Mendekati 365 hari ^.^

Gak terasa,,, ternyata dah ampir setahun ya aku jadi spv scadatel. it’s crazy! :)

Jadi inget waktu setahun lalu….

Waktu itu baru setahun sejak aku diangkat menjadi pegawai tetap. dan siapa sangka, si boss ternyata ngasih aku tantangan baru… ya jadi spv scadatel di cabang jambi, yang katanya ini adalah supervisor termuda… hehe.

Awalnya banyak kabar yang beredar kalo aku akan menjadi spv di unit di pinggiran jambi, entah itu muara sabak ataupun kuala tungkal (sekitar 3 jam dari Kota Jambi). Aku sempet ngeper juga… ngeri… apalagi masih single begini. Setelah beberapa hari akhirnya aku pasrah. Will be what will be (kalimat ajaibnya bosku).

Kemudian salah seorang staff di SDM waktu itu bilang ada SK buat aku. haduh, aku jadi mulai parno lagi. tapi ya sudahlah… dia bilang sih SK nya menyenangkan, tapi kan who knows… kalo kata orang, “SK yang bicara. jangan dengerin orang ngomong apapun klo gak ada SK.” dan perkataan orang itu bener2 ku dengerin. SK lah yang bicara.

Dan ternyata saat pembagian SK, aku dapat SK sbg Spv scadatel cabang jambi. kaget??? pastinya. tapi syok jg. ngapain sih gue jadi SPV?? kan rencananya jadi spv adalah tujuanku di usia 35 tahun. lah terus gue mo jadi apaan lagi skrg? cita2 gue apaan? manager? General manager?? atau Dirut??? kwkwkwkwkw… gak banget. aku cm pengen jadi spv.. arrghh…

Tapi ya sudahlah, dijalani aja. emangnya ada pilihan lain? :)

Barakallah!! happy new days for mee…

btw, karena tempat saya bekerja ini mau ada perapingan organisasi, jadinya scadatel mau dipindahin di bawahnya bidang operasi distribusi. kemungkinan besar saya jadi staff biasa lagi. sempet sih ditawawin jadi spv operasi distribusi, tapi gak deh.. ma’acih. Soalnya klo opdist harus bener2 on call 24 jam. gak deh, gmn coba ntar suami ma anak2 aku?? :)

 

Alhamdulillah. I feel so blessed. aamiin.

sepertinya impian untuk menjadi spv di umur 35 bener2 gakkan terwujud. malahan jadi spv di usia 25 :)

 

Maher Zain’s Concert

Tanggal 09 Oktober 2011 kemarin aku memutuskan untuk nonton konsernya Maher Zain diIstora Senayan, Jakarta.

Kebetulan saat itu aku memang memutuskan untuk mudik karena ada permasalahan keluarga yang harus dibicarakan seluruh anggota keluarga.

Tiketnya aku beli secara online di rajakarcis.com via debit mandiri. Aku beli tiket yang paling murah, festival 2 harganya 300 ribu plus PPN 10%.

Aku beli dua tiket, rencananya satunya lagi buat temen baikku yang bulan ini ultah, tapi ternyata dia lagi prajab. Mau ajak adikku eh ternyata malam itu dia masih di kantor. Sempet bingung jg mau ajak siapa lagi… Mau ajak anak 7ska1 klo cuma satu tiket gak enak sama yg lain… dan baru pas detik2 terakhir aku ngajakin senior Kampusku dulu, Zulaikah Solehah.

Kalo beli tiket secara online, setelah proses pembayaran dikonfirm, (2 hari) kita dikirimi voucher (bukan tiket yaaa..) via imel yg kemudian harus ditukar dengan tiket di kantor rajakarcis.com. Kantornya letaknya di Depan Pasaraya Manggarai (tepat di depan Busway / Terminal Manggarai).

Setelah menukarkan vouchernya (dimana aku benar2 penuh berjuangan menemukan kantornya si rajakarcis.com), aku yang gampang kecapean akhir-akhir ini segera ke kostan mbak Zule di sekitar semanggi dan numpang bobo sampe jam 5an sore.. hehehe. Badanku lemes…

Berangkat ke Istora Senayan pakai TaksiKu (15 ribu) setelah maghrib, saat itu jakarta sedang diguyur hujan derasss banget. Sampai di istora, orang2 yang mau nonton sudah bergerombolan di depan pintu masuk. Di sini sempat ada kericuhan. Promotornya sepertinya memang kurang pengalaman dan kurang profesional, karena kami dibiarkan kedinginan di luar, sedangkan penonton banyak yang terdiri dari anak2 dan usia manula. Dan yang parahnya lagi menurut pada penonton yang lain, katanya pas ada artis diijinin masuk, tapi klo orang biasa gak dibolehin masuk. hmmppphh… hari gini!!

