Posted in Family

I found you, You found me

U are my imam, chosen by the almighty.

Hai imamku,

Makasih udah warnai hari2 aku

Udah membuat semuanya worthed buat diperjuangkan, dijalani dan dinikmati.

Terima kasih sudah memilihku diantara milyaran wanita di dunia ini

Masih teringat dalam benakku saat pertama kali bertemu denganmu

Aku cuek. Emang sudah sifatku.

Namun hatiku bergedup tak karuan

I found you, You found me
Semoga cinta ini sampai ke SurgaNya. aammiin

 

 

Advertisements
Posted in Family

Comfort Zone

I am in a very comfort zone now. With my lovely hubby who is totally understand me. We are doing things together. He almost never let me do my things alone. xixixixi well, yes it’s a little bit interrupted since I am an introvert person who is someone needs some little space/private times for a while. But I am happy. With someone who really really protect me. and off course I am feeling safe.

Hmmm anyway, it is already 4 days I felt back pain and muscle pain. Sometimes I have to sit back and relax to release my back pain. And feel a little bit nausea. And the worst is I feel contraction in my lower stomach and it is come and go.

I have’t have my period since my miscarriage last month. yesterday was exactly a month since I lost my baby. I cry a little bit yesterday. I miss my kid.. 🙂 but life must go on. I totally believe and put all my trust on Allah SWT. Allah SWT is the best planner in my life. No matter how down I am sometimes, I just believe and become more believe for all Allah’s strength in my life. And the more I realize how I am so depend on Him. I am hoping for a good news that I am pregnant again. I heard my friends who just had miscarriage but already conceive for the next month. Nothing is impossible. I have to eat nutritious food and still do exercise. Hope this time my pregnancy have is the healthy one. insyaAllah. aamiin.

Posted in Family

I am not ready…yet

Saya gak siap menjadi ibu. No judgement! emangnya mudah menjadi ibu??? menjadi ibu itu artinya kamu harus menjadi sempurna, Sempurna untuk suamimu dan sempurna untuk anak2mu.

Apa idealisme saya setelah saya menjadi ibu? saya ingin anak saya menjadi hafidz/hafidzoh, sekolah di sekolah favourite yang kompetisinya sehat, suka olahraga, makan2an sehat dan bergizi, periang, suka tantangan, ringan tangan dan rajin menabung. ini serius???? serius banget!!!

Menjadi ibu itu artinya gak punya obsesi yang berkaitan dengan dirinya sendiri at least sebelum anak2nya mandiri. Obsesi seorang ibu adalah mencetak seorang anak penerus peradaban! Gampang???? YA NGGAKLAH!

Di sisi kemanusiaannya, anak bayi itu katanya rewel. Tapi ada juga yang nggak sih. Mereka suka bangun sesuka2nya, buang air besar sesukanya, teriak2 dan nangis jg sesukanya. Pusing??? ya pusing lah!

Jadi mau saya apa sebenarnya??? ya saya mau menjadi ibu idealisme seperti yang saya inginkan! saya gak mau setengah2! BE IT OR NEVER!

Karena anak itu lah yang akan menentukan orang tuanya mau masuk neraka apa surga.

ya kan??? ya kan??? iyain aja deh.. ini blog aku!

Kira2 anak2 aku bakalan tertekan gak ya? bakalan menyesal udah pernah aku lahirin gak ya???? kesel sama obsesi umminya gak ya??? SEMOGA NGGAK!

aku mau anak aku deket sama akhirat, selalu ngerasa diperhatiin dan disayang sama Allah, lewat umminya, abinya, kakek dan neneknya jg sodara2 muslim dan umat manusia lainnya.

Ini ideal banget ya???? but like the oldies said, bermimpilah setinggi2nya minimal klo gak kesampean kenyataanmu gakkan jauh2 dari mimpi2mu.

Anak2ku sayang,ummi blm siap jadi ibu! itulah  kenyataannya! tp bukan berarti ummi diem aja dan gak berusaha, nak! karena ummi mau jadi ibu idealis versi yang ummi sebutin tadi itu, jadiiii… ini lah beberapa langkah yang akan ummi lakukan.

