Posted in Family

Sosok yang menginspirasi di perusahaan petir

PLN…

Tempat aku belajar, kupikir ini hanya tentang karir, tapi tidak, lebih, lebih lagi. Aku belajar kehidupan, di sini.

Setiap aku mendengar kata PLN, seolah-olah aku keluar sejenak dari diriku, dari nyawaku, dari hatiku. PLN… Nama yang tidak asing di telingaku, karena sejak kecil aku kenal banyak tetanggaku yang bekerja di perusahaan petir ini. Mungkin hal itu yang tersimpan dalam ruang bawah sadarku dan kemudian membawa diriku juga masuk ke dalam barisan di perusahaan ini.

Tapi aku tidak ingin cerita bagaimana aku bisa bergabung di perusahaan ini,

Aku ingin menceritakan tentang seseorang, seseorang yang selalu kurindukan hadirnya setiap kali aku ingat lambang petir.

Tahun 2009, Siang itu, aku yang baru saja sampai dari Palembang (Kantor induk PLN WS2JB), sampai ke Kota Jambi. Alhamdulillah, teman-teman seangkatan yang sudah terlebih dahulu sampai dan sudah mencarikan aku kost, dan mereka menjemputku di Kantor PLN Area Jambi (Dulu namanya Cabang Jambi). Aku pada kalian, kosthood (Salam kangen, Ast, Fajar, Gumay, Robby dan Aneu, yang menyusul kemudian)

Lalu, selesai berkenalan dengan teman-teman Area Jambi yang begitu hangat menyambutku, aku kemudian diantarkan ke ruangan bagian distribusi, Bang Lingga waktu itu mengantarkan aku bertemu dengan Asmen Distribusi saat itu, namanya “Joko Suripto”, setelah mengenalkan diri, Akupun bersalaman. Dingin, itu yang Aku rasakan. Bapak ini tidak tersenyum, tidak hangat. Hanya dingin. Tapi beliau sempat berucap. “Ya, selamat bekerja”. Itu saja. Oh great, ini seseorang yang akan menjadi atasan Aku, akan menjadi mentor Aku selama Aku menjadi OJT. Dan akupun memulai masa on job trainingku.

“Siti, kamu pernah gak sih berpikir bagaimana cara nya PLN mengamankan aset perusahaan? Apa kamu yakin tiang-tiang listrik itu tidak pindah lokasinya? Jangan-jangan tiang-tiang listrik itu berpindah-pindah.” Jelasnya siang itu membombardir aku yang kala itu sudah sebulan bergabung di dalam barisan.

“Aku tuh pengen banget ya, bikin program IT yang bisa menghitung semua aset PLN secara real lengkap dengan lokasinya.” ucapnya lagi. Amazing.

Aku waktu itu baru tahu juga kalau ternyata perusahaan ini belum memiliki pemetaan asetnya secara real. Selama ini aset hanya ada di laporan ITB (Inventarisasi Teknik) yang dibuat setiap bulan berdasarkan kontrak pekerjaan bulanan. (Pada saat tulisan dibuat, saat ini pemetaan aset secara digital sudah terealisasi di sebagian besar wilayah Indonesia oleh PLN.) Beliaulah penggagas pemetaan Gardu Distribusi secara digital di PLN WS2JB.

Ah tapi sayang sekali, saat itu aku gagal. Aku tidak bisa membuat program yang beliau minta dan arahkan. Tapi tidak berhenti di situ, beliau menantangku yang lain lagi, belajar radio komunikasi. Aku harus membelah antar sungai di area jambi untuk memeriksa radio dan antena yang terpasang.

