Search

Blowing Mind

Everything from between

Kenapa Pernikahan dibilang setengah dien?

Ahahaha, pagi2 seorang yang berstatus single a.k.a me mau membicarakan hal ini :)

Hal ini sudah lama di otak, tapi baru bertuangkan sedikit.

Well, banyak atau dikit, aku emang curious ama yg namanya pernikahan, maksudku, saat kita bersama dengan seseorang selama 24 jam!!! walo LDM  pasti juga harus lapor selama 24 dong??!

Lingkungan sekitarku banyak memberiku contoh konkret nyata bahwa pernikahan itu seperti sebuah penyakit :D Beneran aku ngomong gini. Aku gak bisa sebutin satu2, tapi terakhir aku denger cerita dari seseorang yang sangat dekat denganku. Dia bilang gini,

“Suamiku itu gak pernah mau nyuci mobilnya di tempat cucian mobil. Dia emang sering bantuin aku masalah rumah tangga, tapi jadinya dia juga nuntut aku bantuin… kayak nyuci mobil itu salah satunya. atau benerin pompa. aku sampe mau nangis.”

“Kamu mgkn gakkan percaya, orang tuaku dan suamiku itu crash…”

Continue reading “Kenapa Pernikahan dibilang setengah dien?”

Undangan

Sepulang dari wara wiri ini ke rumah, orang tua bilang ada surat undangan dari Agus.
Aku terdiam sejenak.. Agus yang mana ya? Ternyata Agus yg itu.
Agus yang pernah ngejar2 ke rumah, neleponin tiap hari, whatssapp tiap hari juga. Yang ujung2nya semua aplikasi aku block. Termasuk sms dan telepon.
Karena aku takut :)

Kata Papa dia nganterin sendiri  undangan nikahnya ke rumah.
Aku pun galau… datang nggak ya ke undangannya.
Menurut kamu?

LOST IN PRAU

Malam ini kami berkumpul di Stasiun Senen, Kami berlima belas. 9 orang akhwat dan 6 orang ikhwan. Masing-masing dari kami membawa keril besar berisi segala macam kebutuhan pendakian.

Rois memimpin doa dan mengingatkan kami untuk meluruskan niat kami selama perjalanan. Bahwa ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi lebih lagi. Sebagia besar di antara kami adalah pendaki pemula. Dan Gunung Prau, dengan ketinggian 2.565 mdpl bukanlah sebuah tempat untuk bermain-main dengan keselamatan.

Jpeg

Pukul 21.00 wib, Kereta serayu membawa kami. Kami dengan hati yang sangat bersemangat sekaligus khawatir. Seperti apakah di Gunung nanti. Mampu kah kami? dan berbagai pertanyaan lain di dalam hati kami. Perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto selama 10,5 jam cukup membuat badan kami pegal2. Sesampai di Purwokerto kami mencarter angkot ke wonosobo. Gunung Prau terletak di kawasan pengunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

adib hasan - DSC_0134

adib hasan - DSC_0161

Bismillah… pukul 2an siang kami sudah sampai di tempat pendaftaran untuk pendakian dan dengan nama Allah, kami berlima belas jalan beriringan. Beberapa menit setelah pendakian sempat terjadi sesuatu, Dini, salah seorang rekan kami mendadak sakit nafas. Kak Nisa yang siap sedia dengan oksigen pun langsung memberikan bantuan. Kemudian teman2 lain berusaha mengurangi bawaan barang di tas Dini. Agar lebih ringan.

Continue reading “LOST IN PRAU”

image

Menjadi bagian dari perubahan!

Daftarkan diri Anda segera! :)

image

Ashabul Kahfi Akademi 2

image

✉Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarokatuuh

Kami dari Ashabul Kahfi yang merupakan unit dari Ar-Rahman Qur’anic  Learning Islamic Center (AQL-IC) mengundang kepada para pemuda (usia 17-40 tahun) seluruh Indonesia pada kegiatan Training Kepemudaan “Ashabul Kahfi Akademi angkatan 2″

Acara akan dilaksanakan sebanyak 8x pertemuan.
Setiap weekend (Sabtu dan Ahad, mabit di AQL-IC)

📅Dimulai tanggal 12 September – 01 November 2015
🏫Berlokasi di AQL-IC Jl. Tebet Utara I No. 40
Jakarta Selatan