Setelah main dorong2an dengan petugas securitynya, kita baru bisa masuk. tapi itupun baru di lobi. anehnya, pintu masuknya pun tidak ada tulisan2nya. entah itu VIP, Tribun dan festival. Penonton dibikin bingung luar biasa deh. Apalagi, seperti aku, banyak di antara penonton yg memang baru kali ini nonton semacam konser. Berbeda dengan yang tadi, sekarang penonton dibiarkan kepanasan di dalam lobi. Ratusan lho…

Dan lagi2 terjadi aksi dorong mendorong dengan petugas dan akhirnya pun kita berhasil masuk ke dalam istora. Di sini lagi2 tidak ada tulisan mana yang untuk VIP, tribun dan festival. bahkan kalau mau currang, petugas pun tidak bisa membedakan mana yang tidak punya tiket. Karena memang tidak ada pemeriksaan tiket sama sekali. Aku pun sempet bersitegang dengan panitia, karena dia telah bertindak sangattttttttttttt tidak profesional. duh ya Allah.. benar2 pengalaman yang gak ngenakkin.

Karena tidak ada pemeriksaan tiket dan tidak ada tulisan pembeda antara VIP, tribun dan festival, semua orang bisa duduk seeenaknya dimanapun., Termasuk aku, walau dapat tiketnya festival 2, aku dapat duduk di VIP 1. bayangpun!!! pewe iya. tapi aku gak nyaman. apalagi setelah para ibu2 yg duduk di belakangku bilang, “Kalau gini mah, ngapain gue beli tiket yang 880 ribu, semua orang duduknya terserah” ahahhaha…

Sekitar jam 8, setelah semua dekor selesai, aku ngajakin Mbak Zule berdiri di festival. Jadi kami pas berada di pagar lapis 1.hihihi. biar lebih puas dan lebihkerasa nontonnya gituuuu… :)

Dan selama 2 jam, Faly “Padi”, Maher Zain dan Irfan Makki benar2 memanjakan kuping kami. Menurut aku pribadi, konsernya sukses!!! dahsyat! Subhanallah. Kami dibuatnya sholawatan dan berdoa bersama.

Sejujurnya aku bukan fans beratnya Maher Zain, jadi aku gak gitu tau lagu2nya. Nah pas konser kemarin itu, setiap ganti lagu, aku bertanya para orang yang berdiri di sebelah aku, kemudian aku langsung search lirik lagu tersebut di google. hehehehe… jadi aku tau si Maher Zain ini lagi nyanyi apa dan liriknya tentang apa.. :D

Alhamdulillah, selesai acara, hujannya jg selesai… :)

Kali ini kami pulang naek Kopala P-9, cuma 2000-an. Dan di dekat Kos nya Mbak Zule, aku dijemput ama adekku deh… :)

Aku paling suka lagu ini:

Maher Zain feat Irfan Makki – Allahi Allah Kiya Karo (pake bahasa Urdu plus English)

dan

Maher Zain feat Fadly “Padi” – Insya Allah

dan satu lagi:

Maher Zain – Barakallahu lakum

Menunda-nunda waktu

Banyak orang ingin tahu mengapa semakin banyak orang dari bangsa ini yang senang menundanunda pekerjaan. Jalan-jalan berlubang di kampung tempat tinggal saya, misalnya, kalau belum menjadi kubangan dalam belum ada perbaikan.

Kalaupun diperbaiki,kami semua harus menunggu sampai akhir tahun. Alhamdulillah, akhirnya Oktober ini lubang-lubang dalam itu sudah rata. Di Ambon, beberapa hari lalu seorang bapak menangis bercampur marah karena petugas PLN terlambat datang mengurus jaringan listrik yang bocor. Seorang anak kecil menjadi korban, tersetrum listrik dari air di bak mandi.

