lalu saat kunjungan Dr Zakir Naik , banyak hal yang mengusik alam sadarku. Termasuk video2nya. hal ini sempat mengusik dahsyat alam sadarku. Saat seorang atheis bilang, “Kenapa tuhan menghidupkan kita dan memperlakukan kita sesuai kehendaknya?”seorang zakir naik menjawab, “Ini bukan pilihan kita. kita tidak memilih dilahirkan menjadi manusia… dan ya kita jalani saja. Sayapun tidak pernah merasa mendaftar ingin menjadi manusia. Karena ingatan kita akan kejadian itu sudah dihilangkan oleh Allah, QS: Al A’raf: 72.

Saat belum bisa tertidur aku termanggu, menatap suamiku yang sedang sibuk dengan tugasnya. “Apakah engkau ridho akan aku, suamiku?” tapi aku tidak mampu menanyakan begitu, aku hanya bertanya2 berkali2 dalam hatiku. Mampu kah ia mendengar suaraku?
Surga seorang istri ada di suaminya. Dan sungguh aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa orang satu ini. Aku ingin kelak di akhirat berjumpa kembali dengannya. Dengan ia yang telah menjagaku selama ampir 2 tahun ini.

Aku berpikir, berpikir lagi. Banyak sekali kesalahanku kepada diriku sendiri, kepada Tuhanku dan kepada orang2 sekitarku selama aku bernafas dan lahir, kepada orang tuaku, kepada saudara2 dan temen2ku, juga kepada suamiku.

Apakah amalku cukup untuk menyelamatkanku dari panasnya matahari di padang masyar kelak????

YA RABBI…. aku takut sekali…….

Ridhokah Engkau akan diriku ini ya Rabb…???? :((((((

 

 

 

Posted in Family, Kesehatan

VCO homemade

Udah lama sih ya sebenarnya liat proses VCO homemade seliweran di beranda FB. tapi belum tergugah aja minum beginian.

Ini bermula dari aku yang secara gak sengaja beli VCO waktu lagi dinas di semarang. Beli di Gelael, Mall Simpang Lima bareng sama temenku. Karena aku lagi berencana ikutan keto-fastiosis sih.

Apakah VCO itu, aku juga kurang paham. Cuma di keto itu amunisi wajibnya VCO sama teh hijau. Jadi ya beli aja padahal blm yakin mau ikutan keto.

Tapi sudah 2 minggu ini aku minum VCO (yg artinya aku jg udah 2minggu kf), yang aku rasakan sendiri manfaatnya. Kulit muka jadi lebih bersih, Berat badan turun dll. Jadi atas inisiatif dari suamiku, kami memutuskan mencoba membuat VCO sendiri. Aku sendiri mengkonsumsi VCO seminggu 250ml. Itu pernah beli yang mahal, pernah beli yang murah. Ya pada dasarnya sama aja selama VCO mah. Yang membedakan cuma proses penyarinngannya berapa kali aja kayaknya *cmiiw

Ok, aku sama pak suami beli santan kental di pasar. Karena baru percobaan pertama, kami belum mau beli banyak2 dulu.

Cara2 bikin VCO sendiri aku dapetin dari halamannya Kami Kongsi, page buatan orang malaysia tentang kesehatan modern gitu.

Nah, ini lah yang kami lakukan.

  1. Beli santan kental sebanyak 2 kelapa di pasar agung, depok 2, jawa barat
  2. Taroh di sebelah kulkas selama 24 jam (cari daerah yang hangat), biarkan santan berfermentasi *fermentasi dilakukan oleh bakteri baik
  3. Setelah itu masukkan ke dalam freezer selama 3-4 hari.
  4. Keluarkan dari freezer dan biarkan mencair
  5. Setelah itu akan tercipta 3 lapisan. Lapisan paling bawah, cairan itu dibuang aja. dan masukkan kembali sisanya ke dalam kulkas selama 2 jam
  6. Kemudian keluarkan dan cairkan kembali.
  7. Keluarkan cairan lagi kalo masih ada.
  8. Siapkan corong yang sudah disumpal kapas dan tissue (usahain tissue dapur, jgn pake tissue toilet!!)
  9. Setelah cair menyeluruh, masukkan ke dalam wadah
  10. Saring minyak tersebut dengan menggunakan corong
  11. Aku yang waktu itu gak punya corong, jadi aku bikin corong sendiri dari kepala aqua bekas yang gak kepake…kwkwkwkw
  12. biarkan minyak VCO keluar setetes demi setetes.
  13. Dari 2 kelapa ini, kami menghasilkan VCO kurleb 150ml. Kami tinggalkan seharian. *lumayan kan
  14. Btw harga santan 1 kelapa di sini 8rb rupiah

Kalau mau googling, manfaat VCO banyak banget dan ini bener2 obat natural. So, gak ada salahnya dicoba! 🙂 back to nature.

Ini potonya

vco

Posted in Family, Peradaban

Warga DKI sedang diuji

Menurut kacamata awam saya, sebagai warga negara dan sebagai emak2 rempong yang serba pengen dipermudah..hehehe, Saya rasa warga DKI yang mayoritas beragama Islam (sekitar 84%, sumber dari sini ) ini sedang diuji. Dan ini bukan sembarang ujian, melainkan ujian keimanan.

Bagaimana mungkin saya bisa berkata begitu???

Diakui atau tidak, ada byk perbaikan di DKI, lihat saja sungai yang mulai bersih. Sewaktu saya ke ancol, dahulu kalau ke sana saya bisa tau saya sudah sampai ancol saat saya mencium bau amis menyengat dari kali yang berdekatan dengan pintu masuk ancol. Beberapa minggu yang lalu saya ke sana, bau itu nyaris tidak ada. Lalu lihatnya transjakarta yang sangat membantu warga urban seperti saya (walo tetep ya abang gojek nomber uno), trayek2 TJ yang semakin merambah wilayahnya mulai menggusur para angkot dan kopaja yang suka ugal2an dan segala macam ujiannya.. hehehe

Continue reading “Warga DKI sedang diuji”