Posted in Uncategorized

Ngebolang

Tanggal 18 April – 24 April 2011, lokasi: Pekan baru, Maninjau, Padang.

Heyyyyyyyyyyyy… dah lama gak cecurhatan dimarih… hehehe…

Beberapa hari yang lalu, aku jalan2… ke beberapa kota, yang baru itu Pekan baru dan Maninjau, eh dan sebagian daerah Padang jg…. 😀

Jadi, ada seorang sobat karib yang menikah di hari Jum’at dan sabtu (22-23 April 2011), eh ternyata ada rapat jg di Pekanbaru tanggal 19 Aprilnya.

Aku berangkatlah hari selasa pagi ke pekanbaru, naek travel. Rp. 190.000,00 / orang (Jambi-Pekanbaru), perjalanan sekitar 12 jam. penginapan, ambil di Hotel Angkasa, ambil kelas standar Rp. 220.000,00 (untungnya untuk perusahaanku dapet diskon 5%) lumayan.. 😀

Hari Rabu rapat sampe jam 4 sore, kemudian gak secara sengaja, aku yang semula berniat naek travel ke padang, ternyata ada beberapa temen yang ikutan rapat yang menuju ke Padang jg, nebeng deh.. Rp. enol.

Perjalanan pekanbaru-padang, 8 jam. Di padang aku nginep di wisma Kemala, Rp. 200.000,00, kelas standar.

Jam 11 baru menuju Maninjau dengan seorang temen, naek travel Rp. 45.000,00, mobilnya kijang krista. Padang – Manijau : 3,5 jam lewat pariaman, kalo lewat bukittinggi: 3 jam.

Di maninjau ini ternyata si Sobat karib persiapannya belum matang, jadi aku bantu2 hias kamar pengantin, bungkus2 sourvenir, bahkan di hari pertama kami bertiga tidur di kamar pengantin… hehehe…

Esokannya, sobat karib yang biasa saya panggil uni itu pun akad nikah… Dan kami sempat ke Danau Maninjau yang indah….

Hari Minggu, resepsi, saya bertugas menjadi penerima tamu dadakan. Tapi sebelum itu, saya menemani Uni dari pagi sampai Uni naek ke pelaminan. Bisa dibilang saya adalah pendamping pengantin wanita… :))

Sorenya, setelah selesai semuanya, saya kembali ke Padang dengan rute melewati Bukittinggi, ke bukittingginya nebeng temen, dari Bukittinggi ke Padangnya naek travel, 2 jam, Rp. 16.000,00.

Malamnya saat di Padang saya dijemput Sahabat karib saya sewaktu Jaman kuliah dulu… rumahnya di sekitar Pabrik Semen Padang, setengah jam dari Padang Kota.

Hari minggu pagi, setelah bermalas-malasan sebentar, kami menuju ke Pantai Air Manis yang ternyata Sobat saya itupun belum pernah ke sana… wah, seru sekali selama di pantai. Di Pantai ini ada batu Malin Kundang, yang lebih seru kami bisa ke pulau dengan menyebrangi pantai… wow… tapi harus nunggu saat air surut dulu, yaitu sekitar pukul 13.00 – 18.00. Nyebrangin laut serasa Nabi Musa.. 😛 sekitar 15 -20 menit. Airnya jernih bgt.. Subhanallah… puassss bgttttt… 😀

Pulang dari Pantai pukul 3, kami makan siang dan cari oleh2.

Pukul 18.00 saya sudah di atas Bis Family Raya, jurusan Padang – Jambi, Rp. 115.00,00.

