Posted in daily days

Apalah gunanya dunia kalau semuanya kan hilang?

Semalam tadi aku tiba2 berpikir banyak tentang kematian. Tentang pemutus segala kenikmatan dunia. Aku tiba2 sesak.

Dalam bayangku aku berada dalam liang lahat, kegelapan dan ketakutan. Astaghfirullah. Sungguh aku merasakan ketakutan. Ingin aku teriak manggil2 nama suamiku, buat selamatin aku, namun tidak ada yang mampu mendengar, tidak juga suamiku.

Dalam setahun ini banyak musibah kematian terjadi. Di komplekku ada beberapa orang, bahkan ada yang usianya hanya 1 tahun di atasku. Dilanjut Pamanku, Nenekku dan terakhir adalah uwaku (meninggal tepat malam takbiran)

Aku? Aku kapan???? Yakin aku sanggup menghadapi sakaratul maut yang rasanya seperti ada kawat berduri yang berusaha ditarik dari tenggorokan??? Apa aku bisa selamat dari pertanyaan malaikat munkar nankir??? Apakah aku bisa melewati jembatan sidratul muntaha??? :(((((((((((((((((((((( Ya Rabbi…….. kenapa aku merasa takut sekali.

Aku merasa takut sekali. Takut sekali. Aku paling takut air, karena aku tidak bisa berenenang. Mungkin rasanya seperti itu ya, seperti ingin tenggelam. dan tidak bisa bernafas.

Beberapa waktu lalu saat kunjungan Dr Zakir Naik , banyak hal yang mengusik alam sadarku. Termasuk video2nya. hal ini sempat mengusik dahsyat alam sadarku. Saat seorang atheis bilang, “Kenapa tuhan menghidupkan kita dan memperlakukan kita sesuai kehendaknya?”seorang zakir naik menjawab, “Ini bukan pilihan kita. kita tidak memilih dilahirkan menjadi manusia… dan ya kita jalani saja. Sayapun tidak pernah merasa mendaftar ingin menjadi manusia. Karena ingatan kita akan kejadian itu sudah dihilangkan oleh Allah, QS: Al A’raf: 72.

Saat belum bisa tertidur aku termanggu, menatap suamiku yang sedang sibuk dengan tugasnya. “Apakah engkau ridho akan aku, suamiku?” tapi aku tidak mampu menanyakan begitu, aku hanya bertanya2 berkali2 dalam hatiku. Mampu kah ia mendengar suaraku?
Surga seorang istri ada di suaminya. Dan sungguh aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa orang satu ini. Aku ingin kelak di akhirat berjumpa kembali dengannya. Dengan ia yang telah menjagaku selama ampir 2 tahun ini.

Aku berpikir, berpikir lagi. Banyak sekali kesalahanku kepada diriku sendiri, kepada Tuhanku dan kepada orang2 sekitarku selama aku bernafas dan lahir, kepada orang tuaku, kepada saudara2 dan temen2ku, juga kepada suamiku.

Apakah amalku cukup untuk menyelamatkanku dari panasnya matahari di padang masyar kelak????

YA RABBI…. aku takut sekali…….

Ridhokah Engkau akan diriku ini ya Rabb…???? :((((((

 

 

 

Posted in Family, Kesehatan

VCO homemade

Udah lama sih ya sebenarnya liat proses VCO homemade seliweran di beranda FB. tapi belum tergugah aja minum beginian.

Ini bermula dari aku yang secara gak sengaja beli VCO waktu lagi dinas di semarang. Beli di Gelael, Mall Simpang Lima bareng sama temenku. Karena aku lagi berencana ikutan keto-fastiosis sih.

Apakah VCO itu, aku juga kurang paham. Cuma di keto itu amunisi wajibnya VCO sama teh hijau. Jadi ya beli aja padahal blm yakin mau ikutan keto.