Di Medan, puluhan ibu-ibu mengamuk kepada petugas sebuah airlines di bandara, yang terkesan menggampangkan dan tidak cepat menangani keluarga mereka yang menumpang pesawat yang jatuh di lereng Pegunungan Bahorok. Media massa memberitakan, kalau cepat ditangani,kemungkinan besar beberapa korban masih hidup. Akhirnya keberangan publik semakin jelas menyaksikan lambatnya penyerapan APBN di hampir semua kementerian Republik Indonesia.

Seorang pejabat di Kementerian Keuangan pernah mengatakan, hingga akhir Februari lalu, anggaran pada 10 kementerian baru bisa menyerap 5%. Ini berarti mereka tidak langsung bekerja begitu DIPA diterima bulan Januari.Akibatnya,wajar kalau hingga Oktober tahun ini daya serap anggaran masih berkisar 50%.Ada yang bilang sudah sebesar 70%,tetapi banyak orang yang meragukannya.

Tapi,syukurlah,Anda hidup di Negeri Sangkuriang. Bahkan gedung-gedung olahraga yang sudah lama dianggarkan untuk pergelaran kompetisi SEA Games yang mencemaskan banyak pihak diramalkan akan jadi juga pada detik-detik terakhir. Selain Negeri Sangkuriang, Indonesia juga dikenal dengan tradisi ketok magic. Jangan tanya bagaimana caranya,pokoknya percaya saja.

Semua akan beres,selesai pada waktunya. Namun jangan tanya kualitasnya, apalagi check & balancenya. Sudah hampir pasti kerja seperti itu banyak masalahnya. Sepertinya ada masalah besar dalam business process di negeri ini, tetapi entah mengapa,walaupun sudah diperbaiki, tetap saja banyak masalahnya. Kalau prosesnya tidak tepat,apa yang bisa diharapkan pada hasilnya? Good process–great result! Nah kalau prosesnya saja sembarangan, bagaimana output-nya?

Prokrastinasi
Karena hal serupa terjadi berulang-ulang, sudah pasti pemerintah tahu apa yang menyebabkannya. Dulu, anggaran pemerintah baru bisa cair setelah bulan Juni. Perlahan- lahan diperbaiki menjadi bulan Maret dan sekarang sudah bisa dicairkan sejak awal tahun.Tapi masalahnya, mengapa bagian terbesar anggaran ini tetap dihabiskan setelah September? Bukankah ini berarti ”pikiran” aparat birokrasi belum berubah?

Sikap mental yang sering menunda-nunda itu dalam ilmu perilaku dikenal sebagai procrastinator (prokrastinator). Seseorang yang melakukan procrastination (prokrastinasi) punya tendensi mengganti pekerjaan-pekerjaan high priority dengan pekerjaanpekerjaan low priority. Orang-orang seperti ini biasanya pencemas yang senang menunda-nunda pekerjaan. Prokrastinator mengatakan mereka bisa bekerja bagus dalam suasana di bawah tekanan (under pressure).

Nahdalam birokrasi yang lembek dan lamban,mereka mendapatkan pembenaran. Tapi jangan cepat-cepat percaya bahwa kerja seperti itu bagus. Ada ilmu yang mengatakan sebenarnya prokrastinasi adalah bawaan lahir (human nature) sehingga kalau tidak dibentuk,semua manusia akan menunda-nunda pekerjaannya. A sense of timelessness ada dalam masyarakat suku-suku tertentu, bahkan berlaku sampai sekarang.

Bahkan orang-orang Barat memberi label prokrastinasi kepada orang-orang Afrika sebagai African Time.Di Benua Afrika kebiasaan buruk tidak menepati waktu antara lain dibentuk oleh orientasi waktu polikronik, yaitu kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus. Adapun di Barat, orang-orang terbiasa menganut budaya monokronik, satu program sampai tuntas.

Lantas dari mana sumber etika ketepatan waktu? Para ahli percaya, etika ketepatan waktu berasal dari seorang ulama Yahudi bernama Hilec (100 BCE) yang mengajukan pertanyaan seperti ini: ”Jika saya bukan untuk diri saya, siapa yang akan melakukannya bagi saya? Tapi jika saya hanya untuk diri saya saja, siapakah saya? Dan bila tidak sekarang,kapan?” Prokrastinasi atau menunda- nunda pekerjaan, tidak taat pada waktu, dianggap sebagai perilaku yang tidak etis, selfish, dan merugikan orang lain.

