Posted in daily days, Family

Kanvas Kopling Habis

Selama 2 minggu ini aku ngerasa kalau pemakaian BBM mobilku boros banget. Biasanya ngisi 11 liter (a.k.a 100ribu di shell V power), bisa buat aku PP kantor-rumah selama 3 hari. Lah ini ngisi 24 liter (a.k.a. 200ribu) dalam waktu 5 hari aku harus ngisi lagi. Terus rpm mesin jg tinggi banget. Baru 40km/jam rpm bisa nyentuh angka 3. Aduh pokoknya udah g nyaman banget deh. Berasa naek odong-odong. Padahal posisi baru 30.ooo km. Service berkala untuk 40.000 km masih jauh.

Dan karena hubby bersemangat sekali untuk bisa lancar setir mobil di ibu kota dan saya jg pengen sesekali bisa leha2 duduk di sebelah sopir.. hihihi, maka selama 3 hari aku nemenin hubby latihan deh. Tapi sayangnya aku bukan guru yg baik, aku gak sadar klo hubby kebanyakan nginjek kopling (dulu sama papa paling dimarahin bgt ini klo masalah perkoplingan), but u make me proud, udah bisa keliling KSU dan UI.

Dan hari Jumat pagi kemarin, saat nganterin kakak dan keponakan renang, aku ngerasa aneh sama mobilku. Gak ada tenaganya saat nanjak di KSU. kecepatan gk bisa lebih dari 30 km/jam. OK. Aku baru sekali ngerasain hal ini. Untung aja lokasinya dekat dan aku bisa selamat sampai rumah. Siang itu juga langsung nelepon bengkel resmi toyota untuk booking service. Ternyata full tapi masih diusahain. Aku sih bilangnya service berkala, karena ku pikir emang ini kurang service aja. Terus papa ternyata bilang klo kanvas koplingnya abis. Papa pun cek mobilnya.

Sabtu pagi, ditemani hubby yg bawa motor dari belakang, aku bawa mobilku ke bengkel, untung aja deket (lagi2 masih untung ya), jalan dengan kecepatan 20-30 km/jam sejauh 6 km, di daerah depok  yang jalanannya suka ada naik turunnya, itu tantangan banget. Aku sampe elus2 si buroq, plis jgn ngambek karena aku jarang cuci.. pliss…..

Continue reading “Kanvas Kopling Habis”

Posted in Family

Belajar Menjadi Istri (wanita) sholihah

Seminggu yang lalu, saat aku di jambi, aku ketawa geli saat suami ngasih aku selebaran kertas. Apakah itu? ternyata itu proposal nikahku dulu. Aduh, aseli, malu, geli jadi satu.

“Abang gak sengaja nemuin, pas beres2 lemari.” ucap suamiku.

Aduh, aku maluuuuu….

Dengan pelan2 aku ambil lah lembaran2 kertas itu yang udah terlipat-lipat lusuh. Perasaanku saat itu, malu… hihihi… Aku mulai membaca kembali ketikanku beberapa tahun lalu itu. Tau gak? aku nulis proposal nikahku itu pake bahasa inggris. Gaya bgt kan? Dan aku mengetiknya di power point, jadi pas di print ada tanggalnya gitu, tahun 2014. Suamiku memang mendapatkan proposal tersebut baru tahun 2015, tapi aku mengetik dan memprintnya di tahun 2014.

Aku membaca sifat2 yang aku tulis di proposal tersebut:

Sifat negatif:

  • Moody
  • Keras kepala
  • Cerewet
  • Ceroboh
  • Sensitif

Aku ngakak dan suamiku bingung.

“Abang, abang kok mau-maunya sih punya istri yang sifatnya kayak gini?” tanyaku masih sambil mesem-mesem.

“Gak apa2, yang penting masih bisa diarahkan.” jawabnya pelan.

Nyessss… adem banget dengernya. Itulah mengapa aku merasa beruntung telah dipilih dan telah memilihnya. Dia melengkapiku. Walopun usianya lebih muda 1,5 tahun tapi dia bisa dewasa, bs jadi imamku. Walo kadang sih suka manja-manja lucu jg.

Kalau diinternet itu kan kita nemuin banyak sekali format biodata ta’aruf. Aku mah gak ngikutin, bikin sendiri. Karena menurutku yang di internet itu kaku banget dan gak banget aku. Aku lebih suka membuatnya sendiri, jadi saat orang yang menerima nya membacanya, orang tersebut bisa langsung ada gambaran orang seperti apa yang membuat biodata tersebut.

Oiya, kali2 aku mau bikin postingan bermanfaat..  hihihi.