Tapi sudah 2 minggu ini aku minum VCO (yg artinya aku jg udah 2minggu kf), yang aku rasakan sendiri manfaatnya. Kulit muka jadi lebih bersih, Berat badan turun dll. Jadi atas inisiatif dari suamiku, kami memutuskan mencoba membuat VCO sendiri. Aku sendiri mengkonsumsi VCO seminggu 250ml. Itu pernah beli yang mahal, pernah beli yang murah. Ya pada dasarnya sama aja selama VCO mah. Yang membedakan cuma proses penyarinngannya berapa kali aja kayaknya *cmiiw

Ok, aku sama pak suami beli santan kental di pasar. Karena baru percobaan pertama, kami belum mau beli banyak2 dulu.

Cara2 bikin VCO sendiri aku dapetin dari halamannya Kami Kongsi, page buatan orang malaysia tentang kesehatan modern gitu.

Nah, ini lah yang kami lakukan.

  1. Beli santan kental sebanyak 2 kelapa di pasar agung, depok 2, jawa barat
  2. Taroh di sebelah kulkas selama 24 jam (cari daerah yang hangat), biarkan santan berfermentasi *fermentasi dilakukan oleh bakteri baik
  3. Setelah itu masukkan ke dalam freezer selama 3-4 hari.
  4. Keluarkan dari freezer dan biarkan mencair
  5. Setelah itu akan tercipta 3 lapisan. Lapisan paling bawah, cairan itu dibuang aja. dan masukkan kembali sisanya ke dalam kulkas selama 2 jam
  6. Kemudian keluarkan dan cairkan kembali.
  7. Keluarkan cairan lagi kalo masih ada.
  8. Siapkan corong yang sudah disumpal kapas dan tissue (usahain tissue dapur, jgn pake tissue toilet!!)
  9. Setelah cair menyeluruh, masukkan ke dalam wadah
  10. Saring minyak tersebut dengan menggunakan corong
  11. Aku yang waktu itu gak punya corong, jadi aku bikin corong sendiri dari kepala aqua bekas yang gak kepake…kwkwkwkw
  12. biarkan minyak VCO keluar setetes demi setetes.
  13. Dari 2 kelapa ini, kami menghasilkan VCO kurleb 150ml. Kami tinggalkan seharian. *lumayan kan
  14. Btw harga santan 1 kelapa di sini 8rb rupiah

Kalau mau googling, manfaat VCO banyak banget dan ini bener2 obat natural. So, gak ada salahnya dicoba! ūüôā back to nature.

Ini potonya

vco

Posted in Family, Peradaban

Warga DKI sedang diuji

Menurut kacamata awam saya, sebagai warga negara dan sebagai emak2 rempong yang serba pengen dipermudah..hehehe, Saya rasa warga DKI yang mayoritas beragama Islam (sekitar 84%, sumber dari sini ) ini sedang diuji. Dan ini bukan sembarang ujian, melainkan ujian keimanan.

Bagaimana mungkin saya bisa berkata begitu???

Diakui atau tidak, ada byk perbaikan di DKI, lihat saja sungai yang mulai bersih. Sewaktu saya ke ancol, dahulu kalau ke sana saya bisa tau saya sudah sampai ancol saat saya mencium bau amis menyengat dari kali yang berdekatan dengan pintu masuk ancol. Beberapa minggu yang lalu saya ke sana, bau itu nyaris tidak ada. Lalu lihatnya transjakarta yang sangat membantu warga urban seperti saya (walo tetep ya abang gojek nomber uno), trayek2 TJ yang semakin merambah wilayahnya mulai menggusur para angkot dan kopaja yang suka ugal2an dan segala macam ujiannya.. hehehe

Continue reading “Warga DKI sedang diuji”

Posted in Family

Sosok yang menginspirasi di perusahaan petir

PLN…

Tempat aku belajar, kupikir ini hanya tentang karir, tapi tidak, lebih, lebih lagi. Aku belajar kehidupan, di sini.

Setiap aku mendengar kata PLN, seolah-olah aku keluar sejenak dari diriku, dari nyawaku, dari hatiku. PLN… Nama yang tidak asing di telingaku, karena sejak kecil aku kenal banyak tetanggaku yang bekerja di perusahaan petir ini. Mungkin hal itu yang tersimpan dalam ruang bawah sadarku dan kemudian membawa diriku juga masuk ke dalam barisan di perusahaan ini.

