Posted in Family, friendship

HOPE a.k.a Harapan

Seperti biasa, si sobat ngajakin janjian makan siang bareng, “Mbak, aku butuh siraman rohani.” halah, emangnya taneman??? ihihi…

Yes, maka siang itu aku makan sayur pepaya  + singkong + tauge + balado telor ceplok, gak pake nasi. Si sobat itu sebut saja namanya Ani, dia pesan tempura + sayur pepaya, plus nasi. aku gak makan nasi, karena pagi tadi udah sarapan roti (duh, nyesel bangetttt) fyi, berat badanku naek lagi….!! hmmmzzzzz

“Mbak, tubaku udah diambil dua2nya, ovariumku tinggal sebelah…” ok, aku yang lagi menikmati sambal goreng plus telor ceplok balado ini, merasa mataku spontan berair. Deim. Astaghfirullah… ternyata itu rahasia nya selama ini? yang membuat dia bolak-balik ketemu sub fertilisasi, akupuntur, fisioterapi dan kemarin sempat mau bayi tabung tapi gagal??? Makanya dia selalu bilang aku ini masih beruntung. yesss, sel telur yang bandel ini msh membuat aku merasa beruntung karena aku gak ada masalah dengan tuba dan rahim. aamin.. aamiin.. smg bisa begitu terus. Si sobat udah 2x laparoskopi! sedangkan aku aja masih maju mundur buat ovarian drilling yang akhirnya pak suami tidak mau, karena memiliki efek samping mengurangi sel telur. Padahal AMH ku tinggi, cadangan telorku banyak!

Aku ambil tissue, spontan. Aku mau nangis. Tapi aku gak boleh nangis depan sobatku yang sedang berusaha bangkit ini. Dia lagi stress, gak usah ditambahin stress dengan tangisan meraung-raungku, maka aku hanya mengusap mataku sebentar, “astagfirullah, aku pengen nangis dengernya, Ani.” gitu aja yang terucap dari mulutku. Dan selanjutnya aku hanya mendengarkan ceritanya, kisahnya, semua pertemuan dengan dokternya selama ini. Perjuangannya mengendalikan stressnya.

Continue reading “HOPE a.k.a Harapan”

Posted in Family, spouse

Kamu, Duniaku

Blog ini cm blog menye-menye,gak ada penting2nya deh, kecuali buat diriku sendiri. Aku suka menulis kejadian sehari-hari, tanpa edit, tanpa berusaha tampil baik. #eaaa…

Buat separuh jiwaku,

Maaf kan egoku

Maaf kan segala kekuranganku

Aku gak bisa, gak bisa kalo gak ada kamu.

Kamu adalah pusat rotasi hidupku.

Kamu adalah jalanku menuju surga

Aku sudah luluh olehmu…

tapi aku sadar, cintaku padamu belum membuatku menjadi orang yang lebih baik. Sifat cuek dan egoku sering sekali tampak saat bersamamu. Kamu selalu dahulukan kepentinganku. Tapi karena aku keasikkan dengan kondisi tersebut, aku sering lupa bahwa kepentinganmulah seharusnya yang berada di atas kepentinganku.

Continue reading “Kamu, Duniaku”

Posted in Family

Sosok yang menginspirasi di perusahaan petir

PLN…

Tempat aku belajar, kupikir ini hanya tentang karir, tapi tidak, lebih, lebih lagi. Aku belajar kehidupan, di sini.

Setiap aku mendengar kata PLN, seolah-olah aku keluar sejenak dari diriku, dari nyawaku, dari hatiku. PLN… Nama yang tidak asing di telingaku, karena sejak kecil aku kenal banyak tetanggaku yang bekerja di perusahaan petir ini. Mungkin hal itu yang tersimpan dalam ruang bawah sadarku dan kemudian membawa diriku juga masuk ke dalam barisan di perusahaan ini.

Tapi aku tidak ingin cerita bagaimana aku bisa bergabung di perusahaan ini,

Aku ingin menceritakan tentang seseorang, seseorang yang selalu kurindukan hadirnya setiap kali aku ingat lambang petir.