📃Materi yang akan dibahas:
Materi Utama:
⏩Aqidah
⏩Ibadah (fiqh keseharian)
⏩Tadabbur Al Qur’an
⏩Ghozwul Fikri
⏩Outbond
⏩Public Speaking

dan Materi Pendukung
⏩Adab-adab Islami
⏩Team work
⏩Kedisiplinan
⏩Qiyamul lail
⏩Entreprenur
⏩Dzikir Pagi Petang

Pembicara:
✏Ustadz Bachtiar Nasir*
✏Ustadz Adian Husaini
✏Ustadz Bendri Jaisyurrahman
✏Ustadz Asep Sobari
✏Ustadz Salim A. Fillah
✏Ustadz Umar Makka
✏Ustadz Akmal Sjafril
✏Ustadz Hendra Hudaya
✏Ustadz Yeri Kusyaeri
✏Ustadz Valentino Dinzi

🚦Untuk pendaftaran
kirim sms ke
✉0857-1941-5558
dengan format
nama_umur_domisili_email

💶Investasi sebesar Rp. 800.001,- ke
Bank BNI Syariah (kode bank: 009)
No. Rekening: 060707-8785
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

🔒Pendaftaran akan ditutup tanggal 12 September 2015

👉Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
👉Arif: 0857-1941-5558
👉Dini: 0878-7874-2234

✊✊”Menuju Kebangkitan Islam”

⛔Peserta terbatas Eksklusif hanya untuk 70 orang, dan info ini telah kami sebar ke ribuan kontak. Jangan tunda! ⛔

*) Dalam konfirmasi

Me and my bestie

Kemarin banget aku melakukan perjalanan panjang dari rumah ke kantor walikota jakarta pusat (ampir 2 jam bro… pdhl udah lewat tol jagorawi)
Yes aku mau ketemu si bestie satu ini. Aku suka kesibukan sendiri. Jadi saat aku sadar udh lost contact ama dia pasti aku langsung berlari mencarinya kemanapun. Kayak waktu dia keguguran dulu itu aku rela desek2an dalam kereta dan panas2an berjam2 demi ketemu ni bocah di ujung kota pamulang nan jauh di sana.

And kemarin itu aku mau ke ancol. Yah setelah 2 bulan aku terkurung di rumah karena sakit. Aku pengen bgt kelayapan. Gak tanggung2 lah.. ANCOL. Dan berhubung dia lagi hamil 6 bulan. Jadi aku hrs jemput. Lagian dari rmh dia (belakang kantor walikota itu) ke Ancol deket banget.

Dan di Ancol kita ngobrol ngobril. Like the old days lah. Ini bestie dari jaman kuliahan dan temen pengajian itu. Jadi udah sama2 tau bgt lah.
Dan aku juga tau banget bgmn cerita dia dan suaminya.
Ah… she looks so damn happy.
Look at her face today!!
Aku gak pernah liat dia sebahagia ini. Ada perasaan lega luar biasa. hahahaa.. Luar biasa!!
Dan dia ngingetin aku tentang beberapa hal juga. Well… she knows me well than well. hehehehe..

I never thought that she will be this happy. I mean I know how finally she decided to marry this man.
Well she said.. Love people just the way they are and you will find more about them. the good ones.W.O.W

She is so good. Live and sounds.

Alhamdulillah.

Ashabul Kahfi Angkatan II

✉Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarokatuuh

Kami dari Ashabul Kahfi yang merupakan unit dari Ar-Rahman Qur’anic  Learning Islamic Center (AQL-IC) mengundang kepada para pemuda (usia 14-40 tahun) seluruh Indonesia pada kegiatan Training Kepemudaan “Ashabul Kahfi Akademi angkatan 2”

Acara akan dilaksanakan sebanyak 8x pertemuan.
Setiap weekend (Sabtu dan Ahad, mabit di AQL-IC)
Continue reading “Ashabul Kahfi Angkatan II”

Insident di hari yang fitri…

Seperti biasa kami lebaran mudik ke Tasikmalaya. Papa, Adek dan saya bawa mobil bergantian. Perjalanan Jakarta – Tasikmalaya 15 Jam. Ruarrr biasaa…

Dan pada hari ke-2 Ramadhan… sudah tradisi kami buat ke cipanas dan ke gunung galunggung. Setelah berendam di air belerang yg hangat dan sejuk. Kami pun naik ke kawah Gunung Galunggung. Cuma adek dan Kakak ipar sih..Yang lainnya males karena emg cukup sangat melelahkan untuk mendaki 600an anak tangga.