Tapi aku tidak ingin cerita bagaimana aku bisa bergabung di perusahaan ini,

Aku ingin menceritakan tentang seseorang, seseorang yang selalu kurindukan hadirnya setiap kali aku ingat lambang petir.

Tahun 2009, Siang itu, aku yang baru saja sampai dari Palembang (Kantor induk PLN WS2JB), sampai ke Kota Jambi. Alhamdulillah, teman-teman seangkatan yang sudah terlebih dahulu sampai dan sudah mencarikan aku kost, dan mereka menjemputku di Kantor PLN Area Jambi (Dulu namanya Cabang Jambi). Aku pada kalian, kosthood (Salam kangen, Ast, Fajar, Gumay, Robby dan Aneu, yang menyusul kemudian)

Lalu, selesai berkenalan dengan teman-teman Area Jambi yang begitu hangat menyambutku, aku kemudian diantarkan ke ruangan bagian distribusi, Bang Lingga waktu itu mengantarkan aku bertemu dengan Asmen Distribusi saat itu, namanya “Joko Suripto”, setelah mengenalkan diri, Akupun bersalaman. Dingin, itu yang Aku rasakan. Bapak ini tidak tersenyum, tidak hangat. Hanya dingin. Tapi beliau sempat berucap. “Ya, selamat bekerja”. Itu saja. Oh great, ini seseorang yang akan menjadi atasan Aku, akan menjadi mentor Aku selama Aku menjadi OJT. Dan akupun memulai masa on job trainingku.

“Siti, kamu pernah gak sih berpikir bagaimana cara nya PLN mengamankan aset perusahaan? Apa kamu yakin tiang-tiang listrik itu tidak pindah lokasinya? Jangan-jangan tiang-tiang listrik itu berpindah-pindah.” Jelasnya siang itu membombardir aku yang kala itu sudah sebulan bergabung di dalam barisan.

“Aku tuh pengen banget ya, bikin program IT yang bisa menghitung semua aset PLN secara real lengkap dengan lokasinya.” ucapnya lagi. Amazing.

Aku waktu itu baru tahu juga kalau ternyata perusahaan ini belum memiliki pemetaan asetnya secara real. Selama ini aset hanya ada di laporan ITB (Inventarisasi Teknik) yang dibuat setiap bulan berdasarkan kontrak pekerjaan bulanan. (Pada saat tulisan dibuat, saat ini pemetaan aset secara digital sudah terealisasi di sebagian besar wilayah Indonesia oleh PLN.) Beliaulah penggagas pemetaan Gardu Distribusi secara digital di PLN WS2JB.

Ah tapi sayang sekali, saat itu aku gagal. Aku tidak bisa membuat program yang beliau minta dan arahkan. Tapi tidak berhenti di situ, beliau menantangku yang lain lagi, belajar radio komunikasi. Aku harus membelah antar sungai di area jambi untuk memeriksa radio dan antena yang terpasang.

Saat itu, PLN Area Jambi, terdiri dari 6 rayon, dengan total 28 kantor jaga (kaja), dimana beberapa lokasi Kaja hanya dapat ditempuh dengan menggunakan perahu. Dari beliau Aku belajar bagaimana membuat sambungan konektor repeater dan radio base yang benar, Aku belajar bagaimana saja itu bentuk konektor, dari konektor BNC, female RG-8, RG 5/8, Male RG-8, BNC, BNC RG8. Aku belajar mengupas kabel RG8 dan Kabel Heliax menggunakan cutter. Konvensional. Tapi Aku jadi paham. Aku belajar bagaimana mensetting radio via software menggunakan kabel data yang kadang mau nyambung, kadang tidak. Aku belajar membuat surat permohonan perijinan siaran radio / ISR ke Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kominfo dan mengurusnya ke PLN Pusat. Terkadang Aku harus berangkat sendirian memasang radio atau antena. Tapi alhamdulillah Aku tidak pernah memanjat menara antena radio sendiri ūüôā