Tahun 2009, Siang itu, aku yang baru saja sampai dari Palembang (Kantor induk PLN WS2JB), sampai ke Kota Jambi. Alhamdulillah, teman-teman seangkatan yang sudah terlebih dahulu sampai dan sudah mencarikan aku kost, dan mereka menjemputku di Kantor PLN Area Jambi (Dulu namanya Cabang Jambi). Aku pada kalian, kosthood (Salam kangen, Ast, Fajar, Gumay, Robby dan Aneu, yang menyusul kemudian)

Lalu, selesai berkenalan dengan teman-teman Area Jambi yang begitu hangat menyambutku, aku kemudian diantarkan ke ruangan bagian distribusi, Bang Lingga waktu itu mengantarkan aku bertemu dengan Asmen Distribusi saat itu, namanya “Joko Suripto”, setelah mengenalkan diri, Akupun bersalaman. Dingin, itu yang Aku rasakan. Bapak ini tidak tersenyum, tidak hangat. Hanya dingin. Tapi beliau sempat berucap. “Ya, selamat bekerja”. Itu saja. Oh great, ini seseorang yang akan menjadi atasan Aku, akan menjadi mentor Aku selama Aku menjadi OJT. Dan akupun memulai masa on job trainingku.

“Siti, kamu pernah gak sih berpikir bagaimana cara nya PLN mengamankan aset perusahaan? Apa kamu yakin tiang-tiang listrik itu tidak pindah lokasinya? Jangan-jangan tiang-tiang listrik itu berpindah-pindah.” Jelasnya siang itu membombardir aku yang kala itu sudah sebulan bergabung di dalam barisan.

“Aku tuh pengen banget ya, bikin program IT yang bisa menghitung semua aset PLN secara real lengkap dengan lokasinya.” ucapnya lagi. Amazing.

Aku waktu itu baru tahu juga kalau ternyata perusahaan ini belum memiliki pemetaan asetnya secara real. Selama ini aset hanya ada di laporan ITB (Inventarisasi Teknik) yang dibuat setiap bulan berdasarkan kontrak pekerjaan bulanan. (Pada saat tulisan dibuat, saat ini pemetaan aset secara digital sudah terealisasi di sebagian besar wilayah Indonesia oleh PLN.) Beliaulah penggagas pemetaan Gardu Distribusi secara digital di PLN WS2JB.

Ah tapi sayang sekali, saat itu aku gagal. Aku tidak bisa membuat program yang beliau minta dan arahkan. Tapi tidak berhenti di situ, beliau menantangku yang lain lagi, belajar radio komunikasi. Aku harus membelah antar sungai di area jambi untuk memeriksa radio dan antena yang terpasang.

Saat itu, PLN Area Jambi, terdiri dari 6 rayon, dengan total 28 kantor jaga (kaja), dimana beberapa lokasi Kaja hanya dapat ditempuh dengan menggunakan perahu. Dari beliau Aku belajar bagaimana membuat sambungan konektor repeater dan radio base yang benar, Aku belajar bagaimana saja itu bentuk konektor, dari konektor BNC, female RG-8, RG 5/8, Male RG-8, BNC, BNC RG8. Aku belajar mengupas kabel RG8 dan Kabel Heliax menggunakan cutter. Konvensional. Tapi Aku jadi paham. Aku belajar bagaimana mensetting radio via software menggunakan kabel data yang kadang mau nyambung, kadang tidak. Aku belajar membuat surat permohonan perijinan siaran radio / ISR ke Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kominfo dan mengurusnya ke PLN Pusat. Terkadang Aku harus berangkat sendirian memasang radio atau antena. Tapi alhamdulillah Aku tidak pernah memanjat menara antena radio sendiri🙂

Kalau Aku melakukan kesalahan, Aku harus selalu siap kena omel, namun dari situ Aku belajar mengoreksi diri Aku sendiri. Dan waktu itu Aku yang masih jomblo sering kena petuah bagaimana mendapatkan suami yang baik, “Agamanya harus baik dan juga harus pengertian dengan pekerjaan kamu yang sering menuntut bekerja di luar jam kerja Senin-Jum’at, Jam 7.30 – 16.00.” dan beliau selalu mengingatkan juga agar tidak galau, “”Rejeki, jodoh dan maut itu diatur oleh Allah, ti..” hal itu mampu membuat diriku lebih tegar menjadi seorang perantau di negeri seberang sumatera, bernama Jambi.

