Posted in Family

Oksigen

Kamu,

iya kamu.

Kamu adalah oksigenku.

udah gitu aja. hahahaha…

 

Setiap pagi, aku PERLU mendengar suaramu, agar bisa bernafas ku menjalani hari. Tak mendengar suaramu sama saja membiarkan aku terbujur lemah tak berdaya.

Aku tak peduli, walau harus meneleponmu berkali-kali, hanya untuk mendengar suaramu. Kamu bilang aku alay, aku bilang, aku serius 1000%.

Aku lemah saat berurusan dengan perasaan, dengan cinta. Aku lemah di depanmu. Aku bisa mempersembahkan apapun untukmu, karena aku butuh kamu, seperti aku butuh nafasku.

Sayang, Seseorang yang ku panggil suami. Maaf kalau mungkin dirimu terkaget-kaget dengan kemanjaanku, yang selama ini tak pernah ku tampakkan dan mungkin tak pernah kau bayangkan bahwa aku akan menjadi sedemikian manja, saat kita bersama. Continue reading “Oksigen”