Di Barat,berlaku pepatah, ”If not now,when?”Kalau bukan sekarang, kapan? Pepatah ini membuat banyak pendidikan kepemimpinan mengarahkan calon-calon pemimpin untuk tidak menunda-nunda masalah. Masalah harus cepat didiskusikan, direncanakan,dan diatasi. Dalam ilmu manajemen dikenal istilah time management yang marak diberikan dalam berbagai workshop di sekitar era 1980-an. Bukan hanya sikap mental yang mereka bentuk, melainkan juga alat-alat pencatat (agenda kerja) banyak.

Stephen Covey bahkan membagi orientasi waktu manusia ke dalam empat kategori. Generasi pertama adalah manusia denganalatbantuwaktu( jam) yang berfungsi memberi peringatan (alarmatauwake up call). Generasi kedua adalah time management dengan perencanaan dan kalender.Pada generasi ketiga, dimasukkan unsur perilaku seperti bekerja dengan prioritas, menjabarkan prinsip-prinsip pareto (bahwa 80% hasil yang didapat ternyata banyak diperoleh dari 20% pekerjaan yang penting), dan mengedepankan tata nilai.

Namun orientasi waktu generasi keempat sudah dikaitkan dengan tata kelola dengan menggunakan berbagai peralatan teknologi. Waktu berjalan, para ahli telah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa yang unggul bukanlah bangsa yang mengorbankan waktu dan bekerja tanpa memikirkan prioritas. Semakin sering suatu bangsa mengabaikan timeline, seperti yang Anda lihat, semakin fragile (mudah rusak, berisiko gagal) bangsa itu.

Punctuality Nite
Di Afrika, kebiasaan menunda- nunda waktu dirasakan banyak pebisnis sebagai penyakit menular yang sama bahayanya dengan HIV-AIDS. Maka pada Oktober empat tahun yang silam para pebisnis di Republik Pantai Gading bekerja sama dengan pemerintah menyelenggarakan pesta budaya untuk memerangi budaya jam Afrika. Mereka menggelar kompetisi ketepatan waktu berhadiah sebuah vila seharga Rp1 miliar.

Menurut Reuters, kompetisi itu dilakukan untuk membangun kesadaran tentang besarnya kerugian yang dialami bangsa dari perilaku bekerja tanpa memperkirakan waktu. Kompetisi itu ditutup dengan malam kesenian disebut punctuality night (malam ketepatan waktu) dengan subtema: African time is killing Africa–let’s fight it! Saya berpikir,

pemerintah yang baik tidak hanya peduli membangun bangsanya dengan hanya membangun infrastruktur fisik berupa jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan gedung-gedung bertingkat saja. Pemerintah yang hebat perlu membangun budaya, yaitu budaya respek.Ini adalah budaya yang hampir hilang dari kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang menghargai waktu adalah orang-orang yang memiliki budaya respek.

Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/435517/34/

Mirror

http://rumahperubahan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=121&Itemid=57

Unlike · · Share

my dream land

errrr….. semangat lagi deh pengen ke istanbul… :)

Entah sejak kapan, saya punya impian ke istanbul…. sebenarnya pengennya ke baitullah, dah sering diajakin umroh ma orang kantor, yah bukannya gak punya duit **padahal emang iye** tapi gak enak sama orang tua, papa sama mama kan baru berangkat hajinya tahun 2013 entar. gak enaklah kalo aku duluan ke baitullah, walau hanya dalam rangka umroh… :) **anak berbakti mode: on**

Sejak itu saya gak sengaja melihat gambar hagya soffa… ohemji… keren bgt sih… terus gak sengaja liat pelabuhan borsporoues di album foto seorang temen di fb yg kebetulan lagi jalan2 kesana… darahku langsung mendidih dan meluap-lupa… I wanna be there!!!! Iyah, istanbul…

Tapi kata temenku, di sana kita kudu bisa bahasa turki, karena mereka gak menjadikan bahasa inggris sbg bahasa yg wajib bisa.. hadeuh….

udah sempet cari link temen yang ada di istanbul, udah dapat, dia temennya temenku, tapi blm nyari tau lebih lanjut sih.