Kalau Aku melakukan kesalahan, Aku harus selalu siap kena omel, namun dari situ Aku belajar mengoreksi diri Aku sendiri. Dan waktu itu Aku yang masih jomblo sering kena petuah bagaimana mendapatkan suami yang baik,¬†“Agamanya harus baik dan juga harus pengertian dengan pekerjaan kamu¬†yang sering menuntut bekerja di luar jam kerja Senin-Jum’at, Jam 7.30 – 16.00.” dan beliau selalu mengingatkan juga agar tidak galau, “”Rejeki, jodoh dan maut itu diatur oleh Allah, ti..” hal itu mampu membuat diriku lebih tegar menjadi seorang perantau di negeri seberang sumatera, bernama Jambi.

Bekerja dengannya, tidak kenal hari sabtu dan minggu, kalau memang harus berangkat ya berangkat. Ruang kerjanya lebih mirip ruang laboratorium ngoprek seperti Aku di kampus dahulu daripada ruangan seorang pejabat sekelas asman jaringan. Waktu itu, hari sabtu, ¬†beliau mengajak Aku dan seorang sopir (padahal beliau yang nyopirin kami lho) untuk berangkat memeriksa antena di lokasi kantor jaga, karena Akunya lelet, Aku ditinggal coba¬†ūüė¶

Aku ingat nasihatnya saat Aku sedang merasa sedih dan pusing dengan permasalahan unit,¬†“Kamu gakkan pernah jadi pejabat kalau kamu cengeng begitu.”¬†Deg, bukannya Aku pengen jadi pejabat ya, tapi Aku dibilang cengeng oleh beliau yang bikin Aku sedih. Ah bahkan Aku tidak boleh menangis.

Saat Aku sedang dalam perjalanan dinas ke palembang dan travel yang Aku naiki menyenggol mobil sehingga terpaksa kami harus berurusan dengan polisi, beliau mengutus kenalannya di Palembang untuk jemputku dan antar sampai tujuan.

Beliau gak pernah manjain Aku, Aku pernah disuruh berangkat ke Palembang malam itu juga (Jarak Jambi – Palembang adalah sekitar 276,9 km atau 6-7 jam perjalanan) untuk mengantarkan makalah inovasi dikarenakan deadline nya adalah besok dan Aku lupa mengirimkannya ke panitia penyelenggara di Kantor Wilayah.

Saat terjadi musibah gempa menimpa sebagian besar Sumatera Barat di Tahun 2010, sore itu juga beliau bersama pasukan Tim PDKB PLN Area Jambi berangkat ke lokasi musibah dan menjadi PLN pertama yang sampai ke lokasi dan memberikan bantuan selama 3×24 jam tanpa istirahat.

Aku memang selalu deg-degan saat berurusan dengan beliau, karena Aku selalu takut kena marah. tapi Aku sadar, tujuan beliau adalah selalu untuk mengajari Aku. Tapi bukan berarti Aku tidak bisa mengemukakan pendapat, saat kami berdebat, Aku selalu diberikan ruang untuk mengemukakan pendapatku. Dan yang ada kami saling jengkel satu sama lain. tapi alhamdulillah, semua itu hanya pertengkaran antara ayah dan anak saja. yang tidak selang berapa lama akur kembali.

Sebagai seorang Asman Jaringan, beliau selalu terdepan menangani gangguan listrik. HT bagi beliau sudah seperti istri pertama, dan selain HT, di rumah dan di mobilnya pun selalu stand by radio base. Istri dan anak beliau sudah sangat memaklumi pekerjaan beliau yang menuntut beliau untuk selalu stand by 24 jam. Kami bawahannya senang menjadi bawahannya, karena walaupun kami sering dimarahi tapi kami sadar itu sebagai pembinaan bagi diri kami sehingga dapat belajar banyak dan menjadi insan PLN yang dapat menjalankan amanah rakyat, yaitu dapat menerangi negeri ini.

Hampir di setiap pekerjaan lapangan, beliau langsung turun tangan. Termasuk saat pembuatan grounding yang akan digunakan sebagai menara antena repater. Saat itu beliau langsung ikutan masuk menggali lubang stick grounding, sampai kami tidak bisa membedakan  yang mana Asman, yang mana Outsourcing, karena beliau hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.