Continue reading “Belajar Menjadi Istri (wanita) sholihah”

Posted in Family, Program hamil

Program Hamil

Hah? Baru 3 bulan nikah udah program hamil? ya gitulah. Dari aku gadis dulu, sejak kuliah, siklus mentruasiku acak kadut. Bisa 2-3 bulan sekali. Udah pernah sih ngadep ke dokter, waktu itu dibilangnya masalah hormonal. Aku sudah bilang mama juga sih, bilang katanya ke dokter aja.

Pas aku kerja, di Jambi, aku baru mulai curious dengan keadaanku. Soalnya udah pegang uang sendiri, jadi lebih leluasa aja kali ya pas mo konsultasi ke dokternya. Dan diganti kantor juga sih, Alhamdulillah.

Waktu itu ke Rumah sakit khusus melahirkan, tapi aku gak sebut merk..😀 sebutlah Dokter A, perempuan. Dikasih obat cyclo progynova,  Diminum setiap hari selama 30 hari, setelah habis selang beberapa hari dateng deh menstruasi. Sampe dua strip aku minum kemudian aku berhenti, pengen lihat apakah si mestruasi bisa normal di siklus ke-3,ternyata nggak. Aku ilfeel. Soalnya aku kan gak suka obat ya. Ini udah rajin minum obat, masih aja blm normal. #gak sabaran. hehehe

Kemudian beralih ke dokter R, di rumah sakit Islam, masih di Jambi. Sama si dokter itu disuruh test lab, yang mahal bangettttt (sejuta lebih)… tapi sayang hasil labnya gak aku simpen. Si Dokter cuma kasih obat cyclo lagi (LAGI???) aku males. Udah dikasih jadwal konsul, tapi akunya masih ogah gitu. Akhirnya terpaksa konsul lagi, eh malah kena ceramah. Si dokter ini emang terkenal suka pedes omongannya. huh, aku males lah.

Pas Mudik ke depok, aku sempetin ke hermina depok, di situ aku ditest dll, dan aku dicurigai PCOS. Tapi belum pasti karena untuk menentukan seseorang PCOS atau bukan, banyak sekali test yang harus dilakukan. Sedangkan aku masih gadis, jadi blm bisa dibilang PCOS atau bukan.

oke, aku masih terlalu muda untuk tau apa itu PCOS. haha. Tapi si dokter bilang gini, “nanti kalo nikah, langsung program hamil ya?” ya, I was very young saat itu, umur 24 kalo gak salah. YOUNG darimana? entah😀

Continue reading “Program Hamil”

Posted in belajar

Tentang alkohol dalam makanan

Tulisan ini bagus banget,aku copast tanpa ijin dari sebuah komentar di FB gara2 status salah satu user yang bilang klo bir halal. #dan mbaknya dikasih pencerahan tp woles bae. ya udah terserah. tp buatku sendiri, aku jadi belajar bangetttt.

################################################

ALKOHOL[poto dari sini]

Hukum pemanfaatan alkohol dalam makanan.

Jika dilihat dari penggunaannya, dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kriteria sebagai berikut;

a) Jika makanan atau buah-buahan mengandung alkohol alami, maka hukumnya boleh diminum. Seperti dalam buah duren, jeruk, nangka, dsb. Akan tetapi jika difermentasikan dengan membiarkan sehingga alkoholnya meningkat dan memabukkan, maka hukum meminumnya haram.
Syaikh Yusuf Qardhawi menerangkan: Makanan-makanan yang disebutkan dalam hadits seperti anggur, korma, madu, jagung, serta gandum bukanlah benda-benda haram. Kemubahan benda-benda semacam ini juga berdasarkan keumuman nash-nash al-Qur’an yang membolehkan manusia menikmati apa saja yang ada di muka bumi ini, kecuali makanan-makanan yang diharamkan untuk dikonsumsi. Sehingga lahir kaedah ushul fiqh, “Asal segala sesuatu adalah mubah, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.” Akan tetapi ketika makanan-makanan yang mubah ini (jagung, korma, jagung, dan lain-lain) diproses dengan proses tertentu, ia menghasilkan ‘benda lain yang memabukkan’ (khamer). Maka Allah mengharamkannya karena sudah berubah menjadi dzat yang memabukkan.

Continue reading “Tentang alkohol dalam makanan”

Posted in Family

“The Way You Look At Me”

Song for my hubby:

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word

‘Cause there’s somethin’ in the way you look at me
It’s as if my heart knows
You’re the missing piece
You make me believe
That there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see
But there’s somethin’ in the way you look at me

Continue reading ““The Way You Look At Me””

Posted in Family

Pesan dari Gurunda

BIMA dan UJIAN KEJAMA’AHAN KITA
@salimafillah
-untuk kalangan sendiri-
_____________________________________

Izinkan saya menyebut seorang perempuan: Niken Lara Yuwati.

