Posted in daily days

Apalah gunanya dunia kalau semuanya kan hilang?

Semalam tadi aku tiba2 berpikir banyak tentang kematian. Tentang pemutus segala kenikmatan dunia. Aku tiba2 sesak.

Dalam bayangku aku berada dalam liang lahat, kegelapan dan ketakutan. Astaghfirullah. Sungguh aku merasakan ketakutan. Ingin aku teriak manggil2 nama suamiku, buat selamatin aku, namun tidak ada yang mampu mendengar, tidak juga suamiku.

Dalam setahun ini banyak musibah kematian terjadi. Di komplekku ada beberapa orang, bahkan ada yang usianya hanya 1 tahun di atasku. Dilanjut Pamanku, Nenekku dan terakhir adalah uwaku (meninggal tepat malam takbiran)

Aku? Aku kapan???? Yakin aku sanggup menghadapi sakaratul maut yang rasanya seperti ada kawat berduri yang berusaha ditarik dari tenggorokan??? Apa aku bisa selamat dari pertanyaan malaikat munkar nankir??? Apakah aku bisa melewati jembatan sidratul muntaha??? :(((((((((((((((((((((( Ya Rabbi…….. kenapa aku merasa takut sekali.

Aku merasa takut sekali. Takut sekali. Aku paling takut air, karena aku tidak bisa berenenang. Mungkin rasanya seperti itu ya, seperti ingin tenggelam. dan tidak bisa bernafas.

Beberapa waktu lalu saat kunjungan Dr Zakir Naik , banyak hal yang mengusik alam sadarku. Termasuk video2nya. hal ini sempat mengusik dahsyat alam sadarku. Saat seorang atheis bilang, “Kenapa tuhan menghidupkan kita dan memperlakukan kita sesuai kehendaknya?”seorang zakir naik menjawab, “Ini bukan pilihan kita. kita tidak memilih dilahirkan menjadi manusia… dan ya kita jalani saja. Sayapun tidak pernah merasa mendaftar ingin menjadi manusia. Karena ingatan kita akan kejadian itu sudah dihilangkan oleh Allah, QS: Al A’raf: 72.

Saat belum bisa tertidur aku termanggu, menatap suamiku yang sedang sibuk dengan tugasnya. “Apakah engkau ridho akan aku, suamiku?” tapi aku tidak mampu menanyakan begitu, aku hanya bertanya2 berkali2 dalam hatiku. Mampu kah ia mendengar suaraku?
Surga seorang istri ada di suaminya. Dan sungguh aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa orang satu ini. Aku ingin kelak di akhirat berjumpa kembali dengannya. Dengan ia yang telah menjagaku selama ampir 2 tahun ini.

Aku berpikir, berpikir lagi. Banyak sekali kesalahanku kepada diriku sendiri, kepada Tuhanku dan kepada orang2 sekitarku selama aku bernafas dan lahir, kepada orang tuaku, kepada saudara2 dan temen2ku, juga kepada suamiku.

Apakah amalku cukup untuk menyelamatkanku dari panasnya matahari di padang masyar kelak????

YA RABBI…. aku takut sekali…….

Ridhokah Engkau akan diriku ini ya Rabb…???? :((((((

 

 

 

Advertisements