Bekerja dengannya, tidak kenal hari sabtu dan minggu, kalau memang harus berangkat ya berangkat. Ruang kerjanya lebih mirip ruang laboratorium ngoprek seperti Aku di kampus dahulu daripada ruangan seorang pejabat sekelas asman jaringan. Waktu itu, hari sabtu,  beliau mengajak Aku dan seorang sopir (padahal beliau yang nyopirin kami lho) untuk berangkat memeriksa antena di lokasi kantor jaga, karena Akunya lelet, Aku ditinggal coba :(

Aku ingat nasihatnya saat Aku sedang merasa sedih dan pusing dengan permasalahan unit, “Kamu gakkan pernah jadi pejabat kalau kamu cengeng begitu.” Deg, bukannya Aku pengen jadi pejabat ya, tapi Aku dibilang cengeng oleh beliau yang bikin Aku sedih. Ah bahkan Aku tidak boleh menangis.

Saat Aku sedang dalam perjalanan dinas ke palembang dan travel yang Aku naiki menyenggol mobil sehingga terpaksa kami harus berurusan dengan polisi, beliau mengutus kenalannya di Palembang untuk jemputku dan antar sampai tujuan.

Beliau gak pernah manjain Aku, Aku pernah disuruh berangkat ke Palembang malam itu juga (Jarak Jambi – Palembang adalah sekitar 276,9 km atau 6-7 jam perjalanan) untuk mengantarkan makalah inovasi dikarenakan deadline nya adalah besok dan Aku lupa mengirimkannya ke panitia penyelenggara di Kantor Wilayah.

Saat terjadi musibah gempa menimpa sebagian besar Sumatera Barat di Tahun 2010, sore itu juga beliau bersama pasukan Tim PDKB PLN Area Jambi berangkat ke lokasi musibah dan menjadi PLN pertama yang sampai ke lokasi dan memberikan bantuan selama 3×24 jam tanpa istirahat.

Aku memang selalu deg-degan saat berurusan dengan beliau, karena Aku selalu takut kena marah. tapi Aku sadar, tujuan beliau adalah selalu untuk mengajari Aku. Tapi bukan berarti Aku tidak bisa mengemukakan pendapat, saat kami berdebat, Aku selalu diberikan ruang untuk mengemukakan pendapatku. Dan yang ada kami saling jengkel satu sama lain. tapi alhamdulillah, semua itu hanya pertengkaran antara ayah dan anak saja. yang tidak selang berapa lama akur kembali.

Sebagai seorang Asman Jaringan, beliau selalu terdepan menangani gangguan listrik. HT bagi beliau sudah seperti istri pertama, dan selain HT, di rumah dan di mobilnya pun selalu stand by radio base. Istri dan anak beliau sudah sangat memaklumi pekerjaan beliau yang menuntut beliau untuk selalu stand by 24 jam. Kami bawahannya senang menjadi bawahannya, karena walaupun kami sering dimarahi tapi kami sadar itu sebagai pembinaan bagi diri kami sehingga dapat belajar banyak dan menjadi insan PLN yang dapat menjalankan amanah rakyat, yaitu dapat menerangi negeri ini.

Hampir di setiap pekerjaan lapangan, beliau langsung turun tangan. Termasuk saat pembuatan grounding yang akan digunakan sebagai menara antena repater. Saat itu beliau langsung ikutan masuk menggali lubang stick grounding, sampai kami tidak bisa membedakan  yang mana Asman, yang mana Outsourcing, karena beliau hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.

Dua tahun menjadi anak didiknya di Jambi, beliau kemudian mutasi menjadi Asman Jaringan di Area Palembang, namun urusan kami tidak selesai di situ. Kami tetap intens komunikasi, termasuk saat Aku mengajukan ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini dikarenakan suatu permasalahan dan beliau menasehati Aku bahwa nyari pekerjaan itu tidakmudah hari gini. Jadi katanya jangan asal pengen mengundurkan diri saja yang malah akan menyebabkan permasalahan baru.

Awal Tahun 2014, Aku dengar tahun itu beliau akan berangkat haji, dan solat beliau sudah lebih rajin. Aku bahagia sekali mendengarnya. Aku sujud syukur. Allah telah beri ia hidayah. Terima kasih ya Allah….

Saat di Palembang, beliau masih memonitor pekerjaanku di Jambi dan tak segan datang ke Jambi untuk membantuku menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat aku selesaikan untuk trouble shooting antena radio komunikasi, padahal saat itu beliau sedang sibuk mengawasi pekerjaan persiapan Sea Games 2011 yang juga mengambil lokasi di Stadion Jakabaring, Palembang.

Aku dengar-dengar beliau sudah naik jabatan menjadi Deputi Manajer di Wilayah S2JB, maka setiap kali Aku dinas ke WS2JB Aku selalu sempatkan diri bertanding ke ruangannya, hanya sekadar menanyakan kabar dan berdiskusi, dari hal penting ke hal tidak penting. Bagi Aku, beliau adalah ayahku di perusahaan ini. Dan hubunganku juga baik dengan istri dan anak-anak beliau.

