Posted in Resensi Buku

Resensi Buku : “Terapi Hati”

Judul: Terapi Hati

Penulis: Prof. Dr. H. Amin Syukur, M.A dan Dra. Hj. Fathimah Usman, M.Si

Penerbit: Erlangga

=============================================================

Bingung bikin resensi buku satu ini….😀 abis bukunya bagussss bgt (147 halaman)

saya mau menggabungkannya dengan Buku “Terapi Penyakit Hati” karya Ibnul Qoyyim Al Jauzi, tapi kayaknya ada yg gak bisa disambungkan di antara kedua buku ini. Jadi saya bahas yang buku lokal saja dulu ya.

Ini resensi pribadi saya…😀

Buku ini bagus bgt. Karena pertama2 dia akan menjelaskan apa itu hati, bentuk hati dan apa saja penyakit yang bisa menjangkit ke dalam hati. Dan bagaimana  fungsi hati baik secara jasmani atau rohani di dalam tubuh manusia.

Macam2 Qolb:

1. Hati yang shahih (sehat) yang bisa menjadi salim (selamat), keadaan ini yang dijanjikan akan dapat bertemu dengan Allah (Q.S. AsySyu’ara: 87-89). Ia memiliki antara lain: iman yang kokoh, mensyukuri nikmat, tidak serakah, hidupnya tentram, khusyuk dalam beribadah, banyak berdzikir, kebaikannya selalu meningkat, segera sadar jika lalai atau berbuat salah, suka bertobat dsb

2. Hati yang maridh (sakit) yang di dalamnya ada iman, ada ibadah, ada pahala, ada juga kemaksiatan dan dosa2 (kecil/besar). Tanda-tandanya antara lain: Hatinya gelisah (tidak tenang), suka marah, tidak pernah punya rasa puas, susah menghargai orang lain, serba tidak enak/tidak nyaman, penderitaan lahir dan batin, tidak bahagia dsb

3. Hati yang mayyit (mati), yang telah mengeras dan membatu karena banyak kerak (akibat dosa2 yang dilakukan) sehingga menghalangi datangnya petunjuk Allah (Q.S. Al Baqarah: 6-7 dan Q.S. Al-Muthaffifin: 13-14). Tanda-tandanya antara lain: tidak ada/tipis iman, meningkari nikmat Allah, dikuasai hawa nafsu, pikirannya negatif/buruk sangka, tidak berkeprimanusiaan, egois, keras kepala, tidak pernah merasa bersalah, dsb

Hati dapat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, apabila:

1. Ada hijab yang biasanya merupakan kesenangan dalam hidup, yakni persoalan inderawi dan duniawi, maka cinta dunia / matrealis adalah tabir / hijab yang serius

2. Kotoran hati oleh sebab banyaknya dosa-dosa. Hati bagaikan cermin, setiap melakukan satu dosa berarti monerahkan noktah hitam di atasnya. Semakin banyak dosa, semakin banyak noktahnya, semakin besar dosa dan semakin besar noktahnya. Yang pasti, semakin banyak noktah semakin kotor bahkan hati akan menghitam karenanya (Q.S. Al Baqarah: 7) dan Al Muthaffifin: 14)

3. Berpaling hati ke arah lain

4. Kurang adanya kesediaan hati itu sendiri

5. Hati tidak mengetahui arah yang seharusnya dituju

“Maka apakah mereka tidak berhalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Q.S. Al Hajj:46)

Sembilan kiat Shuffiyah:

1. Bertobat

2. Kanaah (qona’ah)

3. Zuhd Ad-dunya

4. Mempelaajari syari’at

5. Memelihara sunah-sunnah nabi

6. Tawakkal

7. Ikhlas semata-mata karena Allah

8. Tajrid

9. Memperbanyak wirid dan zikir, baik dengan hati, lisan, sikap maupun perbuatannya.

*aduh ternyata panjang klo mo dikin resensi.. ini niat gak sih mo ngerensi buku… hehehe

Langsung saja, Terapi Hati:

1. Terapi Dzikrullah (mengingat Allah), mengingat Alloh dalam ucapan, dan perbuatan

2. Terapi Dzikrul Maut (Mengingat mati), bahwa kita harus mempersiapkan matang2 sebelum kematian menjemput kita

3. Terapi Tahsin Ash-Shalat ( Mempercantik Shalat), shalat sebagai aktifitas fisik dan rohani

4. Terapi Cinta Rasul, melaksanakan sunnah2nya dan banyak bershalawat

5. Terapi Motivasi

6. Terapi Keluarga Harmonis

7. Terapi Masyarakat Harmonis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s