Posted in Uncategorized

Sharing Session 376

Seperti biasa di ODOJ 376 ada sharing session setiap malam minggu.
Dan malam ini tgl 11 Oktober 2014..sharing session oleh Saudari kami… RISQON atau biasa kami panggil ukhti qoqon.

Assalamualaikum wr wb, saudari-saudariku🙂

Innalhamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu, wa na’udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Mayyahdihillahu fa laamudhilla lahu, wa man yudhhilhu fa laa haadiya lahu. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Muhammad, ‘amma ba’d.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat sehat dan waktu luang, sehingga kita dimudahkan untuk berkumpul kembali untuk SS malam ini.

Shalawat serta salam, semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad saw. Seorang Hamba yang tak perlah lelah beribadah, walaupun dirinya sudah dijamin Surga. Seorang Nabi yang lebih memikirkan kita–para pengikutnya–, dibanding dirinya. Semoga kelak, kita termasuk golongan yang dijanjikan berada dalam barisannya.
[20:06, 11/10/2014] Risqon 376: Bismillah… Izinkah saya malam ini untuk sedikit berbagi kepada ukhti fillah semuanya. Tapi, tolong jangan ada menyela dulu sebelum saya selesai ya🙂
[20:07, 11/10/2014] Risqon 376: Kita semua pasti pernah merasa lelah, bukan? Lelah mengerjakan tugas yang tak kunjung selesai. Lelah menanggung segala amanah yang malah semakin bertambah. Lelah melakukan aktivitas yang tak juga tuntas. Itu semua wajar. Rasa lelah, penat, sakit hati, atau capek menunjukkan bahwa kita masih hidup, masih bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Namun, mari kita diskusikan 3 bentuk lelah yang harus sesegera mungkin kita atasi.
[20:09, 11/10/2014] Risqon 376: Yang pertama, adalah lelah berukhuwah.

Dalam dekapan ukhuwah, kita memliki latar belakang berlainan. Dalam dekapan ukhuwah, setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya. Dalam dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Dalam dekapan ukhuwah, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah.

Dalam berukhuwah, bersabar adalah kunci utama. Kita tidak bisa saling memaksakan kehendak, meminta untuk mengubah karakter sahabat kita menjadi seperti yang kita mau. Kita memang terlahir berbeda, dan sejatinya ukhuwah adalah pemersatunya. Sebuah hubungan ukhuwah harus didasarkan pada iman, karena segala jalinan tanpa iman hanyalah kesia-siaan. Baik iman atau ukhuwah, keduanya bukanlah hal yang semula jadi dan bisa muncul sendiri. Keduanya adalah pemahaman sekaligus keterampilan. Keduanya dihadirkan dalam diri dengan upaya. Keduanya tetap butuh ikhtiar dan kerja-kerja.

“Ketika kubaca firmanNya, ‘Sungguh tiap mukmin bersaudara’. Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan. Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman. Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru malah melukai. Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-iman kita yang sedikit sakit atau mengerdil. Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. Tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping” (Salim A. Fillah)
[20:10, 11/10/2014] Risqon 376: Lelah yang kedua, adalah lelah beribadah.

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Ibadah merupakan perendahan diri kepada Allah, yang dibangun atas dua perkara; cinta dan pengagungan. Dengan rasa cinta maka seorang akan berjuang menggapai keridhaan sesembahannya (Allah). Dengan pengagungan maka seorang akan menjauhi dari terjerumus dalam kedurhakaan kepada-Nya. Karena kita mengagungkan-Nya, maka kita pun merasa takut kepada-Nya. Dan karena kita mencintai-Nya, maka kita pun berharap dan mencari keridhaan-Nya.

“Patut dimengerti, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang meninggalkan ibadah kepada Allah melainkan dia pasti memiliki kecondongan beribadah kepada selain Allah. Mungkin orang itu tidak tampak memuja patung atau berhala. Tidak tampak memuja matahari dan bulan. Akan tetapi, dia menyembah hawa nafsu yang menjajah hatinya sehingga memalingkan dirinya dari beribadah kepada Allah.” (Syaikh Zaid bin Hadi)
[20:11, 11/10/2014] Risqon 376: Dan lelah yang terakhir, adalah lelah berdakwah.

Nahnu du’at qobla kulli syai’in, kita adalah da’i sebelum segala sesuatu. Dakwah memang pekerjaan yang tak mudah serta penuh onak dan duri. Namun bagaimanapun prosesnya, tetaplah berdakwah. Apapun akhirnya, tetaplah bekerja. Bekerja keras berarti menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah, bahwa Allah takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal hambaNya. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendakNya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.

Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.

“Bukannya seorang dai, mereka yang mengeluh tentang sulitnya merubah kondisi masyarakat. Ia bukannya dokter, ia hanya orang yang berpakaian dokter, tapi jijik melihat luka besar yang harus diobatinya” (Ustad Rahmat Abdullah)
[20:13, 11/10/2014] Risqon 376: Saya tutup sharing session malam ini dengan sebuah kata-kata penggugah yang masyhur dari ustad Rahmat Abdullah, semoga yang sedikit ini selalu menjadi pengingat bagi kita, khususnya bagia diri saya sendiri;

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
[20:14, 11/10/2014] Risqon 376: Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Yang benar datangnya dari Allah, yang salah datangnya dari diri saya sendiri🙂

Wabillahittaufiq wal hidayah. Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…

Saudarimu yang mengharapkan reuni 376 kelak di Surga,
Risqon Nafiah
==================================
I feel so lucky being apart of this team..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s