Bulan Mei 2014, Aku dengar beliau sakit. Masuk rumah sakit. Aku mulai cengeng. Hatiku merasa tidak enak. Entah apa itu. Aku tidak sempat menjenguknya di Palembang, dikarenakan waktu itu sudah masa-masa Go-Live SAP, yang sangat menguras tenaga, pikiran dan waktu.

Pertengahan tahun 2014, sore hari..

waktu itu hari minggu, saya sedang di kontrakan, tetiba sebuah sms menghampiri telepon genggam saya, “Ti, Pak Joko meninggal..” . Innalillahi wa inna ilaihiroji’un…

Saya saat itu hanya terdiam. Bingung. Sedetik kemudian, saya menelepon seseorang, “Apakah benar berita tersebut?” ternyata benar. Saya lemas. Saya harus bagaimana?

“Ti, mau berangkat ke palembang?” Orang itu berkata, “Iya, Pak, saya berangkat.”
Kemudian malam itu kami rombongan 3 mobil ke Palembang.

Sampai di rumah duka jam 2 pagi, saya lemas, Bapak…..

Selama di rumah duka yang sudah seperti rumah saya sendiri itu, saya banyak menjaga anak beliau yang paling kecil, namanya “Ayu”.

“Mbak Siti, Papa kan sudah meninggalkan. Tapi katanya ayu jangan sedih.” Ucap gadis kecil cantik dan lucu berusia 6 tahun itu.

Ah, nak… kamu saja bisa tegar, saya pasti juga bisa.

Selamat jalan, Bapak…

Terima kasih (Alm) Pak Joko Suripto, Insan PLN yang sangat berdedikasi tinggi terhadap perusahaan listrik ini. Membina kami yang masih belajar dan jauh dari orang tua.

Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik… Aamiin ya robbal alamiin.

FB_IMG_1475728045786.jpg

Siti Mulyanah Rifai

PT PLN (Persero) Area Jambi (2009 – 2014)

PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (2014 – Sekarang)

Posted in Family

Reksadana Syariah

Dikutip dari: sini

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah negara yang sangat berpotensi di dunia perbankan syariah. Setelah bank syariah, muncul investasi berprinsip syariah yaitu reksa dana syariah.

Pada 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan secara khusus mencanangkan Program Tahun Pasar Modal Syariah karena perkembangan reksa dana syariah cukup pesat. Ini membuktikan investasi berbasis syariah sangat mendapat tempat di Indonesia.

Apa itu reksa dana syariah? Yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional apa?

Reksa dana syariah adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal). Dana ini selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam.

Pengertian itu tercantum di situs salah satu bank yang menawarkan investasi reksa dana syariah, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI).

Melihat definisi di atas, reksa dana syariah kurang-lebih sama dengan reksa dana konvensional. Tapi ada yang perlu digarisbawahi, yakni ketentuan dan prinsip syariah Islam.

 

Secara garis besar, ketentuan dan prinsip syariah Islam yakni mengerjakan yang halal dan menjauhi yang haram. Dalam hal investasi reksa dana syariah, dana investasi tak boleh ditanam di perusahaan yang berhubungan dengan sesuatu yang haram. Misalnya:

  • Produsen daging babi
  • Produsen minuman keras
  • Berhubungan dengan judi, pornografi, hiburan maksiat, dan lain-lain.

 

portfolio reksa dana syariah

Portfolio reksa dana syariah beda dengan reksa dana biasa soalnya aturannya juga beda. 

Selain itu, portfolio yang bertentangan dengan ketentuan syariah juga harus dijauhi. Contohnya:

  • Yang bersifat riba
  • Perdagangan barang palsu
  • Mengandung ketidakpastian

Continue reading “Reksadana Syariah”

Posted in Cerita, Family

Mudik

1st day of those kiddos were going to school…

Yep, hari pertama anak2 masuk sekolah, dan aku nekad berangkat dari rumah ke kantor jam 6 teng, ya alhamdulillah sampe kantor nya masih jam 7.30 teng….😀

Dan sore ini mager banget mau pulang…. dalam pikiranku, ini bakalan macet bgt di jalan. Aku lagi maless…less..lesssss….. dengkul jg rasanya udah sakit banget nginjek kopling. Jemput aku pak suami, jemput plisss…. #suaraku_melewati_selat_sunda