Barangkali tidak banyak yang mengenal nama di atas. Tapi sosok wanita agung ini ada di balik dua perang besar; yang satu nyaris membangkrutkan VOC pada 1746-1755; yang satu lagi nyaris membangkrutkan pemerintahan jajahan Hindia-Belanda pada 1825-1830.

Niken Lara Yuwati, cucu Sultan Bima, Abdul Kahir I itu, lebih masyhur dikenal sebagai Ratu Ageng Tegalreja, permaisuri Sultan Hamengkubuwana I (1755-1792).

Beliau terampil berkuda, ahli menggunakan patrem (keris kecil), jitu dalam memanah, dan tahan mengarungi perjalanan panjang. Pada Perang Giyanti, dia mendampingi gerilya suaminya menempuh medan yang amat berat di bentangan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Dalam masa prihatin itu, di tengah hutan lereng Gunung Sindoro beliau melahirkan sang putra yang kelak menjadi Sultan Hamengkubuwana II. Beliau pula memimpin bregada prajurit putri, satu-satunya kesatuan yang peragaan perangnya membuat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels sangat terkesan dalam kunjungannya ke Yogyakarta semasa pemerintahan putranya.

Setelah merasa jalan perjuangan putranya tak segaris dengan almarhum suami tercinta, wanita baja ini memilih mengundurkan diri ke Tegalreja, membuka persawahan makmur dan menampung para ‘ulama serta santri. Diasuh pula olehnya sang buyut yang lahir pada 1785, Bendara Raden Mas Musthahar yang kelak dikenal sebagai Dipanegara. Di bawah bimbingan nenek yang shalihah ini, Dipanegara tumbuh sebagai pangeran santri yang kelak mengobarkan jihad akbar untuk tegaknya agama di Jawa.

Yogyakarta, juga negeri ini, berhutang besar pada seorang srikandi dari Kesultanan Bima, di pulau Sumbawa. Sejarah berulang, dan gerakan mahasiswa serta dakwah di Era Reformasi juga berhutang besar pada ksatria dari Bima yang punya sifat begitu mirip dengan tokoh Bima dalam pewayangan; Abangnda Fahri Hamzah. Kukuh, keras, bicaranya “ngoko”, tanpa basa-basi dan seceplosnya.

Saya hanyalah seorang pelajar SMP yang lugu ketika dengan sangat heroik Bang FH dan Ayahanda Dr. M. Amien Rais berboncengan bertaruh nyawa dalam hari-hari genting reformasi. Dan kisah-kisah di hari itu begitu mengilhami jalan hidup kami para muda, hingga sayapun berada di barisan dakwah di mana Bang FH berada. Bedanya tentu, beliau di penjuru depan sementara saya ada di shaff amat belakang.

Hidup berjama’ah dalam dakwah adalah pilihan untuk mengoptimalkan ‘amal; sebagaimana Ayah saya yang Guru Muhammadiyyah dan Ibu saya yang lekat dengan tradisi keagamaan Nahdlatul ‘Ulama. Dan saya, dengan tetap bernafas dalam atmosfir harum yang dihembuskan oleh Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari maupun KH Ahmad Dahlan, mendetakkan pula jantung ini dalam balada Syaikhut Tarbiyah KH Rahmat Abdullah.

Sepanjang perjalanan dalam perhimpunan dakwah ini, Bang FH adalah model bagi kepanglimaan yang gagah, yang bernyali, yang tak gentar resiko, yang tak takut celaan dari orang-orang yang mencela.

Tapi setiap pahlawan punya kisahnya sendiri. Hari-hari ini, Bang FH kebanggaan serta kecintaan kami para muda di barisan ini; sekaligus juga Allah jadikan ujian bagi kejama’ahan kami.

Tapi bukankah seseorang dan suatu kaum memang diuji Allah dengan hal yang amat dijunjung tinggi? Ibrahim, lelaki yang penuh cinta. Maka seluruh hidupnya adalah ujian cinta. Dan dia lulus sebagai ‘Kekasih Ar Rahman’. Maryam, sang perawan suci pengkhidmah Bait Suci, juga diuji dengan soal yang paling mengguncang kehormatan diri. Dan Muhammad ﷺ, lelaki yang menjunjung kejujuran dan kepercayaan, setelah 40 tahun hidup sebagai Al Amin, tiba-tiba wahyu turun lalu dia didustakan.

Tak ada manusia yang sempurna.

Saya melihat kasih nan lembut itu di wajah dzurriyah Rasulillah ﷺ yang mulia, Al Habib Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA. Jikapun Bang FH yang akibat ketidaktaatannya pada AD/ART dan keputusan dewan pimpinan sebagaimana termaktub dalam fakta kronologisnya harus berhenti, maka beliau sangat berharap kepada masyarakat dapat dikatakan seperti ucapan ‘Umar tentang pemecatan Khalid sebagai Panglima Utama, “Bukan kemampuan Abu Sulaiman yang aku ragukan, tapi aku mengkhawatirkan hati manusia yang terlalu memujanya.” Agar semua ‘aib terjaga. Agar tak perlu ada luka.