Dua tahun menjadi anak didiknya di Jambi, beliau kemudian mutasi menjadi Asman Jaringan di Area Palembang, namun urusan kami tidak selesai di situ. Kami tetap intens komunikasi, termasuk saat Aku mengajukan ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini dikarenakan suatu permasalahan dan beliau menasehati Aku bahwa nyari pekerjaan itu tidakmudah hari gini. Jadi katanya jangan asal pengen mengundurkan diri saja yang malah akan menyebabkan permasalahan baru.

Awal Tahun 2014, Aku dengar tahun itu beliau akan berangkat haji, dan solat beliau sudah lebih rajin. Aku bahagia sekali mendengarnya. Aku sujud syukur. Allah telah beri ia hidayah. Terima kasih ya Allah….

Saat di Palembang, beliau masih memonitor pekerjaanku di Jambi dan tak segan datang ke Jambi untuk membantuku menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat aku selesaikan untuk trouble shooting antena radio komunikasi, padahal saat itu beliau sedang sibuk mengawasi pekerjaan persiapan Sea Games 2011 yang juga mengambil lokasi di Stadion Jakabaring, Palembang.

Aku dengar-dengar beliau sudah naik jabatan menjadi Deputi Manajer di Wilayah S2JB, maka setiap kali Aku dinas ke WS2JB Aku selalu sempatkan diri bertanding ke ruangannya, hanya sekadar menanyakan kabar dan berdiskusi, dari hal penting ke hal tidak penting. Bagi Aku, beliau adalah ayahku di perusahaan ini. Dan hubunganku juga baik dengan istri dan anak-anak beliau.

Bulan Mei 2014, Aku dengar beliau sakit. Masuk rumah sakit. Aku mulai cengeng. Hatiku merasa tidak enak. Entah apa itu. Aku tidak sempat menjenguknya di Palembang, dikarenakan waktu itu sudah masa-masa Go-Live SAP, yang sangat menguras tenaga, pikiran dan waktu.

Pertengahan tahun 2014, sore hari..

waktu itu hari minggu, saya sedang di kontrakan, tetiba sebuah sms menghampiri telepon genggam saya, “Ti, Pak Joko meninggal..”¬†. Innalillahi wa inna ilaihiroji’un…

Saya saat itu hanya terdiam. Bingung. Sedetik kemudian, saya menelepon seseorang, “Apakah benar berita tersebut?” ternyata benar. Saya lemas. Saya harus bagaimana?

“Ti, mau berangkat ke palembang?” Orang itu berkata, “Iya, Pak, saya berangkat.”
Kemudian malam itu kami rombongan 3 mobil ke Palembang.

Sampai di rumah duka jam 2 pagi, saya lemas, Bapak…..

Selama di rumah duka yang sudah seperti rumah saya sendiri itu, saya banyak menjaga anak beliau yang paling kecil, namanya “Ayu”.

“Mbak Siti, Papa kan sudah meninggalkan. Tapi katanya ayu jangan sedih.” Ucap gadis kecil cantik dan lucu berusia 6 tahun itu.

Ah, nak… kamu saja bisa tegar, saya pasti juga bisa.

Selamat jalan, Bapak…

Terima kasih (Alm) Pak Joko Suripto, Insan PLN yang sangat berdedikasi tinggi terhadap perusahaan listrik ini. Membina kami yang masih belajar dan jauh dari orang tua.

Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik… Aamiin ya robbal alamiin.

FB_IMG_1475728045786.jpg

Siti Mulyanah Rifai

PT PLN (Persero) Area Jambi (2009 – 2014)

PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (2014 – Sekarang)

Posted in Family

Reksadana Syariah

Dikutip dari: sini

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah negara yang sangat berpotensi di dunia perbankan syariah. Setelah bank syariah, muncul investasi berprinsip syariah yaitu reksa dana syariah.