Macetttt ajah jalanan. Ya udahlah ya nunggu maghrib di kantor aja baru cus. Masih ada sekitar 30 menit lagi nih menuju maghrib. Ngapain dong? liat2 lazada udah..#eh, buka fb di kantor kagak bisa, padahal banyak yang mau aku liat nih…. si kakak lagi ngajarin fb ads. ya udah ya, jadi fakir kuota gini dong…. HP lagi dicharge…

Sooo… kita ngeblog ajah… #okeh, jadi blog cm pelampiasan kebosanan? oke, fine! :p

Aku sebenarnya kangen juga nulis di buku diary, semenjak satu kerdus diary ku dari jaman smp sampe kuliah dibuang dong sama ortuku, huhuhu.. tidak berkepri-ABG-an banget lah. Emang sih sifat alayku sudah terasah dengan baik sejak jaman SD, tapi kan lumayan itu diary bikin cengengesan gak jelas… ah mungkin aku akan lbh banyak malu ngeliat kelakuan ABG-ku. maafkanlah. gak ada keren2nya.

Aku mau cerita tentang the AMAZING FIRST MUDIK keluarga kecil kami aja deh.

So……… kebetulan dinas ke palembang, aku lanjutlah dengan ke Jambi, cuti H-7 lebaran.. bahahaha…. Selama di jambi, jadi istri yang baiklah ya, Masak sahur dan masakan berbuka. Ah, aku suka sekali melayanimu, Pak Suamiku. Semoga Engkau ridho dan Allah membukakan pintu surgaNya untukku. Aamiin…Allahumma aamiin…

Perjalanan mudik kami dimulai tanggal 1 Juli 2016, hari jum’at malem. Suamiku yang ganteng, mulai packing2. Aku dari awal  udah bilang, kalo aku akan mendokumentasikan semua perjalanan kami. Maaf ya sayang, semoga kamu lebih sabar sama sifat alay istrimu ini. Saya rekam pas beliau packing dan beliau terlihat agak bete. Ya iyalah bete, bukannya bantu packing aku malah sibuk ngerekam dan upload ini itu…. hehehe, mana bawaan banyak bangettttt… punten ya sayangku.

Dari jambi ke Kerinci naek travel, Namanya Travel Gunung Kerinci. Aku duduk samping suamiku #ya iyalah. Ini perjalanan terlama kami sebagai suami istri, 10,5 jam booo! dan aku sukses tidur selama perjalanan… #toyor_kepala_sendiri. Sabar sekali lagi ya sayang, istrinya tukang molor gitu.

Pas Istirahat solat subuh, aku pun mulai menggigil… Oh God, dingin beutttttt!!! Alhamdulillah, kami sampai ke kerinci jam 7 pagi. Disambut ibu mertuaku yang cantik sekali berjilbab warna pink. Sampe rumah apalagi kalo bukan,, tidur? Yes, suamiku kan baru tidur abis subuh, kalo aku udah kenyang tidur, tapi gpp sih nemenin tidur lagi… #tukang_molor. Hari pertama emang list nya hanya istirahat saja dan ngobrol2 gitu sama keluarga.

Tapi ada kejadian yang bikin aku gmn gitu, jadi aku kan gak boleh taraweh di rumah, iya semenjak nikah aku solat selalu di rumah, suami yang baik hati ini ingin istrinya melakukan hal yang utama ketimbang solat di masjid gitu, yaitu solat nya di rumah🙂 Nah, selesai solat isya, aku kan selonjoran dulu di sofa gitu. Terdengarlah suara speaker dari masjid sebelah dimana si suami solat. Ibu mertua udah ngajakin aku taraweh di masjid, tapi aku menolak dengan halus, dan bilang, bahwa pesan abang, saya solat nya di rumah saja, kebetulan adek ipar perempuan jg solatnya di rumah, jadi ada temennya.

