Posted in Family, Peradaban

Warga DKI sedang diuji

Menurut kacamata awam saya, sebagai warga negara dan sebagai emak2 rempong yang serba pengen dipermudah..hehehe, Saya rasa warga DKI yang mayoritas beragama Islam (sekitar 84%, sumber dari sini ) ini sedang diuji. Dan ini bukan sembarang ujian, melainkan ujian keimanan.

Bagaimana mungkin saya bisa berkata begitu???

Diakui atau tidak, ada byk perbaikan di DKI, lihat saja sungai yang mulai bersih. Sewaktu saya ke ancol, dahulu kalau ke sana saya bisa tau saya sudah sampai ancol saat saya mencium bau amis menyengat dari kali yang berdekatan dengan pintu masuk ancol. Beberapa minggu yang lalu saya ke sana, bau itu nyaris tidak ada. Lalu lihatnya transjakarta yang sangat membantu warga urban seperti saya (walo tetep ya abang gojek nomber uno), trayek2 TJ yang semakin merambah wilayahnya mulai menggusur para angkot dan kopaja yang suka ugal2an dan segala macam ujiannya.. hehehe

Continue reading “Warga DKI sedang diuji”

Posted in Family, Ibadah, life, Peradaban, Uncategorized

Honeymoon

Alhamdulillah pny suami yang memiliki visi dan misi yang sama. Kami sudah 2x melakukan syuro keluarga kecil kami dan aku semakin bahagia. Ada banyak perasaan yang sangat sulit untuk diucapkan dengan kata-kata.

Jadi sejak hari H pernikahan, kami berdua cuti selama2 minggu. Berjalan berdua aja ke sana kemari.

HONEYMOON,

Sebelum bertemu dengannya yang ada dalam benakku tentang sebuah honeymoon itu adalah Mesir, atau minimal Lombok.

Tapi setelah bertemu dengannya, ternyata rencana berjalan dengan lebih indah lagi. Kami banyak bersilaturahim dengan orang-orang. Saudara2 terutama dan teman2 pengajian.

Saya yang kadang suka malas silaturahim ini dipaksanya untuk silaturahim…. dinasehati, “Silaturahim itu berpahala, memanjangkan usia. keletihannya anggap aja jogging” aduh, meleleh.

Suami saya orangnya kalem, hatinya lembut. Kalo lagi kyk gt, saya suka malu sendiri dgn sikap saya yang suka cuek dan kdg jutek.

Hobi kami klo lagi bosen, baik itu di kereta, di busway atau dmnpun adalah bikin tebak2an garing dan kami ketawa bareng.

Continue reading “Honeymoon”

Posted in Peradaban

Satu langkah maju menuju peradaban

Sampai sekarang saya masih gak tau bagaimana dan kenapa. Saya cuma bisa bilang “Sudah saatnya”. Saya ngerasa bersyukur banget sama keadaan ini. Dia hadir dan saya merasa siap mnyambut kehadirannya.

Kadang saya ingin bertanya, kenapa dia baru hadir sekarang? Lalu jawabnya adalah, karena sekarang memang waktu yang tepat. dan Allah memang telah menakdirkan demikian.

Oh Tuhan, saya tidak tahu harus berkata apa saat CV nya sampai di tangan saya. Di kereta Tebet menuju Depok saya hanya terdiam, berkaca-kaca tak tau harus berkata apa. Ya Tuhan, rencanaMu sempurna. dengan segala kesempurnaan yang Engkau punya.

Continue reading “Satu langkah maju menuju peradaban”