  1. Belajar masak sehat (abi kann jg suka makan, jadi cocok ya)
  2. Ngelanjutin tahsin di Al Hikmah (InsyaALLAH sampai dapet syahadah)
  3. Mulai menghapal al qur’an lagi
  4. Belajar cara mengajar anak
  5. Belajar mengetahui psikologis anak
  6. Selalu berdoa agak diberikan anak yang soleh/solehah.
  7. Olahraga, dan ketat ber-KF supaya bisa kuat ngurusin kalian, kalian itu merepotkan! hehehe

 

Ya Allah, kabulkanlah. aamiin

Ummi akan menantimu, anak2ku 🙂

Posted in Family

Ujian hidup

Aku baru selesai tabata 4 set, dan mungkin karena hari baru selesai hujan, ini keringetan ngucur deras bangetttt….

anyway, I just lost my baby… 4 days ago. Kalo kata kakakku ini, mendapatkan momongan adalah ujian hidupku saat ini. Ya setelah ujian hidup mencari pasangan hidup sudah terlewati. Begitulah hidup ya. Aku cuma berharap bahwa aku lulus melewati ujian demi ujian ini. Walaupun aku gak tau kriteria kelulusannya apa. Rasa bersyukur dan sabar? Mungkin?

Sekilas saja, Baby A gak bertahan di rahim ibunya ini. Detak jantungnya lemah. Saat pertama kali mendengar detak jantungnya aku bener2 nangis bahagia, tapi dokter bilang detak jantungnya lemah. Ah kalo diingat itu adalah 2 minggu paling aneh dalam hidupku. Moodku aneh. Aku masih ngantor. Tilawah dan dzikir masih aku jaga terus. Lalu hari itu saat jadwal kontrol, FHR of my baby already gone. Panik. Langsung putar arah ke RSCM, ke dokter fetomaternal. Aku hanya berdoa “Ya Allah, jika anak saya masih bisa diselamatkan, maka bantulah kami untuk berusaha semaksimal mungkin, namun jika memang belum rejeki kami, maka mohon lapangkan hati saya dan hati suami saya untuk menerima semua ketentuanMu.

Then, Hasilnya sama. He/She couldnt make it. Allah sayang baby A. Diambilnya kembali. Karena Baby A memang milik Allah SWT.  Allah adalah sebaik2nya pelindung dan penjaga.

Suami saya yang kelelahan saat itu, setelah menyetir dari depok-duren 3-kelapa gading-menteng- duren 3, ilang fokus. Saat itu beliau super kelelahan. Hatinya, energinya, dsb. I know. He was miserable. He wants this kid much more than me.

Tapi aku gak mau bermalam di mobil, aku mau tidur, di kamar. Maka setir aku ambil alih dari pasar minggu ke depok. Aku menangis dalam diam. Ya nangislah ya, namanya juga kehilangan. Kata suamiku, Rasul aja kehilangan anak nangis, apalagi kita yang masih banyak dosa? Well said, beib.

Continue reading “Ujian hidup”

Posted in daily days

Apalah gunanya dunia kalau semuanya kan hilang?

Semalam tadi aku tiba2 berpikir banyak tentang kematian. Tentang pemutus segala kenikmatan dunia. Aku tiba2 sesak.

Dalam bayangku aku berada dalam liang lahat, kegelapan dan ketakutan. Astaghfirullah. Sungguh aku merasakan ketakutan. Ingin aku teriak manggil2 nama suamiku, buat selamatin aku, namun tidak ada yang mampu mendengar, tidak juga suamiku.

Dalam setahun ini banyak musibah kematian terjadi. Di komplekku ada beberapa orang, bahkan ada yang usianya hanya 1 tahun di atasku. Dilanjut Pamanku, Nenekku dan terakhir adalah uwaku (meninggal tepat malam takbiran)

Aku? Aku kapan???? Yakin aku sanggup menghadapi sakaratul maut yang rasanya seperti ada kawat berduri yang berusaha ditarik dari tenggorokan??? Apa aku bisa selamat dari pertanyaan malaikat munkar nankir??? Apakah aku bisa melewati jembatan sidratul muntaha??? :(((((((((((((((((((((( Ya Rabbi…….. kenapa aku merasa takut sekali.

Aku merasa takut sekali. Takut sekali. Aku paling takut air, karena aku tidak bisa berenenang. Mungkin rasanya seperti itu ya, seperti ingin tenggelam. dan tidak bisa bernafas.

Beberapa waktu lalu saat kunjungan Dr Zakir Naik , banyak hal yang mengusik alam sadarku. Termasuk video2nya. hal ini sempat mengusik dahsyat alam sadarku. Saat seorang atheis bilang, “Kenapa tuhan menghidupkan kita dan memperlakukan kita sesuai kehendaknya?”seorang zakir naik menjawab, “Ini bukan pilihan kita. kita tidak memilih dilahirkan menjadi manusia… dan ya kita jalani saja. Sayapun tidak pernah merasa mendaftar ingin menjadi manusia. Karena ingatan kita akan kejadian itu sudah dihilangkan oleh Allah, QS: Al A’raf: 72.

