Posted in Cerita, Ibadah

Istri itu tergantung suaminya

Mungkin judul tulisan ini kurang tepat. Ini hanya tulisan seorang newbie yg baru nikah 3 minggu sih. hehehe.
Tapi saya merasa begitu.. bahwa saya ini bener2 meneladani sikap suami saya. Bukan perkataannya ya. Karena suami mah orangnya gak banyak omong. Tapi saya merasa kadang saat ingin mengajarkan saya, suami itu mencontohkan dengan tindakannya. Dan saya yang memang pny sifat suka mencontoh orang dekat saya, merasa itu so sweet bangett.

Saat suami menjemput saya di bandara, itu senyumnya manis bangetttt.. merekah seperti bunga mawar. Dan seketika itu lelah yang saya rasakan hilang… blasss…. dan membalas senyumannya dengan ikhlas.
Suami saya orangnya tulus, ikhlas. Dia mencintai apa adanya saya.
Dan setiap kali dia pny keputusan, dia tetap menyertakan saya dalam diskusi dan menanyakan pendapat saya.
Dari dia saya belajar ketulusan dalam mencintai.

Dia menempatkan kepentingan saya di atas kepentingannya.
Memang manusia tidak ada yg sempurna, pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
Dan buat saya, suami saya sempurna sepaket-paketnya.
Dia jarang bicara, tapi saat berbicara saya sering terkejut dan malu hati. Banyak sekali hal2 sweet dan cerdas yg dia lakukan.
Dan saya merasa beruntung telah dididik dgn baik oleh orang tua saya dan skrg oleh suami saya.
Mereka adalah orang2 penting dalam hidup saya. Yang terpenting.
Aku mencintaimu, suamiku. Dan smg Allah ridho… aamiin ya robbal alamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s