Rencana besarku ke istanbul adalah untuk melihat istana peniggalan kekhalifahan usmani yang merupakan kekhalifahan Islam terakhir hingga sekarang yang sudah musnah…. how we miss that khalifah!!!

yang paling sulit dari perjalanan ini mungkin mengajukan cutinyaaa… haduh, rempong bgt ni klo mo ngajuin cuti… apalagi kalau tau ini “hanya” dalam rangka jalan2… :( semoga ada jalan… aamiin….

ya udah , skrg coba2 belajar bahasa turki aja dan ngobrol sama temen saya itu. karena sejauh ini saya blm ada temen perjalanan buat ke turkinyaaa… kemungkinan besar ke sananya sendirian… backpacker alone.. berani gak yaaa… xixixixixi

 

Their wedd

aku lupaaa… aku mo cerita tentang trip yang gila bgt beberapa minggu yang lalu…

Jadi… tgl 9 dan 10 Juli 2011 adalah 2 tanggal pernikahan sahabat dan kakakku yang pertama.

Nah, aku juga mengawas pekerjaan di Muara Sabak, ke-5 subrantingnya yang jauh ajah… bayangin, kita ke sana harus naek speed boat. Hmm… okey… karena segala sesuatunya bersifat mendesak, aku harus mikir masakkk bgttt.. terutama untuk persiapan ke sabak, walau ada 5 subranting dan aku pny target gila, yaitu ke-5 pekerjaan itu harus selesai dalam 2 hari, klo bisa sehari deh.

Persiapan ke sabak, berangkat tanggal 6 juli 2011.

Rencananya mau pasang tiang antena, tarik kabel dan antena. Sebenarnya pekerjaannya mudah2 aja, tapi jauhnya lokasi yang harus di tempuh.. hiks hiks. Eh jauh2 hari aku dah beli tiket PP ke Jakarta yang harganya masih melangit karena emang lagi masanya liburan anak sekolah (sekitar 1,2an jt) heu.

Dari Kota Jambi ke Muara Sabak itu ditempuh dengan jalan darat, selama 3 jam. Kemudian untuk ke subranting2nya yang berjumlah banyak dan mencar-mencar itu, kita butuh sekitar 5 jam untuk satu sub ranting. Kebayang dong… itu perjalanan air plus perjalanan darat. Akhirnya, kelompok aku bagi dua. 4-5 personil per group. Sebenarnya aku kurang lega yah, soalnya gimana pun aku pengen mengawasi semua sub rantingnya gitu… tapi akhirnya aku memutuskan untuk memeriksa sub ranting yang benar2 parah aja alias bikin baru untuk tiang dan antenannya untuk sub ranting yang sudah ada tiang (cm benerin skur dan pasang antena) aku serahin ke grup yang lain.

Tujuanku adalah ke Sub ranting Nipah Panjang dan Sub Ranting Simbur naik. Setelah dari Muara Sabak kami melakukan perjalanan darat ke pelabuhan, sekitar 30 menit, kemudian naik perahu ketek (ohemji, aku benera2 butuh pelampung, menakutkan skali.. hiks hiks) tapi seru juga sih klo gak inget aku itu gak bisa berenang :( sekitar 30 menit. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke simbur naik, 2 jam, ke Nipah Panjang 2 jam. Heu… capekkkkk…

perahu yang dipakai. ngeri yaaa

Baru pulang dari Nipah Panjang jam 18.00 dan sampe ke pelabuhan jam 20.00 WIB. Alhamdulillah.. syukur alhamdulillah. Kami janjian ketemuan sama grup lain itu di Muara Sabak, ternyata grup yang lain jg udah selesai. it’s amazing!!! Segalanya sulit kecuali yang Allah beri kemudahan… :)

Baju2 ganti yang sudah ku persiapkan untuk menginap di sana, gak jadi kepake… hehehe.. ALHAMDULILLAH. kemudian si boss mendadak menghubungi, katanya besok aku masuk ke Kantor, padahal rencananya aku mo lurusin badan sebentar.. hiks.. hiks…  ya sudahlah, ternyata ada urusan penilaian semester 1 yang kebetulan aku yang bertanggung jawab di bagianku…

Tanggal 07 Juli 2011

Setelah mengurusi urusan2 penilaian smeseter I ini dimana aku bertanggung jawab memastikan ke-11 personil bidangku sudah mengisi semua isian (kalo orangnya gak ada, aku yang ngisi), aku naik pesawat jam 16.00. Alhamdulillah sempat pamitan sama bosku, and maybe he thinks I’m a little bit crazy… :)

Tanggal 08 Juli 2011.

