Posted in Family

Reksadana Syariah

Dikutip dari: sini

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah negara yang sangat berpotensi di dunia perbankan syariah. Setelah bank syariah, muncul investasi berprinsip syariah yaitu reksa dana syariah.

Pada 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan secara khusus mencanangkan Program Tahun Pasar Modal Syariah karena perkembangan reksa dana syariah cukup pesat. Ini membuktikan investasi berbasis syariah sangat mendapat tempat di Indonesia.

Apa itu reksa dana syariah? Yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional apa?

Reksa dana syariah adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal). Dana ini selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam.

Pengertian itu tercantum di situs salah satu bank yang menawarkan investasi reksa dana syariah, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI).

Melihat definisi di atas, reksa dana syariah kurang-lebih sama dengan reksa dana konvensional. Tapi ada yang perlu digarisbawahi, yakni ketentuan dan prinsip syariah Islam.

 

Secara garis besar, ketentuan dan prinsip syariah Islam yakni mengerjakan yang halal dan menjauhi yang haram. Dalam hal investasi reksa dana syariah, dana investasi tak boleh ditanam di perusahaan yang berhubungan dengan sesuatu yang haram. Misalnya:

  • Produsen daging babi
  • Produsen minuman keras
  • Berhubungan dengan judi, pornografi, hiburan maksiat, dan lain-lain.

 

portfolio reksa dana syariah

Portfolio reksa dana syariah beda dengan reksa dana biasa soalnya aturannya juga beda. 

Selain itu, portfolio yang bertentangan dengan ketentuan syariah juga harus dijauhi. Contohnya:

  • Yang bersifat riba
  • Perdagangan barang palsu
  • Mengandung ketidakpastian

Continue reading “Reksadana Syariah”