Sip… seru bgttt…

Berikut adalah poto2nya:

Akad Nikah Uni
Anak Daru
Arak-arakan selama resepsi
Ngebolang


Alhamdulillah, seneng bgt bisa ngebolang dan silaturahmi dengan temen2 di sela2 kerjaan2 yang membludak dan tak kenal henti… xixixixixxie.. *lebay*

Posted in Uncategorized

ngegembel = pasrah

Acara ngegembel kali ini adalah kedua kalinya untukku… pertama waktu tahun 2005, ngegembel bareng RASIS Semarang-Jogja, bertiga tanpa persiapan apa2 dan aku hanya jadi korban mereka… heuheuheu…

Dan Di akhir tahun 2009 ini, ide ngegembel muncul karena ada libur 4 hari, yaitu tgl 24-27… OMG…. panjang bener yak… dan aku males super males buat balik ke jawa…. a.k.a my hometown. Thinking punya thinking, Uni za ngajakin aku ke padang…. Sementara temenku ngajakin mudik bareng ke Jawa.

Aku memutuskan untuk ikut ke padang aja… hihihi… No reason. I just wanna feel another air of this earth… mgkn lagi jenuh jg kali yak…

Dan tiba2 rencana semakin keren karena banyak diskusi sama Elly, the queen of bekpeker *as long as I know. Dia ngasih banyak masukan tempat2 yg kudu ku kunjungi selama di padang… here and that… dan aku jg konsultasi ke seorang temen yg juga seniorku di kampus, yg saat itu di Padang.

Cuaca gak gitu bagus di tanggal 23 Desember 2009, bahkan padang sempat kena gempa klo berdasarkan data di USGS.GOV adalah sebesar 5,9 Sr. Ragu?? pasti… hehehe.. Seharusnya aku berangkat tgl 23 sore itu, tapi karena berkecamuk berbagai pikiran aneh dan ragu, aku pun mencoba menenangkan diri. Berpikir jernih. Kalo memang yang aku takuti adalah kematian, kenapa aku harus takut, bukankah kematian bisa terjadi dimanapun. Lagipula uni za dah kasih tau klo Padang aman2 aja. Sore itu akhirnya aku memesan travel menuju muara bungo, tempat uni za sekarang. Ternyata semua travel penuh. Akupun memesan untuk keesokan harinya, tgl 24 pagi.

Aku cm bawa beberapa kaos dan beberapa celana lapangan. Karena semua bajuku memang belom pada kering, termasuk semua rok. Hujan begitu rajin membasahi jambi beberapa hari terakhir. Aku pakai sendal jepit yang berbalutkan kaos kaki. Hmm.. keknya tampangku cukup meyakinkan untuk jadi backpacker… heuheuheu…

Travel menjemputku pukul 07.30 WIB, dan aku sampai di Muara Bungo pukul 14.00 WIB. Aku sempat istirahat sebentar di kos Uni Za. Setelah mengelilingi muara bungo dan makan soup yang hangat, kami meneruskan perjalanan naek travel ke padang pukul 20.00.

Sampai padang kami di sambut Merry, teman baik Uni, pukul 02.00 WIB. aku langsung terlelap tanpa basa-basi di kamarnya. heuheuheu…

Pukul 06.00 kami langsung berambur ke pantai di daerah tabing yang cm ditempuh jalan kaki sekitar 15 menit. Subhanallah.. aku tercengang. Can’t believe. I miss beach so much… hihi.. *jadi kek orang kampung baru ke kota. Cengok. Banyak perasaan yg gak bisa didefinisikan… ^^ Apalagi pantai ini benar2 masih perawan. Bersih. Sepi. Hanya Kami.

Pukul 09.00 kami langsung bersiap ke Bukittinggi… Memakan waktu 2 jam dari padang ke bukittinggi. Sampai sana jam 11 kami langsung ke Ngarai sianok, lubang jepang yang cukup menyeramkan (karena lampunya saat itu sedang mati), kebun binatang yang disebut Taman Marga Satwa Budaya Kinantan, setelah itu shalat dzuhur dan ashar dijamak di Masjid Raya, dilanjutkan perjalanan ke Jam Gadang….Saat di jam gadang, aku bertemu sahabat lamaku sewaktu kuliah dulu, Nadia Nofrima, I miss her, My room mate selama 2 tahun… hihihi.. tapi  kami gak bisa melepas kangen lama2 karena rima sedang bersama temannya dan rombonganku sendiri memutuskan untuk kembali ke padang saat langit semakin gelap.

Continue reading “ngegembel = pasrah”