Saat itu, PLN Area Jambi, terdiri dari 6 rayon, dengan total 28 kantor jaga (kaja), dimana beberapa lokasi Kaja hanya dapat ditempuh dengan menggunakan perahu. Dari beliau Aku belajar bagaimana membuat sambungan konektor repeater dan radio base yang benar, Aku belajar bagaimana saja itu bentuk konektor, dari konektor BNC, female RG-8, RG 5/8, Male RG-8, BNC, BNC RG8. Aku belajar mengupas kabel RG8 dan Kabel Heliax menggunakan cutter. Konvensional. Tapi Aku jadi paham. Aku belajar bagaimana mensetting radio via software menggunakan kabel data yang kadang mau nyambung, kadang tidak. Aku belajar membuat surat permohonan perijinan siaran radio / ISR ke Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kominfo dan mengurusnya ke PLN Pusat. Terkadang Aku harus berangkat sendirian memasang radio atau antena. Tapi alhamdulillah Aku tidak pernah memanjat menara antena radio sendiri🙂

Kalau Aku melakukan kesalahan, Aku harus selalu siap kena omel, namun dari situ Aku belajar mengoreksi diri Aku sendiri. Dan waktu itu Aku yang masih jomblo sering kena petuah bagaimana mendapatkan suami yang baik, “Agamanya harus baik dan juga harus pengertian dengan pekerjaan kamu yang sering menuntut bekerja di luar jam kerja Senin-Jum’at, Jam 7.30 – 16.00.” dan beliau selalu mengingatkan juga agar tidak galau, “”Rejeki, jodoh dan maut itu diatur oleh Allah, ti..” hal itu mampu membuat diriku lebih tegar menjadi seorang perantau di negeri seberang sumatera, bernama Jambi.

Bekerja dengannya, tidak kenal hari sabtu dan minggu, kalau memang harus berangkat ya berangkat. Ruang kerjanya lebih mirip ruang laboratorium ngoprek seperti Aku di kampus dahulu daripada ruangan seorang pejabat sekelas asman jaringan. Waktu itu, hari sabtu,  beliau mengajak Aku dan seorang sopir (padahal beliau yang nyopirin kami lho) untuk berangkat memeriksa antena di lokasi kantor jaga, karena Akunya lelet, Aku ditinggal coba :(

Aku ingat nasihatnya saat Aku sedang merasa sedih dan pusing dengan permasalahan unit, “Kamu gakkan pernah jadi pejabat kalau kamu cengeng begitu.” Deg, bukannya Aku pengen jadi pejabat ya, tapi Aku dibilang cengeng oleh beliau yang bikin Aku sedih. Ah bahkan Aku tidak boleh menangis.

Saat Aku sedang dalam perjalanan dinas ke palembang dan travel yang Aku naiki menyenggol mobil sehingga terpaksa kami harus berurusan dengan polisi, beliau mengutus kenalannya di Palembang untuk jemputku dan antar sampai tujuan.

Beliau gak pernah manjain Aku, Aku pernah disuruh berangkat ke Palembang malam itu juga (Jarak Jambi – Palembang adalah sekitar 276,9 km atau 6-7 jam perjalanan) untuk mengantarkan makalah inovasi dikarenakan deadline nya adalah besok dan Aku lupa mengirimkannya ke panitia penyelenggara di Kantor Wilayah.

Saat terjadi musibah gempa menimpa sebagian besar Sumatera Barat di Tahun 2010, sore itu juga beliau bersama pasukan Tim PDKB PLN Area Jambi berangkat ke lokasi musibah dan menjadi PLN pertama yang sampai ke lokasi dan memberikan bantuan selama 3×24 jam tanpa istirahat.

Aku memang selalu deg-degan saat berurusan dengan beliau, karena Aku selalu takut kena marah. tapi Aku sadar, tujuan beliau adalah selalu untuk mengajari Aku. Tapi bukan berarti Aku tidak bisa mengemukakan pendapat, saat kami berdebat, Aku selalu diberikan ruang untuk mengemukakan pendapatku. Dan yang ada kami saling jengkel satu sama lain. tapi alhamdulillah, semua itu hanya pertengkaran antara ayah dan anak saja. yang tidak selang berapa lama akur kembali.

Sebagai seorang Asman Jaringan, beliau selalu terdepan menangani gangguan listrik. HT bagi beliau sudah seperti istri pertama, dan selain HT, di rumah dan di mobilnya pun selalu stand by radio base. Istri dan anak beliau sudah sangat memaklumi pekerjaan beliau yang menuntut beliau untuk selalu stand by 24 jam. Kami bawahannya senang menjadi bawahannya, karena walaupun kami sering dimarahi tapi kami sadar itu sebagai pembinaan bagi diri kami sehingga dapat belajar banyak dan menjadi insan PLN yang dapat menjalankan amanah rakyat, yaitu dapat menerangi negeri ini.

