Posted in Uncategorized

tekanan = pressure

Tekanan, pressure… itu adalah bagian dari hidup manusia, yg emang gak bisa lepas. Pressure gakkan pernah berakhir… yg bisa kita lakukan hanyalah mengganti pressure tersebut menjadi suatu bentuk kreatifitas… melejitkan. membangunkan sisi diri kita yg selama ini tertidur….

Itulah sebenarnya maksud dari semua tekanan dan pressure.

Setiap harinya, kita selalu dihadapkan pada banyak sekali pilihan. Ada yang buruk, ada yg menyenangkan, ada yg biasa2 saja… kadang kita gak dikasih byk waktu untuk memilih, maka dalam waktu yg singkat harus mengambil keputusan yg TEPAT. yg berakibat fatal jika dipanjangkan. Saat itulah, kita harus memilih. Memilih pilihan yg paling tepat, entah itu yg terbaik di antara yg terbaik atau terbaik di antara yg terburuk.

Selalu tentang pilihan, kawan… 🙂

Advertisements
Posted in Uncategorized

Cara programming radio GM-GP 3188 dan GP 2000 (1)

Hmmm…

aku mo buat sebuah tutorial singkat untuk memprogram GM/GP 3188 (Base Station dan HT)  dan GP 2000 (HT), keduanya adalah merk Motorola. Kebetulan di kantor pakenya itu, jadi itu yang mau aku kupas tuntas di sini.

Okey, yang dibutuhkan untuk memprogram radio2 ini adalah:

1. Power supply / baterai (accu)

2. RIB (Radio Interface Box)

3. Komputer (PC / Laptop)

4. Program / spoftware CPS yang berbeda2 untuk masing2 radio.

4. pastinya radio itu sendiri… 🙂

RIB (Radio Interface Box)

Semula aku sendiri sbg orang amatiran, sangat bingung sekali apa ini RIB, klo diliat dari RAB yang terdapai di Surat Perintah Kerja (SPK), RIB harganya 4 jutaan. Barang ini lah yang pertama kalinya ku samperin saat ke gudang, penasaran bgt. Ternyata RIB adalah sebuah kotak persegi panjang yang memiliki 6 kabel keluaran (merk Maxton), Dan ini nih yang namanya RIB:

Keterangan:

A.Ke serial port di komputer

B. Ke Power Supply (positif dan negatif / Merah dan hitam)

C. Ke port microphone pada HT

D. Ke RS 2303 pada base station

Sebagaimana keterangan di atas, fungsi RIB adalah interface antara radio ke komputer. Di sini lah aku sering mengalami kegagalan saat menghubungkan antara radio dan komputer, karena laptop sekarang ini kan jarang banget yang ada serial portnya, jadi saya sering pake sambungan usb-serial port, yang sering kali laptop gagal mendeteksinya.

Radio GM/GP 3188

GM 3188 adalah radio dengan jenis radio base atau base station yang sifatnya menetap / mobile (jika dipasang di mobil). Setelah menghubungkan radio ke powersupply, dan RIB ke powersupply, serial ke komputer dan RS2303 ke jack di radio, maka radio sudah menyala. Usahakan tegangan hanya sekitar 12-15 Volt. Kalau koneksi berhasil maka akan tampil seperti ini:

Apabila radio gagal koneksi, maka akan keluar tampilan berikut:

… to be continue

Posted in Uncategorized

Seneng bgt, byk belajar radio

Beberapa hari ini belajar byk tentang tuning radio base dan repeater… tentu si bos yang ngajari. Harus bener2 fokus sama yang aku pelajari. Apalagi bos ku tipikalnya kan keras gitu, dia gak segan2 marahin saya depan byk orang… tapi tentunya marah dengan tujuan supaya saya gak ngulangin lagi kesalahan itu. Kami profesional, antara urusan kerja dan personal bener2 beda.

Kalo untuk urusan kerja, dia bisa menjadi sangatttttt egois, pendapat kita (anak buahnya) selalu aja salahh… tp diayg ku suka, dia gak pelit sama sekali klo ngasih ilmu. dia punya 100, ya dia kasih 100. Yang kudu dikuatin otaknya aja… klo gak kuat, ya gitu, bisa mundur. gak cuma kuat otak sih, tp juga kuat fisik. Kerja sama orang satu ini, gak kenal yg namanya malem. Kalo belom selesai, ya lanjutin… -_-‘

dan dari dia aku  byk belajar tentang berbagi, gak cm masalah ilmu di dunia kerja, tp juga banyak pengalaman lain.

selama beberapa minggu ini,. tanggal merah aja tiba2 dikabarin untuk dinas. dan saya senang sekali… bisa dapet banyak ilmu….

besok tiba2 si babe kagak ikutan dinas,. jadi aku harus menangani semuanya sendiri….excited bgt, tapi sekaligus gugup… klo gagal pegimaneeee….

hihihihi…

ya, saya akan berusaha yang terbaik. Bismillah….

Sistem radio jambi akan menjadi sistem terbaik di S2JB… hohoho.. sehingga setiap kli ada gangguan listrik dapat ditangani secepat mungkin… 🙂 jadi rakyat kagak kelamaan dalam kegelapan… uhuuyyyy

Posted in Uncategorized

Hukum Kerja di Bank Konventional (Halal-Haram)

HUKUM BEKERJA DI BANK
Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN

Saya tamatan sebuah akademi perdagangan yang telah berusaha mencari pekerjaan tetapi tidak mendapatkannya kecuali disalah satu bank. Padahal, saya tahu bahwa bank melakukan praktek riba. Saya juga tahu bahwa agama melaknat penulis riba. Bagaimanakah sikap saya terhadap tawaran pekerjaan ini?