Perjalanan balik dari Gunung Galunggung ke Tasik ternyata macet parah. ya udah ya dinikmatin. Kami asik ngobrol2 selama perjalanan yang medannya naik turun itu. Saat sedang rame2nya tiba2… “Bruk…”

aku yang saat itu lg baca terjemah surat alwaqiah dan duduk di sebelah adikku sontak kaget. dan lebih kaget lagi saat sadar mobil melaju dan adekku blm narik rem tangan. Aku langsung menarik rem tangan. Papaku yang pny penyakit darah tinggi langsung naik darah dan panik. Adikku tambah panik dan marah2. Suasana jadi super heboh.

Mobil yang kami tabrak sama2 plat B.

Kemudian kami menepi dan diskusi. Adek dan kakak ipar turun. Kemudian gsk tau bgmn… adek menyerahkan KTPnya. jadi nanti lanjut lagi di Jakarta. Janjian ketemu.

Di rumah suasana mood orang langsung jelek semua. kecuali aku kali ya. aku nganggepnya itu musibah. Alhamdulillah gak ada yang terluka sedikitpun dan penyoknya juga gak parah kok. Walau itu mobilku tapi aku santai aja.

Papa dan adekku terus berargumen. Salah adekku sih gak nurutin Papa. Yah namanya juga ortu ya mau gimana juga kudu diturutin. aku masih diem.aja gak komen. Tapi karena ngeliat adekku yang ngeluh dan ribet banget akhirnya ikutan ngomong deh. Aku bilang ama adekku… Makanya sepandai2 tupai melompat pasti jatuh juga… hihihi… adekku kalo dateng ke runah suka komplain liat baret2 di mobilku. yah wajar aja kali… kalo gak gitu gak belajar dong. lagian mobil sendiri juga. Suka ribet emang ni anak.

Awalnya aku gak mau ikut campur. diem aja. Diemku bukan marah tp karena aku percaya adekku bisa nyelesaiin masalah ini sendiri. Sehari berlalu adekku nasih uring2an. Sampe kami balik ke depok juga. Udah lah langsung aku ambil alih. Aku langsung hubungin sales aku dulu beli mobil. Siapa tau TJH ku masih bisa dipake..Sekarang sih posisi mobilku udah gak asuransi. yah dicoba2 aja. eh ternyata si sales ngotot gak bisa tuh. Ya udah lah. ikhlasin. walo adekku ngomong begitu dan begini.

Aku hubungin bapak2 yang ditabrak oleh adekku.Alhamdulillah orangnya ramah gak nuntut begini dan begitu. selow aja. Selama interaksi bapaknya santai aja. nurut aja aku mau gimana juga.

Akhirnya kami samperin ke rumahnya yang diciputat sebagai niat baik kami. dan saking baiknya kami ngajakin tukeran mobil sementara waktu. Karena mobil si bapak ini asuransi All risk nya baru abis 1 bulan siapa tau msh bs diproses. dan kami juga mau estimasi ke bengkel kalo di benerin berapa.

Jadi selama 2-3 hari kerjaan aku sama adekku adalah bolak balik ke Ciputat yang jauh itu sama ke bengkel. Kalo semua diganti baru kami bs kena 10 juta. aku ajakin adekku 50%. Duh aku baikkk bgt ya jadi kakak. padahal kan adekku yg salah adanya juga dia juga benerin mobil aku yabg bonyok. Tapi adekku gak rela ngeluarin uang segitu. Kami survey ke bengkel2 lain. dan akhirnya dapet yang 4,5 juta di bengkel resmi juga. tpi gak diganti semua. Menghubungi sales mobil beliau juga gak bs. Kasian juga sama bapak ini sbnrnya..Dia ni asuransi tapi gak pernah sekalipun claim. emg itu sales pas nawarin aja manis banget tapi pas udah jd nonsense. Ditelepon aja gak diangkat2.

Continue reading “Insident di hari yang fitri…”

Cerita hafidzah

Umur 82 Tahun, Hafal Al Qur’an

UMMU Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih yang dimuat Majalah Ad-Dakwah di Malaysia.

● Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini? 

Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.

Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.

● Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?

Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP). Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku. Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka. Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.

Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

Bagaimana metode yang Anda gunakan untuk menghafal?

Setiap hari, kami hanya menghafal 10 ayat saja. Pada ba’da Ashar, Kami selalu duduk bersama. Putriku membaca ayat, kemudian aku menirukannya hingga 3 (tiga) kali. Setelah itu putriku menerangkan makna dari ayat-ayat yang Kami baca. Lantas membaca kembali ayat-ayat tersebut hingga 3 (tiga) kali.

Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah putriku mengulangi ayat-ayat tersebut untukku. Tak cukup itu saja, saya pun menggunakan tape recorder untuk mendengar murattal Syaikh Al-Hushairi, dan aku mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Aku pun mendengar murattal tersebut pada sebagian besar waktuku.

Kami menetapkan hari Jum’at, khusus untuk mengulangi kembali ayat-ayat yang kami hafal selama satu pekan. Demikian seterusnya, saya dan putri bungsuku selalu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara tersebut.

● Kapan Anda selesal menghafal seluruh Al-Qur’an?

Kira-kira 4,5 tahun berjalan aku sudah hafal 12 Juz dengan cara yang telah saya sebutkan. Kemudian putriku pun menikah. Ketika suaminya mengetahui kebiasaan kami, dia pun mengontrak sebuah rumah yang dekat dengan rumahku untuk memberikan kesempatan kepadaku dan putriku untuk menyempurnakan hafalan kami.

Semoga Allah membalas kebaikan menantuku dengan kebaikan yang lebih baik. Dialah yang selalu menyemangati kami, bahkan terkadang dia menemani kami untuk menyimak hafalan kami, menafsirkan ayat-ayat yang kami baca, dan juga memberikan pelajaran-pelajaran berharga kepada kami.

Tiga tahun kemudian, putriku tersibukkan dengan urusan anak-anaknya dan pekerjaan rumahnya. Sehingga tidak bisa melazimi kebiasaan yang telah kami jalani. Putriku pun merasa khawatir hafalanku menjadi terbengkalai. Maka, putriku pun mencarikan untukku seorang ustadzah agar dapat menemaniku menyempurnakan hafalanku.

Dengan taufik Allah Azza Wajalla aku pun telah purna menghafalkan seluruh Al-Qur’an. Semangat putriku pun masih membara untuk menyusulku menjadi hafizhah Al-Qur’an. Bahkan, tidak mengendur sedikit pun.

● Cita-cita Anda sangat tinggi, dan Anda pun telah mewujudkannya. Siapakah sosok wanita di sekitar Anda yang selalu mendukung Anda?

Motivasi saya telah jelas dan terang. Putri-putriku, juga para menantu perempuanku pastinya selalu mendukungku. Walau hanya satu jam, kami sepakat untuk mengadakan pertemuan sepekan sekali. Dalam pertemuan itu kami menghafal beberapa surat, dan saling menyimak hafalan. Terkadang pertemuan itu pun macet. Tetapi kemudian mereka bersepakat kembali untuk bertemu. Saya yakin, niat mereka semua sangat baik.

Tak ketinggalan pula, cucu-cucu perempuanku yang selalu memberikan kaset-kaset murattal Al-Qur’an. Hingga aku pun selalu memberi mereka bermacam-macam hadiah.

Awalnya, tetangga-tetanggaku juga tidak simpatik dengan cita-citaku. Mereka selalu mengingatkanku betapa sulitnya menghafal di usia yang daya ingatnya telah lemah. Tetapi ketika mereka melihat kebulatan tekadku, akhirnya mereka pun berbalik mendukung dan menyemangatiku. Ada di antara tetanggaku yang juga ikut tersulut semangatnya untuk menghafal, dan sedikit demi sedikit hafalannya pun mulai bertambah.

Ketika tetangga-tetanggaku mengetahui bahwa aku telah purna menghafal seluruh Al-Qur’an, mereka pun sangat berbahagia. Hingga kulihat air mata bahagia menetes di pipi mereka.

● Sekarang, apakah Anda merasa kesulitan untuk muraja’ah (mengulangi) hafalan?

Saya selalu mendengarkan murattal Al-Qur’an, dan menirukannya. Demikian juga ketika shalat, saya selalu membaca beberapa surat panjang. Terkadang pula saya meminta salah seorang putriku untuk menyimak hafalanku.