Dari speaker masjid biasalah ya, terdengar pengurus masjid mengumumkan ini itu, dan aku langung mengernyitkan dahiku pas dengar, “penceramah kita malam ini ustadz rival”, hmmm… “banyak amat nama rival di sini” ucapku dalam hati. Dan kemudian, beberapa saat kemudian, terdengarlah suara seorang pemuda… dan eng ing eng… aku antara bingung atau gimana gitu, itu suara suamiku… iya! itu suamiku yang ceramah! ini beneran gak sih? bukannya apa2, suamiku kalo depan aku itu kalem bgtttt..  ngett.. ngettt… suamiku ustadz?? beneran? jadi selama ini aku menikah dengan seorang ustadz? lah… ndilalah banget. Dari dulu pengen nikah sama ustadz, tapi kata kakakku, klo nikah sama ustadz jadi istri kedua. dweng.. dweng…

Aku senyam-senyum sendiri dengerin beliau ceramah yang sekitar 15 menit itu mengenai rasa bersyukur. Iya, aku bersyukur, sayang!!!! bersyukur bgt.

Kakak iparku bilang, “Kalau dia pulang, selalu ditunjuk jadi penceramah di sini.” hmm.. aku ngangguk2…. lah suamiku pulangnya ke kerinci setaun sekali setauku. Kebanggaan nian suamiku ini ya.

“Dari SMP abang tu ngisi ceramah…” ucap adek iparku, melihat wajahku yang terlihat mungkin bingung, mungkin senang, mungkin serius nyimak ceramah suamiku.

Selesai taraweh munfarid dll, aku ngobrol2 sama suami dan beliau kaget aku dengerin beliau ceramah.“Loh, neng kan solatnya di rumah.” katanya. “Iya, tanya pensi (adik_ipar_red), neng solat di kamarnya kok, tapi speakernya kedengeran sampe luar masjid”, dan aku liat muka suamiku gak nyaman. Duh, segitu jaimnya ama istri sih abang. Kata abang dulu, abang gak suka orang muji2 beliau ini itu, dan upload ini itu di medsos, takut riya katanya. Lah punya istri banci kamera dan status gini gmn dong? ujian ya buat abang… semoga alay saya bisa berkurang ya abangku….

Continue reading “Mudik”

Posted in daily days, Family

Just story of the day

Hari ini udah pasang alarm jam 2 pagi, HP ku dan HP suami. (Tetapi ternyata suami baru masang alarm jam 3 pagi, ngakak aku pas dengernya)

Suamiku mau naek pesawat Garuda jam 5.30 ke Jambi, ada halal bil halal di kampusnya, sekalian packing2 mindah2in barang di kontrakan untuk di titipin ke orang2…hehehe. Yes, alhamdulillah jadi mulai minggu depan suamiku resmi jadi mahasiswa S3 kampus negeri ibu kota. Bye bye LDR!

Setelah bangun jam 2 pagi, aku masak air buat si suami mandi, terus masak nasi putih dan nasi merah (di dua magic jar berbeda, putih buat papa, merah buat aku dan suami) dilanjut dengan membuatkan sarapan suami, dan menyiapkan bekal.

Agak drama pas bangunin si cinta ini, udah di elus2 masih gak bangun, cuma menggeliat, akhirnya otak isengku kumat, aku kelitikin telapak kakinya, dia gak tahan terus dia bilang, “kepala pusing” ya aku pijitin lah sebentar kepalanya, ….. biar agak santai. suami emang tepar banget, ketularan flu dari istrinya. then I said, “U have to wake up or u’ll miss the flight”, 

“This is what happened if u took the 1st flight aku bilang lagi. Karena sebelum memesan tiket, aku udah khawatir… kalo pesawat jam 5.30 artinya harus udah berangkat jam 3 pagi dari Poll Damri Depok (eh Hiba Utama ya), berarti maksimal udah bangun jam 2.30, itupun cuma buat mandi, segalanya sudah siap. Tapi pak suami maunya emang paling pagi, ya udah atuh ya… alhamdulillah sih packing udah siap.

Continue reading “Just story of the day”

Posted in Family

I love spending Times with you

Cinta

Terima kasih Allah
Telah Engkau kirimkan ia untuk menemani perjalanan ini
Semoga surga menjadi muaranya

Dia tidak sempurna
Tapi dia melengkapi ku
Seperti kunci dengan gemboknya

Dia yang jarang bilang I love you
Tapi dari pancaran matanya, aku tau

Beberapa hari yg lalu, aku sudah meminta kepadanya untuk sahur on the road. hehehe aku tau ini aneh. tapi aku mau..Aku ingin berjalan2 di dini hari yg dingin bersama orang yang aku cintai.
Dulu sekali… aku sering sahur on the road sama teman2, sambil berkhayal ada seseorang spesial menemani.
Seseorang yang Allah meridhoi nya. Dan di puasa pertama bersamanya ini, aku pengen merealisasikannya… hehe

Continue reading “I love spending Times with you”