Pada 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan secara khusus mencanangkan Program Tahun Pasar Modal Syariah karena perkembangan reksa dana syariah cukup pesat. Ini membuktikan investasi berbasis syariah sangat mendapat tempat di Indonesia.

Apa itu reksa dana syariah? Yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional apa?

Reksa dana syariah adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal). Dana ini selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam.

Pengertian itu tercantum di situs salah satu bank yang menawarkan investasi reksa dana syariah, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI).

Melihat definisi di atas, reksa dana syariah kurang-lebih sama dengan reksa dana konvensional. Tapi ada yang perlu digarisbawahi, yakni ketentuan dan prinsip syariah Islam.

 

Secara garis besar, ketentuan dan prinsip syariah Islam yakni mengerjakan yang halal dan menjauhi yang haram. Dalam hal investasi reksa dana syariah, dana investasi tak boleh ditanam di perusahaan yang berhubungan dengan sesuatu yang haram. Misalnya:

  • Produsen daging babi
  • Produsen minuman keras
  • Berhubungan dengan judi, pornografi, hiburan maksiat, dan lain-lain.

 

portfolio reksa dana syariah

Portfolio reksa dana syariah beda dengan reksa dana biasa soalnya aturannya juga beda. 

Selain itu, portfolio yang bertentangan dengan ketentuan syariah juga harus dijauhi. Contohnya:

  • Yang bersifat riba
  • Perdagangan barang palsu
  • Mengandung ketidakpastian

Continue reading “Reksadana Syariah”

Posted in Cerita, Family

Mudik

1st day of those kiddos were going to school…

Yep, hari pertama anak2 masuk sekolah, dan aku nekad berangkat dari rumah ke kantor¬†jam 6 teng, ya alhamdulillah sampe kantor nya masih jam 7.30 teng…. ūüėÄ

Dan sore ini mager banget mau pulang…. dalam pikiranku, ini bakalan macet bgt di jalan. Aku lagi maless…less..lesssss….. dengkul jg rasanya udah sakit banget nginjek kopling. Jemput aku pak suami, jemput plisss…. #suaraku_melewati_selat_sunda

Macetttt ajah jalanan. Ya udahlah ya nunggu maghrib di kantor aja baru cus. Masih ada sekitar 30 menit lagi nih menuju maghrib. Ngapain dong? liat2 lazada udah..#eh, buka fb di kantor kagak bisa, padahal banyak yang mau aku liat nih…. si kakak lagi ngajarin fb ads. ya udah ya, jadi fakir kuota gini dong…. HP lagi dicharge…

Sooo… kita ngeblog ajah… #okeh, jadi blog cm pelampiasan kebosanan? oke, fine! :p

Aku sebenarnya kangen juga nulis di buku diary, semenjak satu kerdus diary ku dari jaman smp sampe kuliah dibuang dong sama ortuku, huhuhu.. tidak berkepri-ABG-an banget lah. Emang sih sifat alayku sudah terasah dengan baik sejak jaman SD, tapi kan lumayan itu diary bikin cengengesan gak jelas… ah mungkin aku akan lbh banyak malu ngeliat kelakuan ABG-ku. maafkanlah. gak ada keren2nya.

Aku mau cerita tentang the AMAZING FIRST MUDIK keluarga kecil kami aja deh.

So……… kebetulan dinas ke palembang, aku lanjutlah dengan ke Jambi, cuti H-7 lebaran.. bahahaha…. Selama di jambi, jadi istri yang baiklah ya, Masak sahur dan masakan berbuka. Ah, aku suka sekali melayanimu, Pak Suamiku. Semoga Engkau ridho dan Allah membukakan pintu surgaNya untukku. Aamiin…Allahumma aamiin…

Perjalanan mudik kami dimulai tanggal 1 Juli 2016, hari jum’at malem. Suamiku yang ganteng, mulai packing2. Aku dari awal ¬†udah bilang, kalo aku akan mendokumentasikan semua perjalanan kami. Maaf ya sayang, semoga kamu lebih sabar sama sifat alay istrimu ini. Saya rekam pas beliau packing dan beliau terlihat agak bete. Ya iyalah bete, bukannya bantu packing aku malah sibuk ngerekam dan upload ini itu…. hehehe, mana bawaan banyak bangettttt… punten ya sayangku.