JAWABAN

Sistem ekonomi dalam Islam ditegakkan pada asas memerangi riba dan menganggapnya sebagai dosa besar yang dapat menghapuskan berkah dari individu dan masyarakat, bahkan dapat mendatangkan bencana di dunia dan di akhirat.

Hal ini telah disinyalir di dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta telah disepakati oleh umat. Cukuplah kiranya jika Anda membaca firman Allah Ta’ala berikut ini:

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (Al Baqarah: 276)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketabuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu …” (Al Baqarah: 278-279)

Mengenai hal ini Rasulullah saw. bersabda

“Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menyediakan diri mereka untuk disiksa oleh Allah.” (HR Hakim)1

Dalam peraturan dan tuntunannya Islam menyuruh umatnya agar memerangi kemaksiatan. Apabila tidak sanggup, minimal ia harus menahan diri agar perkataan maupun perbuatannya tidak terlibat dalam kemaksiatan itu. Karena itu Islam mengharamkan semua bentuk kerja sama atas dosa dan permusuhan, dan menganggap setiap orang yang membantukemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya, baik pertolongan itu dalam bentuk moril ataupun materil, perbuatan ataupun perkataan. Dalam sebuah hadits hasan, Rasulullah saw. bersabda mengenai kejahatan pembunuhan:

“Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akan membenamkan mereka dalam neraka.” (HR Tirmidzi)

Sedangkan tentang khamar beliau saw. bersabda:

“Allah melaknat khamar, peminumnya, penuangnya, pemerahnya, yang meminta diperahkan, pembawanya, dan yang dibawakannya. ” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

Demikian juga terhadap praktek suap-menyuap:

“Rasulullah saw. melaknat orang yang menyuap, yang menerima suap, dan yang menjadi perantaranya. ” (HR Ibnu Hibban dan Hakim)

Kemudian mengenai riba, Jabir bin Abdillah r.a. meriwayatkan:

“Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orangyang menjadi saksinya.” Dan beliau bersabda: “Mereka itu sama.” (HR Muslim)

Ibnu Mas’ud meriwayatkan:

“Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)2

Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:

“Orang yang makan riba, orang yang memben makan dengan riba, dan dua orang saksinya jika mereka mengetahui hal itu– maka mereka itu dilaknat lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat.” (HR Nasa’i)

Hadits-hadits sahih yang sharih itulah yang menyiksa hati orang-orang Islam yang bekerja di bank-bank atau syirkah (persekutuan) yang aktivitasnya tidak lepas dari tulis-menulis dan bunga riba. Namun perlu diperhatikan bahwa masalah riba ini tidak hanya berkaitan dengan pegawai bank atau penulisnya pada berbagai syirkah, tetapi hal ini sudah menyusup ke dalam sistem ekonomi kita dan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana umum sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw.:

“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya maka ia akan terkena debunya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kondisi seperti ini tidak dapat diubah dan diperbaiki hanya dengan melarang seseorang bekerja di bank atau perusahaan yang mempraktekkan riba. Tetapi kerusakan sistem ekonomi yang disebabkan ulah golongan kapitalis ini hanya dapat diubah oleh sikap seluruh bangsa dan masyarakat Islam. Perubahan itu tentu saja harus diusahakan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan guncangan perekonomian yang dapat menimbulkan bencana pada negara dan bangsa. Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik. Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan riba, khamar, dan lainnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan terbuka lebar.

Setiap muslim yang mempunyai kepedulian akan hal ini hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya, dan segenap kemampuannya melalui berbagai wasilah (sarana) yang tepat untuk mengembangkan sistem perekonomian kita sendiri, sehingga sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai contoh perbandingan, di dunia ini terdapat beberapa negara yang tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang berpaham sosialis.

Di sisi lain, apabila kita melarang semua muslim bekerja di bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh orang-orang nonmuslim seperti Yahudi dan sebagainya. Pada akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.

Terlepas dari semua itu, perlu juga diingat bahwa tidak semua pekerjaan yang berhubungan dengan dunia perbankan tergolong riba. Ada diantaranya yang halal dan baik, seperti kegiatan perpialangan, penitipan, dan sebagainya; bahkan sedikit pekerjaan di sana yang termasuk haram. Oleh karena itu, tidak mengapalah seorang muslim menerima pekerjaan tersebut –meskipun hatinya tidak rela– dengan harapan tata perekonomian akan mengalami perubahan menuju kondisi yang diridhai agama dan hatinya. Hanya saja, dalam hal ini hendaklah ia melaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah menunaikan kewajiban terhadap dirinya dan Rabb-nya beserta umatnya sambil menantikan pahala atas kebaikan niatnya:

“Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari)

Sebelum saya tutup fatwa ini janganlah kita melupakan kebutuhan hidup yang oleh para fuqaha diistilahkan telah mencapai tingkatan darurat. Kondisi inilah yang mengharuskan saudara penanya untuk menerima pekerjaan tersebut sebagai sarana mencari penghidupan dan rezeki, sebagaimana firman Allah SWT:

“… Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Baqarah: 173}

Catatan kaki:
1 Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih isnadnya.
2 Tirmidzi mensahihkannya. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dan Hakim, dan mereka mensahihkannya.

———— ——— —
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392- 7988593
Fax. (021) 7984388

(ku copast untuk seseorang dari sini.)