Aku nemenin si mamah belanja belanji keperluan yang kurang dan nyebar undangan yang belum2. Pukul 11.15, dikabarkan Gardu Induk Selincah di Jambi kebakaran, pasokan listirk otomatis berhenti. Itu gardu induk utama, mengaliri listrik sekitar 75% Jambi. Kacau. Karena aku admin nya twitter PLN Cabang Jambi, aku harus rajin update. Bahkan sempat ada kabar kalo pemadaman akan terjadi selama 3 bulan. Heu… gossip bgt! Abis deh dicaci maki di twitter, sampe aku gak bisa tidur semaleman karena itu HP gak berhenti2 bunyi kasih notifikasi.. :(

And here are the days…

Aku memutuskan untuk deactive twitter PLN Cab Jambi, bukan apa2 yah, aku stress.. dan yang tau aku stress kan aku sendiri. Wong aku bikin twitter itu atas inisiatif sendiri, karena aku merasa turut bertanggung jawab aja klo ada pemadaman terencana kan enak klo disosialisasikan. Dan ternyata pengguna twitter di jambi jg cukup banyak. dalam seminggu aku bisa dapat 200an follower yang kemudian jadi hampir 500 followerts. tapi terpaksa aku deactive, abisnya kalian pada reactive bgt siiii.. :P

Pagi-pagi nenek sama tante2 udah pada dateng ke rumah, soalnya kan mereka mo ribet2 pernikahan Teteh Iya besokannya. Siangnya aku terpaksa segera berangkat sama anak2 7ska1 ke Gedung antam untuk jadi penerima tamunya Resepsi pernikahan Indah Trisnawaty. Ih, aku nangis pas akad nikahnya lho… heu…serem.. hihihi.. padahal udah didandanin, kan takut meleber gitu make up nyaa…. “Sist, finally u made it. penantian yang berakhir bahagia… semoga sampai akhirat kelak yaaa.. LOVE U SO MUCH!”

Baru pulang dari Antam jam 10-an. Sodara2 dah pada rame banget di rumah. Kan acaranya si Aula Masjid deket rumah… Aku seneng tapinya… karena banyak sepupu yang lucu2.. ih mereka gemesin dehhh…Aku sempet pakein anai-anai ke teteh ku , dia seneng ternyata… eh aku jg suka lho pake anai, tapi aku pakenya di kaki… jadi lebih gimanaaaa gitu… hihihi. Mungkin cuma di acara nikahan kyk gini lah ya keluarga besar bisa benar2 berkumpul…

And then….

tanggal 10 Juli 2011, akad nikah pun berlangsung di Masjid Raudhathul Mu’minin, masjid kami dari kecil ikutan TPA sampe segede ini.. wow.. wonderful. Subhanallah… kali ini aku gak nangis, adekku yang nangis seg segukan.. hiyaaahh.. kenapa anak ini? si preman yang ternyata mellow… hihihi…

Keluarga dari Tasik Malaya, Jabodetabek dan sekitarnya berkumpul. Akad nikah berlangsung hikmat bgt, tapi si teteh senyum mulu.. eh dia mah sadar banget klo diam mukanya jadi terkesan jutek soalnya makanya dia senyum mulu. dan senyum itu lah yang telah menaklukkan hati si ‘Aa.. hehehe

Aku... hihihi.. *narsis*


Acara berlangsung serruuu bgtttt…. kerenlah si mama milih cateringnya, lebih mirip EO ketimbang catering biasa kayaknya. Dan yang lebih seneng sih, untuk acara sebesar ini kami gak pake ngutang sana sini. Semuanya benar2 sukarela antara aku, teteh ndah, teteh iya, papa dan juga pihak ‘Aa. Subhanallah… seneng deh pokoknya.