● Di antara putra-putri Anda, adakah yang juga hafizh seperti Anda?

Tak ada satu pun dari mereka yang hafal keseluruhan Al-Qur’an. Tetapi, insya Allah mereka selalu berusaha mencapai cita-cita menjadi hafizh. Semoga Allah menyampaikan mereka pada hal tersebut dengan bimbingan-Nya.

● Setelah hafal Al-Qur’an, tidak terpikirkan untuk menghafal hadits?

Saat ini, saya telah hafal 90 hadits, dan saya tetap berkeinginan untuk melanjutkannya, Insya Allah. Saya menghafalnya dengan mendengarkan dari kaset. Pada setiap akhir pekan, putriku membacakan untukku 3 (tiga) hadits. Sekarang, saya telah mencoba untuk menghafal hadits lebih banyak lagi.

● Setelah kurang lebih 12 tahun Anda disibukkan dengan menghafal Al-Qur’an, perubahan apa yang Anda rasakan dalam kehidupan Anda?

Benar, saya merasakan perubahan yang mendasar dalam diri saya. Walau sebelum menghafal–untuk Allah segala pujian—saya selalu menjaga diri untuk senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah disibukkan dengan menghafalkan Al-Qur’an, justru saya merasakan kelapangan hati yang tak terkira, dan sirnalah seluruh kecemasan dalam diriku. Saya pun tidak pernah menyangka akan terbebas dari perasaan khawatir terhadap urusan-urusan yang menimpa anak-anakku.

Moral dan spiritku benar-benar terangkat. Hingga aku pun rela berpayah-payah untuk mewujudkan kerinduanku dalam mewujudkan cita-citaku. Inilah nikmat terbesar yang diberikan oleh Sang Khaliq Azza Wajalla kepadaku sebagai wanita tua, suami pun telah tiada, dan juga anak-anaknya pun mulai berkeluarga.

Di saat wanita lanjut usia lainnya terjebak dalam angan-angan dan lamunan. Tetapi aku —segala puji hanya untuk Allah— tidak merasakan hal yang demikian. Saya benar-benar tersibukkan dengan urusan besar yang memiliki faedah di dunia dan akhirat.

● Ketika itu, apakah Anda tidak berpikir untuk mendaftarkan diri pada sebuah pesantren penghafal Al-Qur’an?

Pernah beberapa wanita yang mengusulkan kepadaku, tapi saya adalah wanita yang terbiasa untuk berdiam diri di dalam rumah dan jarang sekali keluar rumah. Alhamdulillah, karena putriku telah mencukupi segalanya dan membantuku dalam segala urusan. Sungguh, putriku benar-benar tidak ada duanya. Aku pun telah banyak mengambil pelajaran darinya.

● Apa saran Anda kepada wanita yang telah lanjut usia, dan menginginkan untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an, tetapi terhalang oleh rasa khawatir dan merasa tidak mampu untuk melaksanakannya?

Saya katakan, “Jangan berputus asa terhadap cita-cita yang benar. Teguhkanlah keinginanmu, bulatkan tekadmu, dan berdoalah kepada Allah di setiap waktu. Kemudian, mulailah sekarang juga. Setelah umurmu berlalu dan kau curahkan seluruhnya untuk memenuhi tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak, dan mengurus suami. Maka sekarang saatnyalah Anda memanjakan diri. Bukan berarti kemudian memperbanyak keluar rumah, memuaskan diri dengan tidur, bermewah-mewah, dan banyak beristirahat. Tetapi memanjakan diri dengan amal shalih. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon khusnul khatimah.

● Nasihat Anda terhadap para remaja?

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Nikmat Allah berupa kesehatan, dan banyaknya waktu luangmu, maksimalkanlah untuk menghafal kitab Allah Azza Wa Jalla. Inilah cahaya yang akan menyinari hatimu, hidupmu, dan kuburmu setelah engkau mati.

Jika kalian masih memiliki ibu, bersungguh-sungguhlah dalam membimbingnya menuju ketaatan kepada Allah. Demi Allah, tidak ada nikmat yang lebih dicintai seorang ibu kecuali seorang anak shalih yang mau menolongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.

[Koin untuk penghafal qur’an]

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Baskerville Theme.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers