Posted in Uncategorized

[REVIEW FILM] V for Vendetta

ssetelah taraweh di Masjid bareng mama, aku gak sengaja nonton film… dan entah kenapa tumben2nya mau nonton apa gitu…. jadilah aku pilih channel warner movies (One of my fave channel in town.. ;P)

Eh ternyata ada film “V for Vendetta”. and u know what.. WITH  A GUILTY PLEASURE, aku akhirnya rela dan ikhlas bergadang dari jam 11 ampe jam 1 malam buat nontonnya. Padahal seingetku aku udah tau film ini sejak kuliahan dulu deh… *gak sempet nonton tapinya*

Oke, review dari aku sih, film ini keren!!!! *katanya novel grafisnya lbh keren* <– jadi penasaran.

Jadi ceritanya tentang seseorang yang bernama “V” atau dia menyebut dirinya sendiri “V”. Kalau aku amati dari filmnya ya, dia itu semacam manusia yang sudah bermutasi…. alasannya waktu itu dia  adalah salah satu manusia yang menjadi bahan percobaan untuk senjata biologis. Yang ternyata proyek itu gagal dan lahirlah “V”.

Film ini sendiri mengambil latar belakang negara inggris di masa depan. Dimana masyarakat dipimpin oleh pemerintahan yang otoriter dan totaliter. dan masyarakat menjadi tidak peduli, apatis, takut, untuk berpendapat atau apapun. Semua serba di atur.

“V” merasa bertanggung jawab atas kebobrokan di masyarakat ini. Dan dia mulai memburu para petinggi2 yang bertanggung jawab atas kechaos-an negara. V menggunakan topeng ala Guy Fawkes, entah untuk menutupi wajahnya yang sudah hancur atau memang untuk menutupi identitasnya.

Dalam aksinya, “V” bertemu dengan Evey, seorang perempuan yang ternyata yatim piatu, lahir dari orang tua yang aktivis politik (ibunya meninggal saat sedang aksi mogok makan, ayahnya meninggal di penjara tahanan politik, dan adiknya sendiri meninggal karena “dosa” pemerintah yang dikenal dengan kasus “three water”)

Evey sama seperti kebanyakan masyarakat saat itu, takut untuk berpendapat, takut untuk mengatakan “salah” kepada pemerintah. Dia masih ingat saat ayah dan ibunya diculik pemerintah dengan kepala yang dibungkus dengan plastik hitam.

Pertemuan Evey dengan V ternyata membawa banyak perubahan pada keduanya. V yang sangat mempercayai Evey membuat Evey menjadi buronan polisi pemerintah karena diyakini Evey mengetahui keberadaan V yang telah meresahkan pemerintah. Tapi karena Evey yang mengetahui misi dan visi V, berusaha melindungi V walau telah disiksa berhari2 di ruang tahanan. Sampai akhirnya polisi mengatakan akan menembak Evey  di belakang gudang karena Evey tak juga kunjung buka mulut mengenai keberadaan V.

Aku ingat sekali,Evey berkata, “Lebih baik aku mati ditembak di belakang gudang daripada aku mengatakannya.” Evey akhirnya bisa lepas dari rasa ketakutannya, sudah menjadi manusia bebas seutuhnya yang tidak takut dengan kematian. Padahal ternyata “V” lah yang telah menahan Evey selama ini dalam rangka menghilangkan ketakutan dari dalam diri Evey. Untuk kemudian Evey menjadi penerus perjuangan V.

V berhasil menunjukkan kepada masyarakat bahwa kekuatan terbesar adalah rakyat, bukan para pejabat yang korup dan sewenang-wenang.

Masyarakatpun akhirnya tergugah dengan tindakan V, apalagi satu per satu politikus yang telah merusak masyarakat dibunuh oleh V.

Dan akhirnya V mati oleh polisi pemerintah setelah berhasil membunuh Mentri Hankam yang bertangan besi dan bengis  bernama “Creedy”, setelah Creedy sebelumnya berhasil diadu domba oleh V untuk membunuh ketua DPR/Kanselir tertinggi, “Sutler”.

Evey yang telah mewariskan “semangat” V, melanjutkan perjuangan V dengan menjalankan kereta yang penuh berisi bom lewat terowongan bawah tanah untuk meledakkan Gedung DPR (simbol kefasis-an dan keangkuhan pemerintah saat itu), seperti yang telah dilakukan Guy Fawkes pada abad ke-17 (kalo ini sejarah) tapi gagal pada tanggal 5 November.

🙂

Begitulah sinopsis super singkatnya dari saya.

Entah kenapa saya mulai melihatnya di negara ini. Dimana saya di jambi sini pernah mengalami krisis BBM (anterian yang sangaatttttt panjang berhari2), krisis listrik dan krisis air pada waktu yang bersamaan. astaghfirullah….
dan saya melihat V seperti seorang pejuang Jihad Fii Sabilillah yang ingin melepaskan masyarakat dari berhala2 bernama kekuasan, materi dan penghambaan terhadap hamba. na’udzubillah.

Mau liat resensi versi lain, liat sini.

“V”

Silahkan menonton bagi yang berminat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s