Dari jambi ke Kerinci naek travel, Namanya Travel Gunung Kerinci. Aku duduk samping suamiku #ya iyalah. Ini perjalanan terlama kami sebagai suami istri, 10,5 jam booo! dan aku sukses tidur selama perjalanan… #toyor_kepala_sendiri. Sabar sekali lagi ya sayang, istrinya tukang molor gitu.

Pas Istirahat solat subuh, aku pun mulai menggigil… Oh God, dingin beutttttt!!! Alhamdulillah, kami sampai ke kerinci jam 7 pagi. Disambut ibu mertuaku yang cantik sekali berjilbab warna pink. Sampe rumah apalagi kalo bukan,, tidur? Yes, suamiku kan baru tidur abis subuh, kalo aku udah kenyang tidur, tapi gpp sih nemenin tidur lagi… #tukang_molor. Hari pertama emang list nya hanya istirahat saja dan ngobrol2 gitu sama keluarga.

Tapi ada kejadian yang bikin aku gmn gitu, jadi aku kan gak boleh taraweh di rumah, iya semenjak nikah aku solat selalu di rumah, suami yang baik hati ini ingin istrinya melakukan hal yang utama ketimbang solat di masjid gitu, yaitu solat nya di rumah ūüôā Nah, selesai solat isya, aku kan selonjoran dulu di sofa gitu. Terdengarlah suara speaker dari masjid sebelah dimana si suami solat. Ibu mertua udah ngajakin aku taraweh di masjid, tapi aku menolak dengan halus, dan bilang, bahwa pesan abang, saya solat nya di rumah saja, kebetulan adek ipar perempuan jg solatnya di rumah, jadi ada temennya.

Dari speaker masjid biasalah ya, terdengar pengurus masjid mengumumkan ini itu, dan aku langung mengernyitkan dahiku pas dengar, “penceramah kita malam ini ustadz rival”, hmmm… “banyak amat nama rival di sini” ucapku dalam hati. Dan kemudian, beberapa saat kemudian, terdengarlah suara seorang pemuda… dan eng ing eng… aku antara bingung atau gimana gitu, itu suara suamiku… iya! itu suamiku yang ceramah! ini beneran gak sih? bukannya apa2, suamiku kalo depan aku itu kalem bgtttt.. ¬†ngett.. ngettt… suamiku ustadz?? beneran? jadi selama ini aku menikah dengan seorang ustadz? lah… ndilalah banget. Dari dulu pengen nikah sama ustadz, tapi kata kakakku, klo nikah sama ustadz jadi istri kedua. dweng.. dweng…

Aku senyam-senyum sendiri dengerin beliau ceramah yang sekitar 15 menit itu mengenai rasa bersyukur. Iya, aku bersyukur, sayang!!!! bersyukur bgt.

Kakak iparku bilang, “Kalau dia pulang, selalu ditunjuk jadi penceramah di sini.” hmm.. aku ngangguk2…. lah suamiku pulangnya ke kerinci setaun sekali setauku. Kebanggaan nian suamiku ini ya.

“Dari SMP abang tu ngisi ceramah…” ucap adek iparku, melihat wajahku yang terlihat mungkin bingung, mungkin senang, mungkin serius nyimak ceramah suamiku.

Selesai taraweh munfarid dll, aku ngobrol2 sama suami dan beliau kaget aku dengerin beliau ceramah.“Loh, neng kan solatnya di rumah.” katanya. “Iya, tanya pensi (adik_ipar_red), neng¬†solat di kamarnya kok, tapi speakernya kedengeran sampe luar masjid”, dan aku liat muka suamiku gak nyaman. Duh, segitu jaimnya ama istri sih abang. Kata abang dulu, abang gak suka¬†orang muji2 beliau ini itu, dan upload ini itu di medsos, takut riya katanya. Lah punya istri banci kamera dan status gini gmn dong? ujian ya buat abang… semoga alay saya bisa berkurang ya abangku….

Continue reading “Mudik”