Dan besok paginya aku balik ke Jambi…

Di Jambi aku langsung masuk kantor dan benerin radio di Gardu Induk selincah. Pulangnya sampe malam. SARAP BANGT. dan besoknya aku pun tepar… hiks. badanku gak sekuat itu, dipake jalan ke sana kemari.tepar. badan sakit semuanyaaaa…. Di bekam deh sama perawat kesayangan yang jg sobatku sendiri. tapi Alhamdulillah cuma kecapean aja, si types yang dulu2 rajin banget menjenguk klo aku kecapean lagi ogah menyapa… hihihi

Nice triplah. dan worth it!!! :)

Keputusan

terinspirasi dari sebuah puisi di tetangga,

 

Sudah beberapa keputusan yang ku buat

Sudah beberapa keinginan yang terkabulkan

Sudah beberapa harapan yang ku ukir

Sudah beberapa doa yang terwujudkan

 

Rasa bersyukur terucap

UntukMu yang selalu mengasihi dan menyayangiku

Atas segala penjagaanMu atas wujudku, hati, fisik dan ruhku

 

Dan atas setiap teguran dan rasa sedih dan juga rasa sakit karena sayangMu padaku

 

Menampilkan PTT ID Pada motorola GP 338

Alhamdulillah akhirnya setelah bertanya sana sini dan sempat mati gaya karena buntu, saya berhasil menampilkan PTT-ID di Motorola GP 338 biasa (tanpa plus), tp klo GP 338 plus jg bisa.

Ok, langsung kita mulai pada tampilan menu GP 338.

Pada “Conventional Personality”, masukkan channel yang diinginkan.

Daftar channel

Contoh di atas terdapat 6 channel yang dimasukkan. Kemudian setiap channel dimasukkan TX dan RX yang diinginkan atau sesuai repeater yang ingin dikoneksikan beserta DPL / TPL nya jika ada.

Selanjutnya, kita masuk ke “Signaling”

Daftar menu signaling

Pada tampilan di atas kita pilih “MDC System” dengan meng-klik tanda “+” nya sehingga keluar pilihan “MDC System 1” dan “MDC System 2”.

Saya akan memilih masuk ke MDC System 1. Dengan tampilan sebagai berikut:

Menu MDC System - 1

Ok, sebenarnya apakah itu MDC 1200? Berdasarkan dari wikipedia.. MDC 1200 adalah Sistem data pensinyalan 2 arah pada radio motorola yang menggunakan kecepatan rendah dengan menggunakan baud data rate sebesar 1200. (sumber: sini)

Contoh di gambar atas, primary ID adalah 1116, group 0001, dengan PTT ID Type: Post (artinya PTT ID ditampilkan setelah tombol PTT ditekan).

Yang dimaksud dengan primary ID adalah ID dari HT itu sendiri sebagai identitas oleh HT lain saat koneksi / berhubungan.

Lalu kita masuk ke menu “Call”.

Menu Call

Pada Menu Call ini… kita pilih “MDC Call” dengan meng-klik tanda “+” di depannya atau dengan double klik pada tulisan “MDC Call”, sehingga tampil Caller ID yang masuk ke dalam Menu MDC Call:

Menu Call

Pada Menu Call ini kita isikan dengan ID HT yang saling berhubungan dengan pensinyalan MDC 1200 ini.

Contohnya saya pilih “Jambi 1″, Menu caller MDC 1200

Pada Tab “Basic”, terdapat kolom Alias, kita isikan alias yang digunakan sebagai PTT ID HT tersebut, yang tampil di HT lainnya saat HT ini mengudara / transmit. Di sini alias yang saya gunakan adalah “Jambi 1″ yang artinya pemegang HT ini adalah orang dengan callsign Jambi 1.

Pada kolom personality alias, kita pilih personality yang digunakan. Kemudian pindah ke Tab “ID”, kita isikan Individual ID dari HT yang akan berhubungan itu.

Hal ini dilakukan pada semua HT yang saling berhubungan pada channel yang sama, dengan Indivual ID yang berbeda-beda.

Terakhir..

Pilih channel yang diinginkan di menu “Conventional Personality”, pada tab singnaling, kita pilih MDC-1 pada RX dan TX nya. (Di sini saya sempat membuat kesalahan dengan hanya memasukkan MDC-1 pada TX nya saja.*)

Jangan lupa, padaMenu “Personality assement to Zone”, kita pilih  Zone dan masukkan channel yang ingin digunakan pada HT tersebut.

Selanjutnya HT anda sudah dapat saling berhubungan dimana PTT-ID HT yang transmit akan tampil pada layar HT yang lainnya, sehingga dapat mengurangi penyalah gunaan HT karena identitas orang yang menggunakan HT dapat diketahui oleh pengguna lainnya.

