Posted in Family

Oksigen

Kamu,

iya kamu.

Kamu adalah oksigenku.

udah gitu aja. hahahaha…

 

Setiap pagi, aku PERLU mendengar suaramu, agar bisa bernafas ku menjalani hari. Tak mendengar suaramu sama saja membiarkan aku terbujur lemah tak berdaya.

Aku tak peduli, walau harus meneleponmu berkali-kali, hanya untuk mendengar suaramu. Kamu bilang aku alay, aku bilang, aku serius 1000%.

Aku lemah saat berurusan dengan perasaan, dengan cinta. Aku lemah di depanmu. Aku bisa mempersembahkan apapun untukmu, karena aku butuh kamu, seperti aku butuh nafasku.

Sayang, Seseorang yang ku panggil suami. Maaf kalau mungkin dirimu terkaget-kaget dengan kemanjaanku, yang selama ini tak pernah ku tampakkan dan mungkin tak pernah kau bayangkan bahwa aku akan menjadi sedemikian manja, saat kita bersama.

Tapi aku tak bisa, saat aku terbangun dan tersadar bahwa kamu tidak tidur di sampingku, karena LDR, aku istighfar berkali2 agar tumbuh rasa sabarku. Mendoakanmu baik2 saja di sana. Saat melewati jalanan ibu kota, aku mulai membutuhkan nafasku, aku butuh kamu, oksigenku, yang memenuhi segenap paru-paruku.

“Neng, harus masuk klub alay”, katamu. Aku bilang, “Aku serius….. 1000% serius. Just by hearing your voice, I can breathe again”

Alhamdulillah, oksigenku selalu menghubungi sebelum tidur, sehingga aku bisa tertidur dengan nyenyak

Inikah yang namanya CINTA?

Kalau begitu, aku benar2 mencintainya, Suamiku…. Noprival, SPd, MA.TESL.

Semoga kita segera bisa serumah ya sayang.

Terima kasih telah memilihku sebagai sahabat perjuanganmu. I love you.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s