Hampir di setiap pekerjaan lapangan, beliau langsung turun tangan. Termasuk saat pembuatan grounding yang akan digunakan sebagai menara antena repater. Saat itu beliau langsung ikutan masuk menggali lubang stick grounding, sampai kami tidak bisa membedakan  yang mana Asman, yang mana Outsourcing, karena beliau hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.

Dua tahun menjadi anak didiknya di Jambi, beliau kemudian mutasi menjadi Asman Jaringan di Area Palembang, namun urusan kami tidak selesai di situ. Kami tetap intens komunikasi, termasuk saat Aku mengajukan ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini dikarenakan suatu permasalahan dan beliau menasehati Aku bahwa nyari pekerjaan itu tidakmudah hari gini. Jadi katanya jangan asal pengen mengundurkan diri saja yang malah akan menyebabkan permasalahan baru.

Awal Tahun 2014, Aku dengar tahun itu beliau akan berangkat haji, dan solat beliau sudah lebih rajin. Aku bahagia sekali mendengarnya. Aku sujud syukur. Allah telah beri ia hidayah. Terima kasih ya Allah….

Saat di Palembang, beliau masih memonitor pekerjaanku di Jambi dan tak segan datang ke Jambi untuk membantuku menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat aku selesaikan untuk trouble shooting antena radio komunikasi, padahal saat itu beliau sedang sibuk mengawasi pekerjaan persiapan Sea Games 2011 yang juga mengambil lokasi di Stadion Jakabaring, Palembang.

Aku dengar-dengar beliau sudah naik jabatan menjadi Deputi Manajer di Wilayah S2JB, maka setiap kali Aku dinas ke WS2JB Aku selalu sempatkan diri bertanding ke ruangannya, hanya sekadar menanyakan kabar dan berdiskusi, dari hal penting ke hal tidak penting. Bagi Aku, beliau adalah ayahku di perusahaan ini. Dan hubunganku juga baik dengan istri dan anak-anak beliau.

Bulan Mei 2014, Aku dengar beliau sakit. Masuk rumah sakit. Aku mulai cengeng. Hatiku merasa tidak enak. Entah apa itu. Aku tidak sempat menjenguknya di Palembang, dikarenakan waktu itu sudah masa-masa Go-Live SAP, yang sangat menguras tenaga, pikiran dan waktu.

Pertengahan tahun 2014, sore hari..

waktu itu hari minggu, saya sedang di kontrakan, tetiba sebuah sms menghampiri telepon genggam saya, “Ti, Pak Joko meninggal..” . Innalillahi wa inna ilaihiroji’un…

Saya saat itu hanya terdiam. Bingung. Sedetik kemudian, saya menelepon seseorang, “Apakah benar berita tersebut?” ternyata benar. Saya lemas. Saya harus bagaimana?

“Ti, mau berangkat ke palembang?” Orang itu berkata, “Iya, Pak, saya berangkat.”
Kemudian malam itu kami rombongan 3 mobil ke Palembang.

Sampai di rumah duka jam 2 pagi, saya lemas, Bapak…..

Selama di rumah duka yang sudah seperti rumah saya sendiri itu, saya banyak menjaga anak beliau yang paling kecil, namanya “Ayu”.

“Mbak Siti, Papa kan sudah meninggalkan. Tapi katanya ayu jangan sedih.” Ucap gadis kecil cantik dan lucu berusia 6 tahun itu.

Ah, nak… kamu saja bisa tegar, saya pasti juga bisa.

Selamat jalan, Bapak…

Terima kasih (Alm) Pak Joko Suripto, Insan PLN yang sangat berdedikasi tinggi terhadap perusahaan listrik ini. Membina kami yang masih belajar dan jauh dari orang tua.

Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik… Aamiin ya robbal alamiin.

FB_IMG_1475728045786.jpg

Siti Mulyanah Rifai

PT PLN (Persero) Area Jambi (2009 – 2014)

PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (2014 – Sekarang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s