Selamat mencoba.

*) Terima kasih kepada Pak Riel Hairudin atas koreksinya pada codeplug yang saya buat.

Jenuh

Yup, hari ini jenuhnya kebangetan… :(

Sepertinya jenuh karena gak kagak ketemu2 gmn caranya programming MDC2100… gak ada tutorialnya sama sekali di internet… ngotak-ngatik sendiri jg hasilnya nihil…. hedeh, dah sebulan ini… :(

Jenuh bgtttt… sampe akhirnya, aku usilin aja anak2 callcenter yang kebetulan di bawah pengawasanku (secara de jure) :P

aku ajarin mereka sistem kelistrikan di jambi…ih seru jg ternyataa… hilang sudah jenuhku. balik ke meja lagi dengan wajah sumringah dan kembali berhadapan dengan motorola2 ini.. :)

Dong doro dong dong

Lucuuu….. geregetan!

Jadi kan si bos lama saya itu yah, si master radio di WS2JB itu kan pindah ke palembang yah, menduduki jabatan yg sama.

Ceritanya frekuensi FX dan RX jambi dan palembang kan sama tuh…. aku ngeluh dong. “Pak, jelas bgt suara palembang ke jambi… ganggu aja.” Kataku ke Bos yang dah ku anggap sebagai bapak sendiri itu.

“Ya, aku kan dah di palembang, jadi yang ku bagusin palembang.” katanya dengan nada bicara biasanya.

Aku manyun.

Ampun dah… dulu dia guru gue, dan sekarang ini mah namanya guru vs murid.

Ya iyalah… kita maen “perang” frekuensi di sini.
Dan melasnya, aku yang harus mengalah… hix
Aku yang harus mengganti frekuensi, yang artinya aku harus ganti frekuensi repeater dan seluruh perangkat yang terhubung ke tu repeater. cakep!!!

Tapi lucu jg… ternyata ada juga ya yang kyk beginian. Dulu jd guru (sampe skrg jg masih sih) dan ada saatnya dimana kita harus bersaing dengan guru kita sendiri… *berasa di perguruan silat gak sih)

ieu teh juma’ah nyak?

Apa yg kamu pilih,dibenci saat menjadi diri sendiri atau dicintai saat menjadi orang lain?

kalo aku sih pilih yg pertama… :)

Aku memang orangnya keras, suka sok tau, keminter, dan sok2 mandiri… :P

ya, tapi…. aku lbh suka menunjukkan apa adanya diriku ini… hehehe… kecuali klo dah ada yang mulai menunjukkan sinyal2 negatif, aku baru interospeksi diri. sebisa mgkn kuubah, tp klo gak bisa… aku cm bisa nerima diriku apa adanya.. :D jadi yaaa… sambil berdoa aja, semoga aku gak mendzalimi orang laen… :) )

Pada dasarnya,keaslian / originality selalu yg terbaik dan lebih baik ketimbang kepura2an apalagi kepalsuan… karena yang namanya kuningan, walau sudah dilapisi emas, tetep aja kuningan… ya toooo… bukan berarti aku itu kuningan… :P

Setelah mengakui dan menerima kekurangan kita, insyaAllah kita akan lebih terbuka kok… dan akhirnya, kita jadi termotivasi untuk mengembangkan kelebihan kita. bahkan kadang kelemahan jg bisa jadi kelebihan looohh… caranya??? kalo buat yang pelupa bgt kyk aku ini… aku biasa ngandelin notes. jadinya malah nyatet semuanya… ;P *termasuk yg kagak penting2*

btw, ini sudah hari jum’at di minggu ke sekian dan ketahun sekian, aku ngerasa tidak sedang bersahabat dengan waktu…. lah itu, tiap kli ngeliat jam, selalu aja locatannya cepet2 amat, apa dia gak capek ya??? aku aja yg ngikutin dah ampir keabisan napas.. T_T

Ya sudahlah…. di dunia ini adalah tempatnya berinvestasi, beramal, supaya nanti bahagia pas di akhirat… :)

have a nice friday….

Semoga setiap tetes keringat dan air mata yang mengalir memiliki balasan yang indah nanti di surgaNya… aamiin… :) :)