Saat belum bisa tertidur aku termanggu, menatap suamiku yang sedang sibuk dengan tugasnya. “Apakah engkau ridho akan aku, suamiku?” tapi aku tidak mampu menanyakan begitu, aku hanya bertanya2 berkali2 dalam hatiku. Mampu kah ia mendengar suaraku?
Surga seorang istri ada di suaminya. Dan sungguh aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa orang satu ini. Aku ingin kelak di akhirat berjumpa kembali dengannya. Dengan ia yang telah menjagaku selama ampir 2 tahun ini.

Aku berpikir, berpikir lagi. Banyak sekali kesalahanku kepada diriku sendiri, kepada Tuhanku dan kepada orang2 sekitarku selama aku bernafas dan lahir, kepada orang tuaku, kepada saudara2 dan temen2ku, juga kepada suamiku.

Apakah amalku cukup untuk menyelamatkanku dari panasnya matahari di padang masyar kelak????

YA RABBI…. aku takut sekali…….

Ridhokah Engkau akan diriku ini ya Rabb…???? :((((((

 

 

 

Posted in Family, Kesehatan

VCO homemade

Udah lama sih ya sebenarnya liat proses VCO homemade seliweran di beranda FB. tapi belum tergugah aja minum beginian.

Ini bermula dari aku yang secara gak sengaja beli VCO waktu lagi dinas di semarang. Beli di Gelael, Mall Simpang Lima bareng sama temenku. Karena aku lagi berencana ikutan keto-fastiosis sih.

Apakah VCO itu, aku juga kurang paham. Cuma di keto itu amunisi wajibnya VCO sama teh hijau. Jadi ya beli aja padahal blm yakin mau ikutan keto.

Tapi sudah 2 minggu ini aku minum VCO (yg artinya aku jg udah 2minggu kf), yang aku rasakan sendiri manfaatnya. Kulit muka jadi lebih bersih, Berat badan turun dll. Jadi atas inisiatif dari suamiku, kami memutuskan mencoba membuat VCO sendiri. Aku sendiri mengkonsumsi VCO seminggu 250ml. Itu pernah beli yang mahal, pernah beli yang murah. Ya pada dasarnya sama aja selama VCO mah. Yang membedakan cuma proses penyarinngannya berapa kali aja kayaknya *cmiiw

Ok, aku sama pak suami beli santan kental di pasar. Karena baru percobaan pertama, kami belum mau beli banyak2 dulu.

Cara2 bikin VCO sendiri aku dapetin dari halamannya Kami Kongsi, page buatan orang malaysia tentang kesehatan modern gitu.

Nah, ini lah yang kami lakukan.

  1. Beli santan kental sebanyak 2 kelapa di pasar agung, depok 2, jawa barat
  2. Taroh di sebelah kulkas selama 24 jam (cari daerah yang hangat), biarkan santan berfermentasi *fermentasi dilakukan oleh bakteri baik
  3. Setelah itu masukkan ke dalam freezer selama 3-4 hari.
  4. Keluarkan dari freezer dan biarkan mencair
  5. Setelah itu akan tercipta 3 lapisan. Lapisan paling bawah, cairan itu dibuang aja. dan masukkan kembali sisanya ke dalam kulkas selama 2 jam
  6. Kemudian keluarkan dan cairkan kembali.
  7. Keluarkan cairan lagi kalo masih ada.
  8. Siapkan corong yang sudah disumpal kapas dan tissue (usahain tissue dapur, jgn pake tissue toilet!!)
  9. Setelah cair menyeluruh, masukkan ke dalam wadah
  10. Saring minyak tersebut dengan menggunakan corong
  11. Aku yang waktu itu gak punya corong, jadi aku bikin corong sendiri dari kepala aqua bekas yang gak kepake…kwkwkwkw
  12. biarkan minyak VCO keluar setetes demi setetes.
  13. Dari 2 kelapa ini, kami menghasilkan VCO kurleb 150ml. Kami tinggalkan seharian. *lumayan kan
  14. Btw harga santan 1 kelapa di sini 8rb rupiah

Kalau mau googling, manfaat VCO banyak banget dan ini bener2 obat natural. So, gak ada salahnya dicoba! 🙂 back to nature.

Ini potonya

vco