Tapi ada yang berbisik, seakan-akan Ketua Majelis Syura bertindak secara pribadi, memaksa mundur karena kepentingan pribadi. Saya dan hati Bang FH sama-sama tahu, bahwa ini bisikan yang tak dapat dibenarkan.

Saya melihat cinta nan adil itu di wajah Ketua Majelis Tahkim, Dr. Hidayat Nur Wahid. Beliau bersama segenap jajaran lain telah memberi berulangkali kesempatan, pembahasan, dan penghadiran saksi secara tertutup, agar kepada ummat dapat dikatakan seperti ucapan ‘Umar tentang pemecatan Sa’d ibn Abi Waqqash sebagai Gubernur Kufah, “Demi Allah ini bukanlah karena dosa yang dilakukannya, bukan pula karena ada sifat khianat pada dirinya.” Agar tak perlu ada kegaduhan yang melemahkan.

Tapi ada yang berbisik, seakan-akan lembaga ini melawan hukum dan berbuat aniaya, tak berwenang dan hanya akal-akalan seseorang saja. Saya dan hati Bang FH sama-sama tahu, bahwa ini bisikan yang menyesatkan.

Saya melihat hikmah nan sejuk itu ada di wajah Kang Sohibul Iman, Ph.D. Beliau bersama segenap unsur yang dilibatkan telah banyak menyabarkan diri, memberi permakluman, dan ‘udzur meski terjadi beberapa kali, -katakanlah-, ketaktepatan janji. Agar dapat dikatakan sebagaimana ucapan ‘Umar pada Yahudi yang mengadukan Gubernur Mesir ‘Amr ibn Al ‘Ash, “Cukup kauberikan padanya tulang yang kugaris dengan pedang ini, dia pasti akan mengerti.”

Tapi ada yang berbisik bahwa seakan memang sejak awal Bang FH hanya ditumbalkan untuk merapatkan partai dakwah ke rezim penguasa. Saya maupun hati Bang FH sama-sama tahu, bahwa ini bisikan yang jahat.

Tidak boleh ada yang mengingkari jasa-jasa besar seorang Bang FH bagi dakwah dan negeri ini. Tapi bagi kita kader dakwah, kalau pembelaan pada beliau membuat kita merendahkan musyawarah kelembagaan tertinggi yang di dalamnya ada para sesepuh tercinta seperti Habibana Dr. Salim Segaf Al Jufri, Dr. Hidayat Nur Wahid, Kang Sohibul Iman, Ph.D dan berderet nama Masyaikh lain; saya teringat satu kalimat lagi dari Rasulullah ﷺ saat Khalid membantai kaum Juhainah yang ditawarinya menyerah lalu dia didebat oleh ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, kemudian Khalid menyerapahinya.

“Jangan kalian mencela sahabatku. Jikapun kalian menginfakkan emas seberat Gunung Uhud, niscaya takkan menyamai satu genggam atau setengah genggam tepung mereka.”

Tapi pedang Allah yang terhunus tetaplah pedang Allah yang terhunus. Tapi Bima tetaplah Bima.

Saya mengajak diri saya ini untuk menghormati semua. Jika Bang FH hendak menempuh jalur hukum, biarlah beliau memperjuangkan apa yang diyakini menjadi haknya. Takkan berkurang hormat kita atas segala sumbangsihnya bagi dakwah ini. Tapi kita kader dakwah yang ada dalam jama’ah ini tahu, cinta tak pernah boleh menghalangi sikap adil, sebagaimana perbedaan sikap takkan menafikan cinta.

Continue reading “Pesan dari Gurunda”

Posted in Family

Oksigen

Kamu,

iya kamu.

Kamu adalah oksigenku.

udah gitu aja. hahahaha…

 

Setiap pagi, aku PERLU mendengar suaramu, agar bisa bernafas ku menjalani hari. Tak mendengar suaramu sama saja membiarkan aku terbujur lemah tak berdaya.

Aku tak peduli, walau harus meneleponmu berkali-kali, hanya untuk mendengar suaramu. Kamu bilang aku alay, aku bilang, aku serius 1000%.

Aku lemah saat berurusan dengan perasaan, dengan cinta. Aku lemah di depanmu. Aku bisa mempersembahkan apapun untukmu, karena aku butuh kamu, seperti aku butuh nafasku.

Sayang, Seseorang yang ku panggil suami. Maaf kalau mungkin dirimu terkaget-kaget dengan kemanjaanku, yang selama ini tak pernah ku tampakkan dan mungkin tak pernah kau bayangkan bahwa aku akan menjadi sedemikian manja, saat kita bersama. Continue reading “Oksigen”